Kamis, 24 November 2016

Salju Perdana di Bulan November untuk Tokyo setelah 54 tahun lamanya


Pagi ini (24/11) warga Tokyo dan sekitarnya dikejutkan dengan hadirnya Salju perdana di bulan November. Sebetulnya ga terkejut juga sih. Sudah banyak yang tahu dari weather forecast di handphone masing-masing. Beberapa stasiun TV Jepang juga membahasnya malam hari sebelum turun salju. (baca berita Japan Times )

Uniknya banyak juga masyarakat Jepang asli yang heran dengan anomali ini. Terakhir turun salju di bulan November adalah di tahun 1962 untuk wilayah Tokyo dan sekitarnya. Dengan kata lain, generasi tua yang pernah ngalamin salju dengan sisa musim gugur disini.

Bahagianya kami (termasuk teman-teman dari negara tropis: Nigeria, PNG, Equador) adalah karena ini pengalaman kali pertama menyaksikan salju dengan mata kepala sendiri (agak lebay ya!). Pagi hari buka jendela kamar apato, suhu 2 derajat celcius tiba-tiba menusuk tulang. Terlihat jelas bulirbulir salju bertebangan bak kapas-kapas melayang tertiup angin. 

Kesan pertama, indah memang ditambah nuansa Tokyo yang eksotik. Namun, jujur dinginnya cukup menjadi tantangan. Setelan jaket musim dingin akhirnya dikeluarkan dari koleksi (padahal cuman satu) dari dalam lemari. Saat keluar apato, terlihat jelas salju-salju masih banyak hinggap menutupi mobil-mobil yang berjajar di area parkir berbayar. Oya, disini parkir mobil dan sepeda bayar lho! Pernah cuci mobil snow di Indonesia? Ya, kurang lebih seperti itulah kondisinya.

Saat tiba di kampus, ketebalan salju sudah tidak segembul di pagi hari. Tapi, intensitas salju masih terus turun hingga pukul 3 sore. Sayangnya, salju di area kampus Aoyama Gakuin, ketika menyentuh tanah langsung cair, jadi tidak banyak yang melekat di dedaunan atau dahan di area kampus. 

Penasaran video liputannya. Ini saya bagikan secara gratis! Selamat menikmati

Best Regards,
Iswandi Banna
twitter @iswbanna
instagram iswandi.banna




Senin, 21 November 2016

Buku Terbaru "The Rohingyas" yang Membedah Pelanggaran Sesungguhnya kepada Etnis Rohingya


Terima kasih kepada Bu Dian Anggraeni Umar yang merupakan Dosen di Universitas Multimedia Nusantara yang sudah memberikan sinopsis buku The Rohingyas ditulis oleh Azeem Ibrahim, yang memperoleh PhD-nya dari University of Cambridge dan pernah menjadi Research Fellow di International Security Program at the Kennedy School of Government - Universitas Harvard, World Fellow di Universitas Yale, Fellow dan Member of the Board of Directors di Institute for Social Policy Understanding dan Adjunct Research Professor di Strategic Studies Institute US Army War College; 

Buku yang terbit Juni 2016 ini, merupakan salah satu referensi yang terbaik untuk menjelaskan tentang kondisi terkini di Myanmar alias Burma alias Birmanie - negeri yang mengenal 135 etnis minoritas, dan memperlakukan minoritas itu sangat buruk.

1. Menurut PBB, orang-orang Rohingya merupakan kelompok minoritas yang paling dipersekusi di seluruh dunia - termasuk antara lain: tidak diakuinya secara resmi mereka sebagai etnis minoritas di Myanmar dan bahkan tidak adanya pengakuan kewarganegaraan - meskipun mereka lahir di Myanmar. Penduduk muslim di Myanmar yang hanya sekitar 4% sering kali diidentikkan sebagai Rohingya juga tak luput dari perlakukan diskriminatif dan represif.

2. Mereka mendapat perlakukan diskriminatif dari tetangga-tetangga mereka dari kelompok Budhis di Negara Bagian Rakhine, namun kemudian berdasarkan catatan dan investigasi lembaga-lembaga pemantau Hak Asasi Manusia, salah satunya Human Rights Watch Group (HRWG) menduga bahwa Rezim yang berkuasa di Myanmar saat ini juga berkomplot dalam kampanye penghilangan etnis atau genosida terhadap warga Muslim Rohingya.

3. Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan yang semakin menjadi-jadi terhadap mereka, mulai dari penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan dan semakin parah terutama sejak tahun 2012 telah memaksa mereka mengungsi besar-besaran, tidak dapat bekerja, tidak bisa mengenyam pendidikan, tidak dapat dengan mudah untuk menikah, tidak memiliki hak untuk memilih, akses layanan kesehatan, berpergian di dalam negeri Myanmar dan terlebih lagi memiliki paspor. Banyak dari mereka yang kemudian terpaksa menyelamatkan diri, menjadi pelarian tanpa kewarganegaraan (stateless refugees)

4. Penulis berhasil mematahkan mitos “Orang-orang Rohingya merupakan imigran ilegal dari Bangladesh dan sama sekali tidak termasuk bagian negeri Myanmar - yang Budhis”. Bahkan sebaliknya, penulis buku ini dapat menunjukkan bukti-bukti dan argumen yang valid, bahwa leluhur orang-orang Rohingya telah tinggal di Negara Bagian Rakhine (sebelumnya dikenal dengan sebutan Negara Bagian Arakan) jauuuh sebelum penaklukan Myanmar oleh Inggris pada tahun 1826.

5. Permasalahan utama dari krisis kemanusiaan ini terjadi gara-gara upaya dari Pemerintah Myanmar saat ini untuk menarik dukungan dengan menemukan atau mencari “musuh internal” - yang dijadikan tumbal bersama. Selama transisi demokratik akhir-akhir ini, Partai Politik yang diasosiasikan dengan Junta Militer dekat dengan fundamentalis Budhis, sedangkan Partai Politik Pro-Demokrasi - yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, tampak malu-malu(in) menjauh dari isu ini - sebagai “jalan tengah”.

Kita harus bersuara keras dan membunyikan alarm “Awas bahaya terang-benderang Genosida!”

Best Regards,
Iswandi Banna
twitter : @iswbanna
instagram: iswandi.banna
facebook: fresh n inspiring

Minggu, 20 November 2016

Ini Dia Dokumen Rahasia Genosida Muslim Rohingya di Myanmar.


Di sela tugas kuliah yang menggunung, akhirnya diputuskan refresh dengan baca update news dari Twitter. Satu berita yang kembali memanas adalah pembantaian muslim di Rohingya Myanmar. Republika dan Al Jazeera yang termasuk rutin update berita saudara-saudara muslim di Rohingya.

Ketika klik laman Al Jazeera, ada satu trending topic terkait pembantaian muslim Rohingya yang terencana, atau dapat disebut genosida. Al Jazeera's menemukan bukti kuat bahwa genosida muslim Rohingya direncanakan oleh pemerintah Myanmar, setelah diteliti kembali oleh Yale University Law School. Termasuk tambahan dokumen dari Fortify Rights.

Hasil investigasi yang terekam dalam documentary Al Jazeera selama 48 menit ini membuat saya tercabik-cabik, marah kepada pemerintah Myanmar atas nama HAM. Kalian harus sangat lihat videonya. (video saya tautkan di akhir tulisan)

Saya bantu bikin resumenya ya. Laporan mereka membuktikan pemerintahlah pemicu kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Pemerintah aktif mengkampanyekan hate-speech anti-Muslim untuk menyebarkan ketakutan akan eksistensi Muslim. Oknum yang berkuasa bahkan menawarkan kepada biksu aliran garis keras untuk mendukung pemerintah terhadap isu anti-muslim.

Profesor Penny Green, direktur ISCI dari  The University of London's, mengatakan mantan presiden Thein Sein menggunakan hate speech untuk kepentingan kampanye tahun lalu guna menarik simpatik rakyat Myanmar. Tujuannya untuk memarjinalkan dan menghilangkan populasi Muslim di Myanmar. Bahkan laporan ISCI mengatakan konflik di tahun 2012 antara etnik Rakhine Budha and Rohingya Muslim adalah terencana. Puluhan ribu Muslim Rohingya dibantai, ribuan rumah dibakar, dan beberapa pemerkosaan terhadap muslimah Rohingya.

Dokumen rahasia pemerintah Myanmar yang didapatkan Al Jazeera begitu mencengangkan. Ternyata benar ada rencana yang sistematis dengan nama “Genocide Agenda”. Dokumen ini membuktikan ada peran pemerintah Myanmar untuk memicu kerusuhan terhadap anti-Muslim. Dokumen rahasia milter tersebut menjelaskan bahwa rakyat Myanmar berada dalam bahaya oleh umat Muslim.

Hasil investigasi lainnya adalah menjelaskan beberapa kriteria genosida:
1. Pembunuhan terhadap kelompok tertentu, dalam hal ini Muslim. Ribuan muslim dibunuh bahkan dibakar hidup-hidup. Dilakukan terencana oleh pemerintah melibatkan pasukan pengamanan negara, militer, pasukan perbatasan dan polisi.
2. Menyebabkan kerusakan mental dan tubuh pada kelompok tertentu. Bahkan di video testimoni yang didapat Al Jazeera, dapat kita saksikan di Rakhine, ada diskriminasi terhadap fasilitas kesehatan, transportasi public dan jatah pangan. Secara mental, terutama adalah pemulihan terhadap wanita Rohingya yang diperkosa dibawah ancaman senjata.
3. Secara sengaja menghancurkan lingkungan fisik kelompok tertentu. Jelas sekali dari pembakaran rumah-rumah muslim Rohingya serta empat tinggal yang tidak manusiawi.
4. Secara eksplisit melarang pertumbuhan kelahiran bagi muslim Rohingya.

Semoga dunia mampu membuka mata atas tragedi genosida yang masih berlangsung ini. Semoga negara-negara yang ngakunya pembela HAM macam US, Inggris, Perancis dkk benar-benar memberikan kontribusi. Semoga negara-negara muslim juga mampu bersatu. Terakhir, semoga rakyat Indonesia juga mampu berkontribusi menentang Genosida ini.

Regards,
Iswandi Banna
Twitter @iswbanna
Instagram iswandi.banna





reference: http://www.aljazeera.com/news/2015/10/exclusive-strong-evidence-genocide-myanmar-151024190547465.html




Kamis, 10 November 2016

Pernyataan Din Syamsudin terhadap Aksi Damai 411


Pak Din Syamsudin mengawali dengan memberikan apresiasi kepada demonstran yang telah menjalankan secara damai menyampaikan tuntutan yang substantif. Umat islam hadir dengan niat baik. Dalam aksi mereka solat berjamah, membagikan makanan seolah seperti di masjid haram. Termasuk juga mengumpulkan sampah sepanjang aksi. Beliau menyampaikan aksi 411 merupakan gerakan demokrasi, kultutal dan keagamaan. Demonstrasi dilakukan dengan beradab.

Selanjutnya, Pak Din membantah wacana distorsif bahwa aksi 411 adalah anti kemajemukan. Beliau pun menyesalkan pernyataan tuduhan tehadap aktor politik di belakang aksi. Karena masih dalam proses penyelidikan, seyogyanya statemen RI1 tidak mengarah terhadap tudhan. Pernyataan tersebut tidak meyelesaikan masalah malah akan menimbalkan ketegangan baru.

Pa Din menjelaskan pula bahwa kemajemukan adalah sebuah kepastian dan keniscayaan. Sikap pertama yang perlu dikembangkan adalah siap hidup berdmapingan. Didalamnya ada toleransi termasuk untuk tidak menyinggung keyakinan orang lain. Apalagi yang dilakukan saudara Ahok adalah secara berani memasuki wilayah keyakinan orang lain. Ahok memberikan penafsiran ayat yang bukan merupakan kitabnya apalagi dengan kalimat peyoratif. Ditambah, beliau adalah pejabat public harus mengayomi semua. Efeknya adalah menggangu kemajemukan yang mengarah kepada kontraproduktif.


Tidak hanya itu, Pa Din juga menghimbau kepada para pemangku amanat harus menyadari masalah yang terjadi bukanlah sederhana dan sepele. Jika tidak disikapi dengan sikap kenegaraan dan berkeadilan masalah ini akan terus berkembang. Maka, jangan anggap remeh sebelah mana. Lihatlah persoalan dengan jernih, jangan mengabaikan tiap persoalan yang merebak. Marilah bersama kita bangun Indonesia majemuk berbhineka tunggal ika tanpa perlu memasuki wilayah keyakinan  yang menyinggung  agama lain.

Regards
Iswandi Banna
twitter @iswbanna
instagram iswandi.banna

Rabu, 09 November 2016

Pernyataan Sejuk dan Tegas Aa Gym dalam ILC #411


Dialog dalam Indonesia Lawyer Club TV One 8 November lalu memberikan banyak pencerahan terkait pro kontra aksi damai menuntut Ahok dalam penistaan Alquran. Tokoh ulama hadir, termasuk Aa Gym yang mewakili umat Islam yang menggerakkan Aksi Damai 411. Berikut pernyataan Aa Gym:

Harapan pertama yang disampaikan di awal pernyataan Aa Gym adalah hendaklah kita tidak hanya sibuk membahas masalah. Namun, seyogyanya kita juga harus bisa berubah (menjadi lebih baik). Aa Gym juga mendoakan para peserta aksi dan aparat yang terluka segera disembuhkan baik lahir dan batinnya. Karena sejatinya mereka itu adalah saudara kita semua.

Selanjutnya, Aa menyampaikan ada yang aneh bagaimana mengumpulkan massa sebanyak itu dalam satu demonstrasi? Tidak ada partai manapun yang sanggup. Tidak ada tokoh manapun yang sanggup. Jadi, apa yg menggerakkan orang mereka untuk berbondong-bondong hadir dalam aksi damai 411? Ternyata setelah periksa ke hati, itu semua masalah hati. Ada rasa yang mungkin tidak bisa dijelaskan kepada orang yang tidak merasakannya dan tidak menegerti. Sebagai ilustrasi, ada guru/ulama yang mengatakan kepada ibu-ibu, jangan makan babi karena bagi umat islam babi ini tidak bisa dimakan. Ada dalil dalam Al Maidah ayat 3. Kemudian, ada pedagang babi yang mengatakan kepada ibu-ibu jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 3. Ini jelas mengherankan, dia itu siapa, mengapa pakai dalil Al Maidah 3. Ini wilayah yang berbeda. Mengapa ulama dianggap berbohong? Mengapa Al Maidah ayat 3 diangap alat untuk membohongi? Ini tidak tepat dak tidak baik karena melampaui batas. Analogi ini sama persis dengan yang telah dilakukan Ahok.

Aa pun menyampaikan mengapa ia memilih untuk berangkat demo. Ini masalah penting dan besar serta sensitif. Sayangnya, agak telat respon dari Pak Presiden yang tidak  mengeluarkan pernyataan apapun terkait hal ini. Padahal gejolak di lapisan bawah sangat kuat. Harapan Aa, semoga ketika ia ikut aksi mampu menarik perhatian pemerintah terutama Presiden.

Aa pun dengan tegas menyapaikan bahwa seharusnya kita bersyukur dan bangga dengan para peserta aksi. Mereka jangan dianggap musuh, namun itu adalah asset bagi negeri ini. Faktanya adalah mereka adalah pasukan yang terluka hatinya karena Quran dinistakan namun tidak merusak. Sejatinya, mereka tidak meminta negara atau hata. Para demonstran hanya menginginkan yang dicita-citakan bersama yaitu, keadilan. Bukankah itu yang kita rindukan? Supaya tidak terjadi lagi, maka keadilan harus ditegakkan.

3 hal menarik lainnya yang disampaikan Aa Gym
1. Marilah kita kuatkan semangat bersaudra. Janganlah jika kita meliat perbedaan semangatnya adalah permusuhan. Kita adalah saudara seaqidah, kita juga saudara  sebangga. Kita yang bertanggung jawab unt merawat negeri ini.
2. Selanjutnya adalah semngat solusi. Janhan hanya membicaraka masalah. Namun juga membicarakan apa solusimya semoga dengan ujian ini kita dapat naik derajat. Sampai dimana kematangan dan kedewasaan kita dalam menyelesaikan masalah.
3. Terakhir, adalah semangat sukses bersama. Jadi perlu merasa menang. Tidak boleh ada yang merasa lebih hebat. Tidak ada juara dalam masalah ini. Karena faktanya sebentar lagi kita juga akan mati. Jabatan juga akan lepas dan sebentar lagi masa pension akan menyapa.



Closing: Aa Gym berharap kepada seluruh anak negeri yang menyimak program ini. Semoga tidak hanya jadi bahan obrolan saja. Namun jauh dari itu semua, semoga kita bisa berubah semakin matang dan makin dewasa dalam menyelesaikan masalah dengan adil dan bijaksana.

Regards,
Iswandi
twitter: @iswbanna
instagram: iswandi.banna

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host