Udara adalah seajaib-ajaibnya zat. Ia tidak bisa di lihat namun dapat kita rasakan kehadirannya. Ia tidak bisa tersentuh tapi terasa nyata manfaatnya.

Marilah kita belajar dari udara yang sedemikian rupa diciptakan Allah untuk bisa di hirup oleh paru-paru. Bayangkan jika saja udara itu adalah benda padat, tentu paru-paru kita tak mampu. Jua jika udara itu berbentuk cair. Tentu kita juga akan kesulitan untuk bernafas.

Mari kita belajar dari udara yang mempunyai stabilitas tinggi tak tergoyahkan oleh apapun. Ia mampu beradaptasi dalam tempat apapun. Tak lantas menjadi cair karena bergabung dengan air. Tak juga lantas menjadi padat karena bersentuhan dengan kepadatan.

Sekali lagi marilah kita belajar dari udara yang mempunyai komposisi tepat sebagai suatu unsur. Tidak lebih dan tidak juga kurang. Pas sesuai dengan porsi sebagai suatu unsur yang dibutuhkan manusia untuk bernafas. pas dengan kekentalan dan kerapatannya. Tidak lebih tidak kurang.