Minggu, 14 November 2010

Alumni STAN dengan Omset Rp 300 Juta Sebulan. Fantastik!


Nugrohadi Yuwono, pria kelahiran Semarang, 28 Januari 1986 lalu, kini menekuni bisnis minuman kopi di Samarinda. Tamatan D3 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta jurusan perpajakan, rela meletakkan jabatanya sebagai PNS di kantor perpajakan Samarinda.

“Hal itu merupakan wujud dari totalitas saya menjalankan usaha kopi ini,” ucapnya ditemui  di café Djoeragan Kopi (Djurkop) miliknya.

Nugi—sapaan akrab Nugrohadi Yuwono—pengusaha muda yang membawa tren ngopi  sejak Februari 2009 lalu, di Samarinda. Ide tersebut dicetusnya kaetika melihat bisnis yang ada di Samarinda masih biasa, dan belum ada yang membuka kafé Kopi. Awalnya Nugi membuka usahanya di Jalan Juanda, dengan penyewa halaman parkir bekas kantor yang tidak terpakai di Jalan Juanda Samarinda. Pada halaman parkir seluas 500 meter persegi tersebut Djurkop membuka warung berkonsep lesehan dengan kapasitas 26 meja. Dengan modal awal Rp 90 juta, hasil dari gabungan beberapa rekan. Dengan omset per bulan mencapai Rp 60 juta-an.

Melihat bisnisnya begitu potensial, bahan untuk dua minggu, habis dalam 1 minggu. Akhirnya  Nugi memutuskan mengembangkan bisnisnya, dengan meminjam modal dari berbagai pihak. Empat bulan setelah itu, tepatnya Juni 2009 Djurkop dibuka dengan wajah baru. Di atas tanah seluas 1.400 meter, Djurkop mampu melayani ratusan pelanggan dengan kapasitas 72 meja, dengan jumlah pekerja sebanyak 50 orang. Dengan biaya operasional Rp 150 juta omset meningkat hingga Rp 300 juta sebulan.

Usaha yang tergolong muda ini menurutnya masih banyak memerlukan perubahan, terutama dalam segi pelayanan. “Kali ini Djurkop memperbaiki pelayanan dengan menghadirkan sistem PDA, setiap customer dimodali 1 PDA yang langsung terhubung ke dapur masing-masing tenang agar semakin cepat,” tambahnya. Untuk sistem terbaru dan pertama di Kalimantan itu Nugi mengeluarkan puluhan juta, dan semua itu dilakukanya demi kelangsungan perusahaanya.

Kegagalan dalam bisnis menurutnya bukan sebuah hal yang perlu diratapi berlarut-larut, melainkan motivasi untuk mencapai keberhasilan yang seharusnya bisa dicapai. Sebagai pengusaha muda, Nugi berhasil membuka lapangan pekerjaan di lingkungannya. Selain itu dia juga membuka kesempatan investasi bagi siapa saja yang mau bekerjasama, dengan sistem waralaba.

Nugi memberikan saran, “Jangan malu dalam memulai sebuah usaha, praktek merupakan hal yang baik dalam sebuah pembelajaran. sering berbagi informasi dengan senior yang berpengalaman, yang pasti harus optimis dan berfikir positif,” tambahnya. Perlu diketahui, Nugi sejak kecil memang bercita-cita menjadi pengusaha. Saat SMA sudah mulai berusaha dengan berjualan tiket tahun baru, dan saat kuliah dia berjualan sepatu dan baju. Hingga sekarang Nugi menjabat sebagai direktur PT Djoeragan Mulia Sejahtera. Dari bisnisnya selama dua tahun ini selain materi banyak hal yang dia dapat, “yang terpenting adalah ilmu yang sangat mahal menurut saya, kemudian teman-teman yang banyak,” tutupnya.




(kaltimpost)

11 komentar:

faizin mengatakan...

subhanallah. nugi pernah kenal deh...

isw_banna mengatakan...

@faizin: satu angkatan ya?

faizin mengatakan...

adik kelas, mas...

Anonim mengatakan...

subhnalloh...mas nugie dulu kabid UMMP STAN ni....merk dgangnya di kampus namane GIFFEL,,,,jualan pin,kaos,jaket....sukses dh buat mas nugie

_candra barata_

isw_banna mengatakan...

@candra: oh subhanalloh, berarti memang sejak di kampus toh???

Anonim mengatakan...

mas nugie emg istim.. (istimewa)
dulu mas nugie prnh jd kaisar ikmas (sebutan utk ketua ikatan keluarga mahasiswa stan semarang) periode 2006-2007..jiwa bisnisnya emg sudah keliatan bgt dr dulu. bahkan waktu msh SMA saya sdh pesan jaket kelas dgn supplier mas nugie. waktu itu namanya STICKLER (klo ga salah) sblm berganti nama jd GIFFEL.
Salut utk mas nugie!inspirasi sejati bwt calon pengusaha muda.. =)

-rizka fitrianto, adek kelas mas nugie di stan-

isw_banna mengatakan...

@rizka: wah ternyata sampeyan kenal toh sama nugie.. luarr biasa dr sma ya?

Anonim mengatakan...

iya mas,saya kenal. dulu smpt bareng satu tahun di stan. saya tk 1, mas nugie tk 3. spertinya udah diprediksi dr dulu klo mas nugie bkl sukses..hehe
saya inget, ketemu terakhir di stasiun tawang semarang, bln juni 2008. mas nugie mau ke jakarta trus terbang ke kalimantan krn baru saja kluar SK penempatan dpt di kantor pajak samarinda..eh skrg sudah lepas pns-nya n jd pengusaha sukses..salut!

-rizka-

isw_banna mengatakan...

@rizka: oh beda 2 tahun toh, wah manteb memang ya si nugie. ane aja yg senior malah kalah hehe

tokojamonlineku mengatakan...

salam kenal mas,wah ane tau tulisan ini dari blog ini ni.
http://pujohari.wordpress.com/
waktu SMA dulu mas nugie memang suka woro wiri buat ikut organisasi sampe iseng2 jualan disekolah mas... *nyambi red- mulai dari sepatu sampe parfum,,,dan ternyata waktu ketemu diSTAN pun masih tetep sama...hehe..cuma jualannya kaos distro sama buku USM STAN kalo nggak salah.
Nggak nyangka sekarang mas nugienya sudah sign out dari kementerian keuangan tercinta.sukses deh buat semua.


nb:follow balik blog saya mas. :D
salam kenal
*prabowo*

isw_banna mengatakan...

@toko jam: wah berarti jiwa wirausaha si nugie emang dr sma ya? hebat

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host