Kamis, 11 November 2010

Gadis Cilik Berjilbab Memicu Kontroversi di Cile (Again??)

Prolog:
Lagi-lagi masalah jilbab merebak kembali, kali ini muncul pertama kalinya di Amerika Latin. Apa sebabnya?? Tak lain seorang gadis cilik berusia 9 tahun. .


Di Cile Yasmín Elsayed, gadis kecil 9 tahun, menimbulkan kontroversi. Ia tiba-tiba muncul dengan jilbab di sekolahnya, di Santiago de Chile. Keputusan menggunakan jilbab disambut buruk, sehingga sekolah berniat mengeluarkannya. Alasannya: jilbab bukan bagian dari seragam sekolah.

Orangtua Yasmín kemudian melibatkan Pusat Budaya Islam (Centro de Cultura Islámica, CCI). Fuad Musa, ketua CCI, menjelaskan arti jilbab bagi muslimah muda kepada sekolah Yasmín.

Fuad Musa mengatakan,"Memakai jilbab tidak sama dengan piercing, gaya rambut, atau cincin hidung. Busana religius seorang muslimah punya makna lebih dalam. Dengan berbusana muslim, muslimah meneladani Bunda Maria, ibu Nabi Isa, dan Fatimah, putri Nabi Muhammad."


Menurut Fuad Musa, Yasmín adalah "seorang gadis luar biasa dan sangat religius" - keputusan mengenakan jilbab datang dari keinginannya sendiri. Orangtuanya malah tak tahu apa-apa soal itu. Yasmín justru ingin mengejutkan orangtuanya dengan keputusan memakai jilbab.

Dengan penjelasan ini, sekolah akhirnya menghormati keputusan Yasmín. Yang tak kalah berperan adalah Menteri Pendidikan Joaquín Lavín. Ia mendukung Yasmín dan orangtuanya. Ia menyatakan, Undang-undang Cile tidak mengizinkan diskriminasi.
"Kita harus menghormati multikulturalisme dan keragaman Cile. Undang-undang pendidikan melindungi hak Yasmín mengenakan jilbab dikombinasikan dengan seragam sekolah."


Menurut ayah Yasmín, Hussein Elsayed, di Cile sudah dua kali hal serupa terjadi. "Seorang muslimah dari sekolah lain dikeluarkan atas alasan yang sama. Masalah selesai karena akhirnya ia pindah ke sekolah lain yang mengizinkan jilbab. Ada juga kasus lain: seorang muslimah dipecat dari perusahaan telekomunikasi karena mengenakan jilbab. Ia menuntut perusahaan itu dan akhirnya menerima ganti rugi sangat besar."

Sosiolog Cile Isaac Caro berpendapat, cuma masalah waktu sebelum Islam jadi buah bibir di Amerika Latin seperti di Eropa. Demikian tulisnya di koran internet El Mostrador. Caro meramalkan, nantinya diskusi mengenai jilbab dan burka di Amerika Latin akan menjadi hal biasa - seperti yang sedang terjadi di Eropa sekarang.





(republika online)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host