Rabu, 03 November 2010

Gubernur Sumbar: Kepergian ke Jerman untuk Kemajuan Jangka Panjang

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno angkat bicara tentang keberangkatannya ke Jerman di tengah penanganan bencana tsunami Mentawai. Irwan menegaskan kepergiannya untuk kepentingan jangka panjang daerah yang dipimpinnya itu.

Penjelasan Irwan ini dimuat dalam akun twitter-nya @irwanprayitno hari Rabu (3/11/2010).
"Adalah kesan yang salah jika ada anggapan kepergian #GubSumBar mengabaikan kondisi #Mentawai. Sudah dilakukan pendelegasian yang memadai sebelumnya," tulis Irwan.

Irwan menjelaskan, keberangkatan Gubernur bertujuan untuk kemajuan jangka panjang daerah yang nantinya juga akan mempengaruhi, antara lain manajemen bencana yang lebih baik.
"Kepergian ke Jerman adalah langkah strategis jangka panjang untuk investasi bagi Sumbar. Tidak berwisata tapi promosikan investasi, perdagangan dll," imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Penanganan tanggap darurat di Mentawai, lanjutnya, sudah diserahterimakan kepada Wagub Uslim Kasim. Sebelumnya dirinya terus berkoordinasi untuk penyaluran bantuan yang terhalang cuaca. Irwan bahkan sempat menginap di lokasi bencana.
"Kordinasi sudah saya lakukan hingga ke #Mentawai dengan pihak terkait. Saya menginap 2 kali di lokasi bencana. Menangani pasokan bantuan pengungsi," tandas Irwan.


BERIKUT POIN PENTING TUJUAN KE MUENCHEN JERMAN:


 1.    Kunjungan dilakukan berdasarkan undangan Duta Besar Republik Indonesia di Berlin tanggal 31 Agustus 2010 yang meminta Gubernur Sumatera Barat sebagai pembicara dalam ajang Indonesia Bussiness Day yang akan diadakan di Muenchen, pada tanggal 5 November 2010. Topik utama dalam Indonesia Bussiness Day adalah pelaksanaan promosi terpadu Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan di wilayah Potensial Indonesia.


2.    Sumatera Barat dipilih sebagai salah satu peserta diantara 5 peserta propinsi undangan yaitu: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua.


3.    Sementara di tingkat pusat akan hadir Mantan Presiden BJ Habbibie, Menteri Perindustrian RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Kepala BKPM Pusat. Mereka juga akan menyampaikan keynote speech dalam acara tersebut.


4.    Indonesia Bussines Day diadakan bersama
oleh Indonesian Mission in the Federal Republic of Germany yang terdiri dari Kedutaan RI di Berlin, Konsulat Jendral Indonesia di Frankfurt, dan Konsulat Jendral Indonesia di Hamburg. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan dan mengundang para pelaku investasi dan perdagangan Jerman untuk melakukan bisnis dan investasi yang sangat mempunyai prospek di Indonesia, yang paling utama di propinsi-propinsi yang diundang seperti tersebut di atas



5.    Indonesian Bussines Day terdiri dari beberapa kegiatan seperti seminar, one on one meeting, dan mini exhibition dari produk-produk perdagangan Indonesia. Event ini juga menyediakan forum penting bagi para pelaku bisnis dan investor Jerman untuk dapat mengetahui kondisi yang lebih detail dan jelas untuk dapat lebih meyakinkan mereka dalam berinvestasi di wilayah-wilayah propinsi undangan dengan cara melakukan one on one meeting dengan pemain kunci bisnis di Indonesia.


6.    Adapun agenda Gubernur Sumatera Barat secara khusus adalah: Pada tanggal 4 November 2010 akan mengadakan pertemuan secara khusus dengan Gubernur Bavaria untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan kerjasama luar negeri tidak hanya di bidang investasi, pariwisata dan perdagangan namun juga di bidang lain serta  rencana pembentukan Sister Province West Sumatra – Bavaria.  Agenda pertemuan ini telah dikonformasikan dengan pihak negara bagian Bavaria, dan Gubernur Bavaria dengan senang hati akan menerima delegasi Sumatera Barat di kantor gubernur Bavaria di Muenchen.∙        


Pada tanggal 5 November 2010 Gubernur Sumatera Barat akan menyampaikan paparan berjudul ”Investment Opportunities In West Sumatra” yang berisi materi tawaran investasi di bidang unggulan seperti tawaran investasi pariwisata dalam pembangunan cable car di Maninjau, Bukittinggi dan Lembah Anai; tawaran investasi pariwisata di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan untuk pembangunan
resort; tawaran investasi pariwisata di Danau Diatas dan Danau Dibawah Kabupaten Solok untuk pembangunan resort; tawaran investasi pembangunan infrastruktur short cut jalan kereta api Padang – Solok; tawaran investasi pengolahan dan penangkapan ikan tuna, tawaran investasi pengolahan kakao, serta tawaran investasi dalam eksploitasi panas bumi sebagai sumber energi listrik Sumatera Barat di masa depan.∙        



Pemerintah Jerman dan Provinsi Bavaria mempunyai kebijakan untuk mendukung energi hijau seperti energi panas bumi, air (PLTA), dan mikrohidro. Bahkan punya kebijakan memberikan grant hingga Rp 1 triliun. Pada tanggal 6 November 2010 akan dilakukan kunjungan seluruh anggota Delegasi RI dipimpin oleh Bapak Dubes ke Messe Munchen Bio Solar Rooftop Facility pukul 09.00-11.00 dan Bio Energie Tann pukul 13.00-15.00. Keduanya bergerak di bidang energi terbarukan yang sangat bermanfaat bagi Delegasi Sumatera Barat untuk mengunjunginya.∙        


Dalam meeting selanjutnya akan dibicarakan penjajagan mekanisme pelaksanaan ”Carbon Trade” yang sudah digagas di Oslo, Norway beberapa waktu yang lalu. Seperti diketahui bahwa Carbon Trade dilakukan dengan dua cara/mekanisme yaitu Mandatory dan Voluntary. Mandatory carbon trade akan dilakukan government to government yaitu antara pemerintah negara industri yang selama ini menyumbang emisi karbon yang paling besar di dunia dengan negara dunia ketiga yang masih mempunyai kesempatan menyumbang pengurangan emisi karbon dengan cakupan hutannya. Sumatera Barat dengan luas liputan hutan konservasi yang besar mempunyai kesempatan luas untuk mendapatkan kompensasi karbon ini.


Selanjutnya adalah Voluntary carbon trade dimana para perusahaan besar/NGO/Swasta  yang bertanggung jawab sebagai penyumbang emisi karbon dunia akan langsung berhubungan dengan propinsi/negara pengurang emisi karbon. Mekanisme awal dalam pemberian
kompensasi karbon trade ini adalah perusahaan/NGO/swasta bisa menyumbang dana penghutanan kembali di negara berkembang. Setelah itu akan dilakukan penilaian sampai sejauh mana hutan tersebut dapat mengurangi emisi karbon yang menyebabkan dunia dilanda global warming. Propinsi Sumatera Barat, walaupun sampai saat ini mekanisme dan aturan perundang-undangannya sedang diselesaikan, telah siap dengan menyediakan kelembagaan Kesatuan Pemangku Hutan/KPH yang nantinya akan berfungsi sebagai lembaga di bawah Gubernur dalam menyelenggarakan kompensasi carbon trade ini. Di Sumatera Barat saat ini telah ada pembagian wilayah untuk 11 KPH yang berfungsi sebagai unit manajemen. 



Seperti kita ketahui bersama bahwa dalam Carbon Trade, sebuah Perusahaan Australia telah mengadakan penelitian pendahuluan mengenai jumlah karbon yang dapat diserap oleh hutan hujan tropika. Dalam satu ha hutan hujan tropika dapat menyerap sekitar 2000 ton karbon per tahun dimana harga
penyerapan per ton karbon dihargai 5 – 20 $. Jadi kompensasi yang mungkin didapat apabila hal ini dipenuhi sesuai dengan mekanismenya, maka akan didapat 10.000 $ - 40.000 $ /ha/tahun. Memang sampai hari ini mekanisme penyelenggaraan Carbon Trade masih belum selesai pengaturannya baik secara umum oleh PBB maupun oleh Indonesia, namun Sumatera Barat sebagai wilayah dengan cakupan hutan yang dapat mengurangi emisi karbon dunia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan dana tersebut, untuk itu dalam pertemuan dengan para pengusana industri Jerman, hal ini akan menjadi salah satu bahan yang akan dibicarakan



(dari berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host