Minggu, 28 November 2010

Hikmah dari Kisah Raja Afrika dan Pengawalnya


Kisah ini pertama kali saya dengar, saat kajian rutin selasa siang ba'da dzuhur di kantor. Saat itu yang mengisi kajian adalah salah satu ustadz favorit saya, ust. Zaenal Muttaqin, Lc.


Berikut kisah lengkapnya menyadur dari postingan mas Muslih Efendi di Belawan:




Pada zaman dahulu kala di negeri Afrika, terdapat seorang raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana. Raja Afrika tersebut mempunyai seorang sahabat bernama Koami. Koami mempunyai satu sifat yang sungguh unik yaitu suka melihat setiap perkara (baik maupun buruk) dalam hidupnya sebagai sesuatu yang baik dengan mengucapkan, "Ini sungguh bagus."

Hendak dijadikan cerita, pada suatu hari Raja Afrika mengajak Koami pergi memburu di dalam hutan. Seperti biasa, Koami menyediakan peralatan untuk memburu seperti senapan, peluru, makanan dan lain-lain. Entah bagaimana, Koami terlupa untuk memeriksa senapan tersebut, ketika di dalam hutan Raja Afrika melihat  seekor rusa jantan di celah-celah semak, dengan cepat Raja Afrika menembak menggunakan senapan yang dibawa oleh Koami.

"dorrrr!!"
Senapan tersebut meletup dengan sangat kuat ketika picunya ditekan. Akibatnya Raja Afrika kehilangan ibu jari kanan kerana letupan senapan tersebut dan menjerit-jerit menahan sakit.
Tiba-tiba terkeluar dari mulut Koami, "Ini sungguh bagus." Bagaikan terbakar telinga Raja Afrika mendengar kata-kata Koami itu dan berkata dengan marahnya, "Bodoh!!!, Ini tidak bagus. Pengawal! Kurung Koami di dalam penjara seumur hidup..."

Setelah setahun berlalu, pada suatu hari Raja Afrika bersama beberapa orang pengawal keluar memburu di dalam hutan. Alangkah malangnya nasib Raja Afrika tersebut dan pengawal-pengawalnya karena tersesat dan terjebak oleh segerombolan manusia hutan yang suka memakan daging manusia.

Raja Afrika dan pengawal-pengawal ditangkap dan diperiksa satu persatu untuk memastikan manusia buruan mereka sempurna tubuh dan badannya. Melihat Raja Afrika tidak memiliki ibu jari kanan, Manusia hutan pemakan manusia tersebut melepaskan Raja Afrika karena pada kepercayaannya, manusia yang tidak sempurna tubuh dan badannya akan menjadi bala jika dimakan.

Betapa bersyukurnya Raja Afrika tersebut karena selamat tidak dimakan oleh Manusia Hutan. Barulah Raja Afrika sadar bahwa benarlah kata-kata sahabatnya Koami, "Ini sungguh bagus." Ketika peristiwa Raja Afrika kehilangan ibu jarinya setahun yang lalu.

Raja Afrika memerintahkan supaya Koami dilepaskan dan Raja Afrika dengan rendah hati memohon maaf atas tindakannya mengurung Koami di dalam penjara.

Tetapi Koami tiba-tiba berkata, "Ini sungguh bagus." Terkejutnya Raja Afrika mendengar kata-kata itu dan bertanya, "Mengapa ini sungguh bagus?"

Kemudian Koami menjawab, "Jika Tuanku tidak mengurung hamba, sudah tentu hamba bersama-sama Tuanku pergi memburu dan bertemu dengan manusia hutan pemakan daging manusia itu dan akhirnya hamba akan mati di makan mereka."

Raja Afrika hanya duduk terpaku memikirkan kebenaran kata-kata Koami tersebut.

Terlalu banyak perkara yang baik maupun yang buruk dalam hidup kita selama ini. Kembali kepada kita untuk bagaimana menyikapinya. Bukan semua perkara yang baik itu nikmat dan bukan semua perkara yang buruk itu bala. Yang pasti, di balik setiap perkara yang terjadi terkandung seribu hikmah yang perlu dipetik dan direnungkan.

----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host