Senin, 22 November 2010

Kisah Kericuhan Penumpang Garuda di Bandara Semarang

Kericuhan sempat mewarnai pembatalan sejumlah penerbangan Garuda dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Tidak ada aksi anarkis, hanya adu mulut antara penumpang dengan petugas bandara. Salah satu penyebab kekisruhan, gara-gara ada rombongan pejabat yang didahulukan terbang. 

Sedikitnya ada tiga penerbangan Garuda dari Bandara Ahmad Yani menuju Jakarta yang sangat terganggu, yaitu GA 243, GA 245, dan GA 247. Sebagian penumpang ketiga penerbangan itu batal berangkat Minggu (21/11/2010) kemarin. GA 243 memiliki jadwal terbang pada pukul 16.10 WIB. Sedangkan GA 245 dan GA 247 memiliki jadwal menjelang malam. 

"Tapi jadwal jadi acak-acakan. Urutannya 243 dulu, lalu 245 dan 247. Tahu-tahu ada pengumuman, bahwa GA 245 terbang lebih dulu. Tapi, tidak semua penumpang GA 245 bisa naik. Hanya sebagian penumpang yang naik," kata Izar, salah seorang penumpang GA 243. 

Di antara penumpang GA 245 ini, terlihat sejumlah pejabat dan mantan pejabat. Ada di antara mereka, seorang menteri, ada juga mantan KSAD. Mereka sepertinya ke Semarang untuk menghadiri pernikahan anak Pangdam IV/Diponegoro. "Rombongan pejabat dan mantan pejabat ini, akhirnya diberangkatkan semua. Sebagian penumpang GA 245 tak bisa masuk," ujar dia. 

Sedangkan penumpang GA 243 dijanjikan terbang setelah pesawat GA 245 terbang. "Tapi ternyata pesawat untuk GA 243 berukuran lebih kecil. Jadilah rebutan kursi antara penumpang yang pegang boarding 243 dan sisa penumpang GA 245 yang tertinggal karena tergeser rombongan pejabat," kata dia. Sebagian penumpang GA 243 juga akhirnya tidak bisa berangkat, termasuk Izar.

Kericuhan akhirnya terjadi. Adu mulut antara penumpang dan petugas bandara terjadi. Saat itu, kata Izar, tidak terlihat ada pihak Garuda. "Alhamdulillah, tidak sampai ada pecah kaca, hanya adu mulut. Bahkan ada penumpang yang memaksa naik pesawat, lalu turun lagi kasih tahu kalau masih ada bangku kosong. Ini membuat suasana menjadi ricuh lagi dan penumpang minta pihak Garuda memberi penjelasan," ujar Izar. 

Namun, akhirnya para penumpang Garuda pasrah. Seiring malam semakin larut, akhirnya para penumpang pun mencari tempat menginap dan dijanjikan diterbangkan Senin pagi ini. Para penumpang GA 243 yang batal berangkat dijanjikan terbang pukul 07.00 WIB pagi ini.

Manajemen Garuda sudah menjelaskan mengenai kekacauan penerbangan Garuda tersebut dan meminta maaf kepada para penumpangnya. Penyebab penundaan penerbangan ini lantaran maskapai milik pemerintah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru.

"Selama ini kita punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri," kata Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto saat dihubungi detikcom, Minggu (21/11/2010) malam.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). "Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu," imbuhnya.

Namun demikian, meskipun sistem telah disiapkan dengan matang dan tentunya telah dilakukan beberapa kali ujicoba, namun saat diterapkan sistem tersebut masih melesat dari harapan. "Nah walaupun sudah disiapkan, disimulasikan, tapi karena ini menyangkut banyak data, maka masih ada kendala," jelas Pujo.


(detiknews)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host