Senin, 08 November 2010

Ponsel Jadul Nokia, Selamatkan 4 Nyawa Korban Merapi

Jika Allah belum menentukan ajal, tak ada yang bisa merenggut nyawa.


Ponsel Nokia 2300 lawas bercasing biru pudar itu rupanya telah menjadi alat penyelamat Ade Surya dan tiga tetangga lainnya. Ponsel milik sang ibunda, Kitri Rasmiati yang diduga telah meninggal akibat letusan Merapi, kini selalu bersama Ade sebagai satu-satunya peninggalan dari ibunda tercinta.

Ade Surya merupakan anak sulung dari Kuncoro Budiwinarto, seorang karyawan Fakultas Hukum UGM (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Kuncoro bersama istri dan 2 anaknya diduga terjebak bersama 13 anggota keluarganya yang lain. Rumah mereka sendiri berada di dekat sungai Gendol yang teraliri lahar Kamis (4/11/2010) dini hari lalu.

"Waktu itu ibu sedang menggendong Brian, adik terkecil saya. Ibu tahu-tahu membuka pintu rumah depan dan langsung terjatuh. Ibu langsung saya tarik tapi nggak bisa," tukas Ade sambil memperlihatkan kedua tangannya yang terluka akibat memegang gagang pintu yang telah membara. "Saya kemudian mengambil air sebanyak-banyaknya dari kulkas maupun kamar mandi untuk menyirami Ibu, tapi ibu sama sekali nggak bergerak," tambahnya.

"Terus saya dengar dari rumah tetangga, ada yang minta tolong. Akhirnya saya nyelamatin mereka, ada tiga orang. Saya lalu membawa mereka ke rumah dan menyirami sekeliling mereka dengan air," terangnya saat 

"Saat itulah saya dengar handphone ibu saya berbunyi dari kamar. Saya cari. Ternyata sudah banyak sekali yang menelepon. Akhirnya saya menelepon tiga teman dan bulik (tante-red) saya," ucap Ade yang juga mahasiswa semester lima Fakultas Geografi Universitas Negeri Yogyakarta.

"Tolong, tolong gowo Ambulans (bawa Ambulans)," tiru Ade ketika kejadian.

"Agak lama mbak waktu itu, sekitar setengah jam akhirnya tim evakuasi berhasil menyelamatkan saya. Tiga tetangga saya sekarang di ICU, nggak tahu bagaimana kondisinya," ujar Ade yang sesekali terbatuk-batuk.

Ketujuh belas anggota keluarga besar Kuncoro Budiwinarto yang semuanya tinggal bersebelahan di desa Bronggang, Argomulyo, Cangkringan Sleman hingga kini belum jelas keberadaannya. Dari delapan belas anggota keluarga hanya satu yang sudah diketahui selamat yaitu Ade Surya yang kini sedang dirawat di RS. dr.Sardjito Yogyakarta.


(detikinet)

3 komentar:

Nur mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Nur mengatakan...

Mashaalah doa ku buat semuanya di sana.Inshaalah

iswandi arkan al banna mengatakan...

@nur: insya Alloh, semoga Alloh merahmati

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host