Sabtu, 04 Desember 2010

Tua Itu Pasti, Dewasa adalah Pilihan...

Judul di atas sayangnya pernah dipake jadi iklan rokok padahal pesannyanya bagus banget. Seiring tour hidup di dunia yg sebentar singgah ini banyak yg bisa dilihat untuk menjadi pelajaran. Lahir kecil besar dewasa tua mati adalah siklus hidup yg mesti dilewati. 

Masa kanak2 adlah masa yg indah krn apapun kenakalan dianggap pantes dan malah lucu bin nggemesin. 

Masa remaja menjadi masa yg kritis krn sikap kanak2 masih muncul dominan tapi tanggungjawab udah mendekati orang dewasa. 

Kemudian masuklah periode dewasa yang semestinya ditandai dg matangnya perilaku dan mental yg stabil. Masa ini adalah masa keemasan dimana fisik oke dan mental oke juga sehingga hasilnya adalah produktifitas yg tinggi.

Tapi sesuai judul tulisan ini secara fisik pasti orang akan jadi tua tetapi mentalnya belum tentu ikut menua atau matang. Sifat anak-anak masih kadang muncul bahkan ada yg msh dominan. 

Tentu ini sangat bermasalah krn kalo nakal di usia ini konsekuensinya menganggu peran yg dijalankan dg posisinya sbg orang dewasa baik di tempat kerja, keluarga dan lingkungan sosial. Dan tentu saja kenakalan ini gak lucu tapi tetep nggemesin, udah menua tapi masih kayak anak2, how come gitu loh?

Masih ingat sindiran alm gus dur pada politisi? ..... kok kayak taman kanak-kanak? Sindiran itu mungkin keluar krn melihat aksi politisi di negri ini yg kadang masih kekanak-kanakan. Mungkin sampai sekarang bisa dilihat juga sebagian politisi dan mungkin juga pejabat publik masih belum matang sbg negarawan. Sikap suka menang sendiri, suka berantem daripada dialog, mementingkan kepentingan pribadi/kelompok di atas kepentingan negara/bersama adalah contoh sifat kekanak-kanakan yg kadang muncul baik eksplisit maupun implisit. 

Nah sekarang menjadi penting untuk mengetahui seberapa dewasa sih sebenarnya orang itu. Untuk itu sifat kanak-kanak perlu diidentifikasi yang antara lainnya: suka menang sendiri, pediren (ngandellin orang), susah dibilangin, egois, susah ndengerin, gampang ngambek, suka berantem, belum bisa mandiri/harus selalu diawasi. Kemudian cermati perilaku terutama saat bekerja baik di kantor ataupun di interest group lainnya. 
 
Biasanya penyakit kanak-kanak yg masih keliatan menjelma dalam sikap antara lain seperti: 
-sangat suka pujian, kalo dipuji semangat kalo dicuekin hilang semangat 
- gagal mendengarkan pendapat orang, yang terngiang2 di kepala adalah pendapat sendiri
- suka menang sendiri dan kurang melibatkan tim dalam bekerja 
- Gampang ngambek klo ide gak dipake atau ada yg gak berkenan di hati.
- Kalo habis kerja extra pengen semua orang tahu dan nglokro berat jika gak ada yg respek 
- Kerja rajin klo ada yg ngawasin ato lagi pengin cari perhatian boss biar cepet naik pangkat
-pediren alias suka ngandelin temen 
 
Mungkin itu hanya beberapa dari sifat kekanakan yg msh suka muncul. Intinya adalah sifat egois seperti karakter anak kecil masih dominan shg membuat kerja jadi kurang ikhlas dalam bahasa agamanya.

Sedikit atau banyak mungkin sifat kekanak2an itu masih ada pada setiap pribadi. Dan memang sangat alami krn manusia itu memang dasarnya sangat mencintai dirinya sendiri. Kadang ini juga dipake dalam seni memimpin orang. Seperti memotivasi orang dg cara memberi pujian, hadiah dll. Jadi dlm batas tertentu mungkin wajar2 saja.

Tapi tentu saja bukan berarti sifat kekanakan seperti itu dipelihara dan dipertahankan terus shg menjadi dominan. karena pasti kurang menyenangkan kalo punya mitra kerja apakah atasan, bawahan atau partner masih punya sifat kekanak-kanakan. Apalagi kalo itu adalah para pemimpin bangsa tentu dampaknya sangat merusak. Jadi sikap negatif itu mesti dikurangi kadarnya. Langkah awalnya ya ngaca dulu apa masih dominan sifat itu dalam diri. kemudian berusaha mengendalikannya karena sadar akan negatif efeknya. 

Tapi bukannya menjadi seperti anak2 kembali itu menyenangkan? Apalagi yg masa kecilnya kurang bahagia mungkin malah sekarang saatnya menjadi anak2 lagi he..he.. Kalo ini maksudnya boleh2 saja krn menjadi anak2 dg segala permainannya memang menyenangkan. kadang perlu juga biar awet muda dan itu beda dg sifat kekanak2an yg dibahas sedari tadi. 

Memang sulit untuk jadi pribadi dewasa yg matang yg mungkin bisa digambarkan seperti pohon yg kokoh tinggi menjulang gak gampang roboh walau kena topan badai. Sepanjang tahun dg ikhlas memberikan buahnya kepada sekelilingnya. Tapi setidaknya ada kesadaran bahwa setiap langkah mesti menuju ke sana. Sifat kekanakan2 bertahap harus dikurangi. Susah ya? Mungkin susah tapi waktu akan sangat banyak membantu. Semakin tambah umur biasanya perkembangan metabolisme tubuh membantu untuk semakin bisa mengendalikan diri. Kecuali bagi yg memang gak ada kemauan pasti gak ketemu jalannya. Karena menjadi dewasa atau gak dewasa itu adalah pilihan... Lalu apa yg anda pilih?

Wallohu a'lam

(ditulis oleh Pak Arief  Setiawan, Pondok Aren) 

----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host