Minggu, 06 Februari 2011

Belajar dari Kematian Adik Kelas dan Adjie Massaid


Kematian bisa mengancam manusia dimanapun, kapanpun. Alloh telah berikan banyak pelajaran dengan memberikan pesan-pesan secara nyata melalui kematian.

Di awal pekan lalu, seorang adik kelas yang baru saja lulus dari program Diplomanya telah berpulang ke Rahmatullah. Terkejut sudah pasti. Memang kematian tidak memandang bulu, Almarhum yang lima tahun lebih muda ternyata harus mendahului saya bertemu Rabbul ‘izzati.

Pagi itu (1/2) sempat melihat jenazah almarhum yang masih tergeletak tak bernyawa di kos-kosannya. Sedih, terharu berkecambuk di dalam dada. Hal pertama yang terlintas di benak adalah, seperti apakah kondisi yang akan saya dapati ketika meregang nyawa nantinya. Apakah dalam kondisi baik atau bahkan sebaliknya. Na’udzubillah.

Masih berkecambuk di dalam diri dengan terbetik pertanyaan, sudah siapkah saya ketika Alloh memanggil ruh dalam  raga ini? Sudah cukupkah amalan dan ibadah yang telah dikerjakan? Atau sebaliknya terlalu banyak dosa dan khilaf yang telah dilakukan?

Berdoalah selalu semoga ketika ajal menjemput, kita dalam kondisi khusnul khotimah. 


Teruntuk almarhum, terima kasih atas kontribusi dalam syiar keislaman di kampus Bojana Tirta dan telah membantu kepanitiaan kurban Masjid Kantor Pusat beberapa bulan yang lalu.

Teringat dialog singkat kita di selasar masjid ba’da dzuhur sehari sebelum engkau menghadapNya

“Wah santai sekali kamu Wildan disini?” sapa saya ketika ia sedang duduk rehat di tangga bagian depan masjid

“Iya, Mas,  sedang menikmati Hidup” jawabnya singkat dengan senyumnya yang sumringah
Subhanalloh, Semoga Alloh melapangkan kubur dan menerima amal kebaikanmu, Wahai Sahabat!

----------------------------------------------------------------------------------------------

Akhir pekan kemarin, kabar duka juga datang dari kalangan selebritis sekaligus politikus, Almarhum Adjie Masaid. Meski saya tidak kenal dengan beliau, banyak pelajaran yang bisa diambil dari kepergian alamarhum yang meninggalkan istri dan tiga orang anak itu.

Testimonial keluar dari mulut kalangan selebritis dan politikus untuk almarhum. Untungnya  komentar baik-baik yang mereka lontarkan. Pelajaran yang bisa dipetik adalah ketika kita dipanggil Alloh menuju keharibaanNya, apakah orang-orang yang mengenal kita akan memberikan testimonial  (kesaksian,-red) yang baik-baik atau sebaliknya mereka lebih sering terdholimi oleh kita baik sengaja ataupun tidak.

Waktunya untuk berkontemplasi, merenungi setiap skenario kehidupan yang  terjadi.


---------
(isw_banna)


----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

6 komentar:

Maryulisman mengatakan...

semoga kita husnul khatimah...

isw_banna mengatakan...

@maryulis: aamiin, semoga ketika maut menjemput kita sedang berbuat kebaikan

calon istri Mas Wildan Pratomo mengatakan...

terima kasih mas..
mohon doanya selalu untuk Mas Wildan..
maafkan Mas Wildan jika ada kesalahan..

isw_banna mengatakan...

@dianita: iya sama-sama.
semoga Alloh menerima amal baik almarhum ya
dan yang ditinggalkan bisa ikhlas dan tabah.

fadhil mengatakan...

saat solat maghrib di masjid, sering ketemu wildan, "belum pulang dan?", "iya, mas"... menunggu bersama maghrib di masjid.. ya Robb saya takut kematian, dan biarkan ketakutan itu terus ada dihati saya, sehingga saya takut bermaksiat kepadaMu..
selamat jalan sahabat, will remember you

banna mengatakan...

@fadhil: subhanalloh rajin sholat maghrib berjmaah di masjid kantor pusat ya.... teruslah berdoa padaNya ya ,Dhil

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host