Rabu, 09 Maret 2011

Bunyi Klaksonmu Menyakiti Hatiku


Para komuter yang tinggal sekitar kota besar, sudah akrab dengan pernyataan, menjadi tua di jalan. Sebagian komuter, menjadikan mobil mereka sebagai rumah kedua, yang mereka lengkapi dengan peralatan pendukung kenyamanan, mulai dari sistem audio visual untuk menghibur mata dan telinga, hingga system mobile office, yang semuanya dimaksudkan untuk menemani sang pemilik menghabiskan umur di atas aspal.  
Salah satu bahasa yang dipergunakan oleh sesama pengguna jalan untuk melakukan komunikasi satu dengan lainnya, adalah bunyi klakson. Kabarnya, bunyi-bunyian di jalan inilah yang menyetarakan kota Jakarta dengan kota Bangkok. Bunyi klakson, sebagai penyambung lidah pengemudi, memiliki beberapa terjemahan. Hey, cepetan maju kau, lampu sudah hijau. Hey, minggir kau, jalanmu pelan. Hey, jangan kau seenaknya menyerobot jalan saya dong. Semua terjemahan, memiliki awalan kata, hey, hooy, atau awas, dan semuanya menggunakan tanda seru.
Semua pengguna jalan akan setuju, bila semua terjemahan bunyi klakson ini adalah sebuah bentakan. Maka, semua pengguna jalan, satu dengan lainnya, saling membentak, saling menggertak. Jalanan, selain menggerus usia kita, juga menggerus rasa kasih sayang kita, memprovokasi kita. Setiap hari, di jalanan, kita membentak dan dibentak orang. Begitu tiba di kantor, kita meneruskan kebiasaan ini, dengan membentak bawahan. Puncaknya, begitu kita tiba di rumah, … ah, semoga kita masih memiliki banyak persediaan kasih sayang untuk anak dan istri kita. Jalanan, telah mencetak kita menjadi manusia yang kejam, miskin kasih sayang.
Seringkali langkah kita tersandung oleh kerikil kecil, bukan oleh batu yang besar. Pada suatu masa nanti, ada orang yang dimasukkan ke dalam neraka, karena sering mengklakson ketika mengemudi mobil dan sepeda motor. Tatkala dia protes kepada malaikat pencatat amal, mengapa aku dimasukan ke dalam neraka, malaikatpun menjawab,  bahwa semua amal baiknya sudah habis diambil oleh orang-orang yang diklakson. Bunyi klaksonmu menyakiti hatiku, demikian kata orang-orang di jalan.
(mengutip tulisan inspiratif M. Ifan)


----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

5 komentar:

akar_membiru mengatakan...

keren...like this!
kabarnya, kalo di eropa atau amerika sana, klakson cuma dibunyikan untuk menghalau hewan.

Rama mengatakan...

kok bisa begitu?
emang bunyi klakson seperti apa
yang menyakiti hati orang lain?

banna mengatakan...

@akar: betul sekali kok lebih ramahan eropa ya?

@rama: klakson yg tak pernah henti

yordaniac mengatakan...

kalo saya sekarang nyaman naik kereta
biar sepenuh apa juga
tetep lebih enak berkereta

banna mengatakan...

@dio: wah ane malah hampir gak pernah berkereta, naek bus jemputan wae lah

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host