Selasa, 26 April 2011

Snorkeling ke Tiga Pulau > Menggetarkan Jiwa


Hamparan laut nan jernih dan mempesona menyambut kami di Pulau Tidung ini. Setelah disambut di Gerbang Pulau Tidung, kami dijemput oleh Amri, guide selama di Pulau Tidung ini. Amri baru saja lulus dari Sekolah Menengah tahun lalu, tepatnya  dari SMK Negeri satu-satunya di Kelurahan  Pulau Tidung ini.

Amri mengajak rombongan ke rumah penginapan (homestay), alias rumah warga yang memang khusus disewakan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung. Servis pertama, telah tersedia makan siang pertama kami, nasi plus sayur sop hangat ditambah ayam goreng sambel. Hmm Yummy, lumayan untuk menghilangkan rasa lapar. Sebelum menunaikan sholat Jum’at, kami sempatkan untuk rehat sejenak hingga pukul 11.30.

Masjid Nurul Huda penuh oleh hampir sebagian besar para wisatawan. Kebanyakan dari mereka memakai kaos seragam dengan warna dan tagline yang sama, dari kantor, sekolah, atau kampus yang mengadakan wisata bersama.

Ada hal menarik, sepanjang perjalanan dari wisma ke masjid Nurul Huda, pandangan saya tertuju pada plang neon box spesial yang terletak di depan rumah warga, hampir setiap tiga rumah . Uniknya adalah karena neon box tadi bertuliskan 4-5 asmaul husna setiap plangnya. Awalnya saya berpikir, "kok banyak amat ya TPA (Taman Pendidikan Alquran) di Pulau ini?" Ternyata salah! Ini adalah plang yang sengaja diletakkan di setiap 3-4 rumah berisikan 4-5 asma Allah, seperti al ‘adl, al hakam, al basher, dst. Fantastis, untuk sebuah pulau kecil yang dikelilingi air ini.

Jum’atan telah selesai, dengan satu pesan khotib yang terus tergiang, “Usahakan di setiap wisma penginapan disediakan sajadah, sehingga para pengunjung bisa sholat dengan nyaman di pulau ini.” Manteb gan! Ceramahnya begitu aplikatif. Jadi, teringat dengan stiker di kamar wisma kami bertuliskan peraturan-peraturan  selama di daerah pemukiman pulau. Seperti, tidak boleh satu kamar bagi pasangan yang belum nikah, termasuk berpakaian sopan selama di pemukiman. Sangat islami sekali.
------------------------------------------------------


Pesona pulau segera kami jelajahi, pukul satu siang grup kami menuju perahu untuk pesta snorkeling. Amri mengajak kami ke tiga pulau, Pulau Air, Pulau Karang Beras dan Pulau Tidung Kecil.  Dalam waktu satu jam, kami baru bisa meraih ke titik Pulau Air. Menurut info, Pulau Air ini merupakan Pulau Pribadi yang dimiliki oleh Konglomerat di Negeri ini. Kami hanya tiba di tepian pantai dengan kedalaman 2-3 meter. Subhanalloh, biota laut dapat terlihat jelas, indah dan berwarna di kedalaman laut.

Setelah memakai pelampung, masker selam (berupa google/kacamata), snorkel (peralatan selam berupa selang berbentuk huruf J dengan pelindung mulut di bagian ujung sebelah bawah), serta sepatu kaki katak (sirip selam), kami langsung terjun ke dalam air laut yang begitu menggoda.  

Dari sepuluh orang di grup kami sebenarnya banyak yang mahir renang, namun mereka memutuskan untuk tetap memakai pelampung, sehingga lebih percaya diri melanglang buana melihat keindahan biota alam di tepian pantai Pulau Air ini. Namun, saya memberanikan diri melepaskan pelampung sehingga lebih leluasa masuk ke kedalaman laut, melihat lebih dekat terumbu karang, ikan-ikan kecil, manis dan berwarna, kerang, rumput laut, ubur-ubur, dan biota laut indah lainnya.

Indah, mempesona itulah yang kami lihat atmosfer di bawah air Pulau ini. Begitu eksotis. Sayangnya, terkadang pesta snorkeling  kami agak terganggu saat air laut secara kejam mampir ke mulut, sehingga mengganggu tenggorokan, karena selain asin, air laut terasa begitu pedas dan menyebabkan batuk yang lumayan mengganggu. Tapi, tak perlu khawatir,  itu hanya terjadi sebentar saja kok, karena kami sudah mulai terbiasa menggunakan alat-alat snorkeling.

Ada satu hal lagi yang cukup mengganggu, yaitu beberapa terumbu karang, terutama yang berukuran lancip, terasa begitu perih saat bersentuhan dengan kulit kaki dan tangan. Walhasil, beberapa titik di lutut dan pergelangan kaki saya berdarah-darah dan meninggalkan luka baret ringan. Lumayanlah dapet  oleh-oleh dari snorkeling.

Sayangnya kami tidak memiliki kamera yang bisa mengambil gambar di dalam air, jadi beberapa dokumentasi hanya foto-foto saat mengapung di permukaan air laut, diambil oleh fotografer handal yang kita miliki, Pak Rei dan beberapa fotografer cabutan. hehe.

Bagi saya, pengalaman snorkeling perdana ini begitu mengesankan, berenang keliling di bawah air laut, mengamati hamparan surga dunia, berupa biota laut yang terlihat jelas dan indah dibalut air laut yang jernih, berhasil menghilangkan sejenak problema yang sedang dialami. Begitu menggetarkan. Ciptaan Alloh yang begitu mengesankan. Thanks Alloh atas ciptaanMu ini.

Snorkeling di Pulau Air kami cukupkan, bergerak menuju Pulau Karang Beras. Untuk kegiatan di pulau ini, kami putuskan untuk sekedar jalan-jalan berkeliling Pulau yang tidak berpenghuni ini. Kami bakar kerang dan melahapnya, foto-foto, melempar batu ke lautan, dan bercengkrama di atas daratan sempit ini.

Selesai di Pulau Karang Beras, sebelum pulang ke Pulau Tidung, kami menyempatkan snorkeling tahap kedua di Pulau Tidung Kecil. Menyapa Terumbu karang, kerang, ikan-ikan manis dan colorful serta ubur-ubur. Masih indah, dan semoga keindahan bawah laut ini tetap lestari dan terjaga. Dua rekan kami sudah terlihat kelelahan, sehingga memutuskan untuk tidak terjun snorkeling dan hanya menjadi juru foto dari perahu. Kasian deh.

Indah, mengesankan, menggetarkan, mempesona, melihat satu dari banyak ciptaan Alloh di bumi ini. Ditambah suasana ukhuwah yang terjalin di antara kami. Semoga Alloh semakin mengekalkan ikatan ini. Terbayang, suatu hari nanti ke Pulau ini kembali bersama keluarga, bersama istri dan anak-anak tercinta, wisata massal. Dengan 10-12 keluarga. It will be so interesting. Can’t wait for this moment.

"Allah menundukkan lautan untukmu, supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seidzin-Nya dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan mudah-mudahan kamu bersyukur" (al-Jâsyiyah :12)

----------------to be continued ------
note: foto-fotonya insya Alloh menyusul ya! Foto-foto diatas merupakan ilustrasi mirip seperti yang kami lakukan di 3 Pulau
----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

2 komentar:

Maryulisman mengatakan...

Mantap euy... ada info yg kurang, apa ya...? biaya, ya biayanya brp ya?

banna mengatakan...

@maryu: paketnya terjangkau kok akhi,,, 260rb per orang, detailnya nanti ya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host