Kamis, 09 Juni 2011

Berjilbab Saja Harus Memohon Saat Ujian SNMPTN


Aneh memang di jaman modern saat ini, kebebasan mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dikekang. Hal ini terjadi ketika ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kemarin. Terkait dengan jilbab yang dipakai saudara perempuan saya.

Hari pertama ujian SNMPTN, saudara perempuan menuju SMA Negeri 34 Jakarta yang berlokasi di jalan Margasatwa Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan. Saat sesi pertama akan dimulai, salah satu pengawas di ruangan tersebut (seorang ibu) meminta saudara perempuan saya dan satu lagi peserta yang berjilbab untuk membuka jilbabnya. Alasannya karena ini sudah PERATURAN!!!

Mohon maaf, peraturan dari mana ya BU??? akhirnya saudara perempuan dan siswi berjilbab lainnya menolak dengan halus dan memohon (miris sekali di Negeri yang katanya ber-HAM ini harus memohon untuk menunaikan kewajiban) untuk terus memakai jilbabnya.

Akhirnya satu pengawas lainnya (seorang mahasiswi berjaket almamater kuning) menengahi dan memutuskan boleh tetap memakai jilbab dengan syarat telinganya kelihatan. Ya Alloh, peraturan aneh apalagi ini. Tapi, karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saudara perempuan dan peserta berjilbab lainnya tetap memakai jilbab dengan style aneh plus telinga telanjang.

Geram juga ketika mendengar cerita ini. Semoga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mampu menyadari dan memperbaiki keadaan.

Mungkin tidak beda jauh dengan kejadian terbaru terkait tim nasional putri sepak bola Iran yang dilarang bermain dalam ajang Kualifikasi Olimpiade London 2012, dikarenakan squad mereka memakai busana muslimah dan berjilbab. Masya Allah! Apa Kata Dunia !




19 komentar:

Ryan Aziz Al Halim mengatakan...

Mereka lebih taat peraturan manusia daripada peraturan Allah. kesal, geram, campur aduk baca kisah antum. HAM cuma ada untuk mereka yg bukan Islam mungkin ya. :@

isw_banna mengatakan...

@ryan: semoga tdk terulang lagi

MahdiahMaimunah mengatakan...

kok bisa ya???
kmaren sya tes snmptn tpi ga ad praturan kyak gitu? ttep bisa meski pake jilbab...

banna mengatakan...

@mahdiah: makanya saya juga heran, adik saya langsung sms temen yg tes di bandung, ga ada aturan pake jilbab tuh

Anonim mengatakan...

Aturan yang dibuat memang berdasarkan sebuah tindakan antisipasi kecurangan, yang semula memang banyak terjadi kecurangan dengan berdalih menggunakan jilbab. Misal, beberapa tahun lalu jaman masih pake UMPTN terjadi seorang calon mahasiswi terbukti menggunakan alat komunikasi jarak jauh yang diakukan sebagai alat bantu dengar.. dengan menggunakan Jilbab dia hampir tidak ketahuan..

Sebenarnya jika pemerintah mau melakukan, bisa kok semua tetap pake jilbab, dan orang yang perlu alat bantu dengar juga tetep bisa ikut SNMPTN tanpa melepas alat.. Khan bisa ruangan dikedap gelombang radio... Alat Jamming gelombang pun bisa dibuat dengan murah dengan radius yang lumayan kuat..

Saya sih, salut pada si penegak aturan dan pengguna jilbab yang taat pada aturan agama.. Kembali.. siapa yang bertanggung jawab.. Ada yang tidak mau capek menegakkan aturan:pemerintah

w@hyu mengatakan...

turut berduka mas.
kasihan yg ujian itu, pasti konsentrasinya sudah buyar bukan hanya karena harus 'berdebat' dulu sebelum ujian tapi juga karena memikirkan telinganya sepanjang ujian.

semoga tidak terulang lagi. aneh aja di negeri yg mayoritas muslim, tetapi hak mereka sebagai muslim dihalang-halangi. apa kata dunia?

Anonim mengatakan...

biadab

Anonim mengatakan...

peraturan yg lotol,tp tdk aneh karena HAM hanya alat untuk menghaburkan islam

Anonim mengatakan...

bkin kesalaja nie petugasnya, maksudnya ingin mengurangi kecurangan koq malah melanggar HAM

Tiket Murah mengatakan...

Saya heran....dinegeri yg penduduknya muslim ...hal-hal seperti itu masih saja terjadi....

isw_banna mengatakan...

@anonim: subhanalloh, jawaban yang paling bijaksana,,,,,, terima kasih ya salut pada si penegak aturan dan pengguna jilbab yang taat pada aturan agama.. Kembali.. siapa yang bertanggung jawab.. Ada yang tidak mau capek menegakkan aturan:pemerintah

ASAZ mengatakan...

ga ada aturan kyk gitu kemari juga saya jd pengawas SNMPTN yg pake jilbab boleh kalau ada pengawas kayak gitu itu aturan sendiri, mesti dilaporkan ke komnas HAM

banna mengatakan...

@kang asep: iya, adik sya juga sempat sms ke temannya yg tes di bandung ga papa pake jilbab

Sangatta mengatakan...

Oh No.........,!!!

Mugniar mengatakan...

Aturan aneh ... dituntut saja itu panitia di lokal itu! Harusnya yang gak boleh masuk yang paha/dadanya kelihatan..

banna mengatakan...

@sangatta: begitulah

@mugniar: sepakat malah yang pakaian gak wajar diperbolehkan

Anonim mengatakan...

bisa diseret tuh pengawas ke KOMNASHAM, kalo KOMNASHAM gak respon bubarkan aja... Gak da guna..
Dasar udik!! 10 tahun saya pake jilbab besar sepinggang ikut UMPTN aja gak diapa-apain kok!

banna mengatakan...

@anonim: makanya aneh memang di tempat lain nggak gitu

Amalia Rizki mengatakan...

Peraturan yang aneh menurut saya. 2010 saya ikut SNMPTN dengan lokasi di UGM dengan kerudung sepinggang juga tak masalah. 2011 saya kembali ikut SNMPTN dengan lokasi di UIN JOGJA dengan kerudung yang sama juga tak masalah. Begitu juga teman2 saya.

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host