Selasa, 28 Juni 2011

Kisah Saya Menjadi Pecundang Sewaktu SD


Pikiran ini seakan melayang ke masa-masa lampau saat SD ketika membaca tekad Alif dalam Ranah 3 Warna. 
Aku bukan pecundang. Aku ingin membuktikan kepada mereka semua, bukan mereka yang menentukan nasibku, tapi diriku dan Tuhan. 
Banyak dari kita yang bisa jadi berpikiran sama dengan Alif, tokoh dalam Novel kedua dari Trilogi karya Mas Ahmad Fuadi.

Jadi teringat, semasa SD banyak yang mengejek ketika mencoba dalam ajang kompetisi Pembacaan Puisi dalam rangka Porseni (Pekan Olah Raga dan Seni) yang diadakan tahunan. Teman-teman sempat nggak yakin saya mampu menembus seleksi tingkat Kecamatan. 

Latihan saya lakukan hampir tiap hari sepulang sekolah di bawah asuhan pak Harno, guru olahraga yang punya bakat seni. Mulai dari olah vokal, artikulasi, intonasi, tone suara, power dan tetek bengek lainnya. Tibalah hari yang dinanti: kompetisi perdana dalam hidup saya. Puisi bertajuk 'AKU' karya Chairil Anwar menjadi saksi bisu perjuangan saya dalam ajang ini. Alhamdulillah di usia yang cukup belia 10 tahun waktu itu saya berhasil melangkah ke tingkat Kabupaten. 

Lunturlah perlakuan under-estimate beberapa teman. Hingga akhirnya masuk tahap Provinsi yang merupakan lompatan terbesar dalam hidup saya ketika itu. Meski di level ini belum berhasil menggondol Piala, saya cukup puas bisa terpilih ke tingkat ini. Hal ini semakin menguatkan saya untuk berani meraih mimpi. 

Satu hal yang tak kalah penting, bisa membuat Bapak dan Ibu sedikit bangga dengan prestasi ini. Melanglang buana ke Kecamatan - Kabupaten - Provinsi dan sedikit uang pembinaan yang bisa saya berikan ke mereka.


Bagaimana kisah Anda?


bonus:
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika bukan mereka sendiri yang merubahnya..." (Ar Ra'du 11)

5 komentar:

Seseorang yang tak berhenti berharap mengatakan...

Saya waktu SD pernah beberapa kali ikut lomba, pertama siswa teladan, cuma sampai kabupaten juara 3, terus olimpiade IPS juga cuma sampai kabupaten juara 2.
nah, pas SMP ketemu deh sama juara 1 dari lomba2 tersebut. waktu di SMP yang diikutkan lomba2 tsb ya otomatis yg juara 1-nya, bukan saya. Tapi waktu ujian akhir, ternyata saya bisa mengambil alih juara 1 dari mereka... :)

banna mengatakan...

@om yudhi: wah prestasinya banyak ya.... ck ck ck mantab

Seseorang yang tak berhenti berharap mengatakan...

nggak banyak sih, habis itu relatif nggak pernah lagi juara2. :)

Wahid Nugroho mengatakan...

ane dulu waktu sd ribut mulu sama temen sekelas hehe...
sayang, temen kelahi ane udah meninggal duluan :(

banna mengatakan...

@wahid: untung ane gak pernah berantem ma ente ya? jadi bisa hidup ampe sekarang. masya Alloh Aqidahnya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host