Kamis, 16 Juni 2011

Merayakan Gerhana Bulan dengan Sholat. Mau?


Dini hari ini (16 Juni 2011) terjadi Gerhana Bulan Total Terlama sepanjang sejarah. Bayangkan saudara-saudara, 100 menit lamanya. Mengingat pelajaran Science (IPA) jaman SD dulu, Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terjadi pada satu garis lurus di mana Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Masih ingat kan, Sobat? Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu pelindung. 

Uniknya seperti yang terjadi di Gombong, dipandu astronom amatiran Pak Ma'ruf diselenggarkan nonton bareng Gerhana Bulan Total, sambil mendengarkan ceramah seluk beluk gerhana bulan di masjid Asy Syifa kompleksnya. Tentu saja, termasuk sholat sunnah Gerhana Berjamaah sebanyaj 2 rakaat. Teleskop dengan kamera dan terhubung layar dan TV internal akan digunakan sehingga hadirin bisa melihat tanpa perlu berebut teleskop.

Alhamdulillah sejumlah daerah seperti Bogor, Semarang, Surabaya dan daerah lainnya menyelenggarakan sholat sunnah gerhana berjamaah di masjid-masjid setempat. Oh ya, hukum sholat sunnah gerhana sunnah muakkad lho sehingga amat dianjurkan seperti hadits yang telah disampaikan 'aisyah ra.

Sedangkan untuk juknis alias petunjuk teknisnya adalah: shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca Al Fatihah lagi kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. 
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901)

"Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari kerana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga habis gerhana." (HR. Bukhari & Muslim)

Esensi dari fenomena alam ini, semoga mengingatkan kita akan kekuasaan Allah Tuhan Sang Pencipta sekaligus menambah keimanan akan datangnya hari akhir (end of day) nanti wahai sahabat. 

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host