Jumat, 03 Juni 2011

Potret Mahasiswi Berjuang Demi Adik-adiknya Tanpa Perlu Menjadi Wanita Panggilan > Menjadi Satpam, Tukang Ojek, bahkan Kuli Bangunan


Satu lagi sosok inspiratif yang mampu membelalakkan mata kita saat membaca lika-liku kehidupannya,  Dora Indriyanti Tri Murni (25). 


Terlahir sebagai anak pertama, Dora memiliki tanggung jawab besar bagi dua adiknya. Sejak remaja, dia berjuang keras bagi cita-cita dan menafkahi adik-adiknya. Pagi kuliah, sore sampai malam jadi petugas satpam, dini hari mengojek. Kini, gadis perkasa itu terbaring di rumah sakit.


Seperti diberitakan, Dora merupakan pasien RS. M. Djamil Padang yang mengidap penyakit langka yaitu darah akan merembes dari pori-pori kepalanya bila berpikir terlalu berat. Pada beberapa kondisi, darah juga keluar melalui hidung dan telinganya. Hingga kini, jenis penyakit Dora belum juga diketahui. Sementara, tim dokter yang merawat Dora terus berupaya memperdalam gejala penyakit yang terhitung langka tersebut dengan melakukan pemeriksaan sampel darah ke laboratorium di Jakarta.
Lulus SMA tahun 2003, Dora merantau ke Batam. Di kota ini ia menjadi operator mesin di salah satu pabrik elektronik dan bekerja demikian giatnya. Hingga suatu hari ia tumbang setelah menanggung keletihan luar biasa. Dora terjatuh dari lantai dua dengan kepala membentur sejumlah anak tangga. Pengobatan saat itu tidak tuntas dilakukan karena keterbatasan biaya.
Terjatuh dari tangga tak membuat Dora kapok bekerja. Justru ia semakin terpacu karena dua adiknya, Dwi Indosi Novia Timurni (23) dan Doni Nofitra Adi Putra (17), masih memerlukan dirinya.
Sebelum dirawat di RSUP Dr M Djamil, Dora tinggal di kontrakan bersama adiknya, Doni, dan dua sepupu mereka di Padang, sementara Dwi Indosi berada di Medan.
Tanggung jawab pada adik-adiknya makin menjadi setelah kematian ibunya pada 2007 dan keputusan ayahnya untuk pergi ke Duri, Riau. Dia pun berupaya keras melakoni pekerjaan apa pun demi membiayai adik-adiknya, terutama Doni yang kini masih sekolah di SMAN 15, Padang.
Sadar bahwa banyak hambatan untuk bekerja kasar jika berpenampilan sebagai wanita, sejak pindah ke Padang, Dora sengaja mengubah identitasnya menjadi “pria” dengan nama panggilan Adit. Dengan penampilan pria itulah ia pernah bekerja sebagai petugas satpam, tukang bersih-bersih, hingga mengojek. Semua dilakukan demi menggapai cita-citanya menjadi sarjana,
Dora antara lain pernah menjadi petugas satpam di PLTD Pauh Limo, Padang. “Saya juga merangkap sebagai petugas kebersihan di sana,” katanya lirih saat ditemui di rumah sakit. Ia juga tidak malu menjadi buruh bangunan dan tukang ojek.
Dari hasil kerjanya itu, dia sekarang tercatat sebagai mahasiswa semester VI di Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Padang. Dari hasil kerjanya itu pula, dia membiayai sekolah dan makan dua adiknya.
Kesulitan yang dialami dan banyak orang di sekelilingnya adalah motivasinya ingin menjadi sarjana hukum. Kata Dora, ia ingin jadi pengacara agar bisa membantu orang-orang susah seperti dirinya.
Sambil kuliah, gadis yang berpenampilan tomboi tetapi berwajah manis itu tetap bekerja keras. Pagi hingga sore ia kuliah, sementara waktu sisanya digunakan untuk melakoni pekerjaan apa saja yang halal.
Hanya sekitar dua jam dalam sehari ia menggunakan waktunya untuk tidur.
Semoga menginspirasi Anda, ya Sahabat!

(dari berbagai sumber)

----> Terbukti, mencari Rupiah Halal disini, sederhana dan logis


petunjuknya klik PANDUAN MENDAFTAR IDR-CLICKIT

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host