Sabtu, 16 Juli 2011

Adakah Ritual di Malam Nishfu Sya'ban?


Hadis-hadis yang Yang Terkait dengan Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban 
Rasulullah Saw bersabda, "Jika malam nisfu sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasa pada siangnya. Karena sesungguhnya Allah turun pada saat menjelang terbenam matahari ke langit yang paling terdekat. Lalu Allah menyeru, 'Siapa orang yang beristighfar kepadaKU maka akan AKU ampuni. Siapa yang meminta rizki, maka AKU akan memberikan rizki. Siapa yang sakit, maka akan AKU sembuhkan! Siapa yang begini, siapa yang begini...dan seterusnya hingga terbit fajar" HR. Ibnu Majah, Baihaqi dalam Syu'abul Iman dari Imam Ali karamahullahu Wajhahu


Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah turun pada malam nisfu sya'ban ke langit terdekat. Memberikan pengampunan lebih banyak dari jumlah bulu domba Bano Kalb". HR. Tirmidzi, Ibnu Abi Syaibah, Al Baihaqi, dan Ibnu Majah dari Aisyah.



jika hadis hadis tersebut diatas kedudukannya kuat dan selamat dari penyakit hadis, maka akan menjadi dalil dan hujjah bagi keutamaan malam nisfu sya'ban. Namun sangat disayangkan, ternyata hadis-hadis tersebut mendapatkan komentar dari para ulama hadis dan mereka melemahkannya. Sebagian dari muhadisin mengatakan bahwa hadis pertama sanadnya adalah dhaif (lemah), diantara mereka adalah Al Iraqi. Sedangkan Al Hafiz Al Mundziri berkomentar bahwa hadis yang ketiga sanadnya "Layyin" (lembek). Bahkan Al Hafiz Abu Bakar Al Araby mengakatakan, "Tidak ada yang shahih tentang Nisfu Sya'ban".

Meskipun hadis-hadis ini memang dhaif, namun kita tidak bisa mengingkari bahwa malam nisfu sya'ban memiliki keutamaan daripada malam-malam lainnya di bulan ini. Bila ingin melakukan shalat malam, maka lakukanlah shalat yang disyariatkan dan bila ingin melakukan shaum di siang harinya, maka lakukanlah shaum yang disyariatkan. Demikian pula melakukan hal-hal yang mustahabbat pada hari-hari tersebut, sesuai dengan kaidah mengamalkan hadis dhaif dalam fadhail amal. Namun dengan syarat, tidak menganggap sebagai ibadah. sebab tidak ada dalil dalam hal tersebut.


Keyakinan Masyarakat Awam dan Ibadah di Malam Harinya
 1. Ada yang berkayakinan bahwa malam ini adalah malam diangkatnya amalan. Diketahui bahwa malam tersebut bukan malam nisfu sya'ban, tapi malam lailatul qadar sebagaimana pendapat yang rajih.

2. Keyakinan bahwa barangsiapa yang hadir pada saat berdoa di masjid selepas shalat magrib dan melaksanakan shalat sebagaimana yang disebutkan, maka ia tidak akan mati pada tahun tersebut. Padahal sudah jelas, bahwa Allah lah yang menentukan ajal. Mereka akan merasa menyesal apabila tidak bisa berkumpul malam ini. Hal-hal yang seperti ini adalah keyakinan yang batil dan tidak ada landasannya.
3. Membaca surat yasin pada malam nisfu sya'ban. mereka berkumpul dan membaca doa dengan cara tertentu. Mengenai hal ini saya belum pernah menemukan dalilnya. Karena sesungguhnya membaca Al Quran sangat disukai pada setiap waktu. Namun bila mengkhususkan hanya pada malam tersebut untuk membaca surat yang khusus, maka hal itu tidak pernah disebutkan dalam dalil apapun. Saya belum mendapatkan dalilnya tentang bolehnya hal tersebut, bila anda memilikinya, silahkan sampaikan ke saya.




4. Mereka mengatakan bahwa ada shalat khusus pada malam tersebut, yaitu 100 rakaat. Setiap rakaat setelah fatihah membaca QUL HUWALLAHU AHAD sebanyak 11 kali. Jika tidak sanggup, maka shalat 10 rakaat, setiap rakaat membaca 100 x QUL HUWALLAHU AHAD setelah Al Fatihah. 


Al Hafiz Al Iraqi telah membantah itu semua dengan mengatakan bahwa hadis tentang shalat pada malam nisfu sya'ban adalah hadis yang batil. Pendapat tersebut adalah pendapat mayoritas ulama.



Kesimpulan 
Jika disimpulkan, maka:
1. Malam nisfu Sya'ban adalah malam yang memiliki fadhilah (keutamaan). Menghidupkannya dengan bentuk ketaatan kepada allah atau shaum pada hari tersebut adalah suatu yg sukai

2. Mengkhususkan dengan ibadah tertentu seperti membaca yasin, shalat kheir, dan doa-doa khusus adalah sesuatu yang tidak ada dalilnya dan tidak memiliki tuntutan dari syariat.



(dikutip dari tulisan Imam Hasan Albanna)


from: www.islamedia.web.id

7 komentar:

Ryan Aziz Al Halim mengatakan...

Bermanfaat sekali akh.. Syukron sudah mengingatkan ;)

isw_banna mengatakan...

@ryan aziz: alhamdulillah kalo bermanfaat

Anonim mengatakan...

Mau melaksanakan silahkan..mau ngga silahkan..lanaa a'malunaa walakum a'malukum..sudah bosan berdebat hal2 khilafiyah begini..siapa takut bid'ah?!!

santri mengatakan...

ga usah dilaksanakan saja semua... , kan jadi ringan, manusia kan sukanya meringkas...

Chilfia Karunianty mengatakan...

nice posting :)

INSPIRASI mengatakan...

syukron akhi..

Ainami mengatakan...

sip

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host