Kamis, 21 Juli 2011

Akhir Cerita Sang Penghipnotis di PJMI STAN



---------------------------------------

Saya masih terbengong-bengong melihat si begundal ngebut di atas motornya dan berhasil membawa kunci kamar saya. Awalnya sempat bingung dan shocked, apa yang baru saja terjadi dan menimpa saya. Segera saya paksakan diri untuk sadar, dan menerima realita bahwa saya sukses dihipnotis dan ditipu oleh si begundal pembual tadi.

Secepat kilat bak tokoh kartun Flash Gordon, saya segera berlari berharap ada tukang ojek di kawasan sepi ini. Kosong! Tidak ada satu pun tukang ojek di dekat TKP. Saya terus berlari dengan nafas terengah-engah, sampai akhirnya melihat secercah harapan, ada sebuah motor di depan warung makan kecil. Terlihat seorang Bapak yang sedang lahap menyantap makanannya. Semoga ini tukang ojek.

"Ojek Bang" teriak saya kepada Abang di dalam warung

"Saya bukan tukang ojek, Mas...." jawab si Abang santai sambil terus mengunyah makanannya.

"Tapi, kalo ngojek mau nggak, Bang? "  tanya saya dengan penuh harap

"Boleh deh...." jawab si abang, sambil meneguk segelas es tehnya tanda makan telah tuntas.

Alhamdulillah, segera saya minta Abang Ojek Dadakan tadi berpacu menuju Kosan saya di kawasan PJMI. Berharap saya masih bisa menghadang begundal itu, sehingga laptop, dompet, 1 kg emas batangan  (upps maap yang ini salah) dan barang berharga lainnya yang ada di dalam kamar bisa diselamatkan.

Ternyata, dugaan meleset, motor begundal itu sudah sampai terlebih dahulu di kosan saya, termasuk satu rekan kriminalnya yang sejak tadi nankring di depan kosan. Astaghfirulloh,,,,, semoga masih bisa mencegahnya. Dari jarak 100 meter, terlihat begundal tadi keluar dari kamar kosan saya.

Jantung saya semakin berdebar-debar, sama seperti saat melihat pengumuman Hasil USM STAN dua tahun lalu, pikiran pun jadi semakin cenat cenut. Tapi, lho lho lho, kok begundal itu keluar dari kosan saya dengan wajah pucat seperti habis melihat hantu dan TANPA MEMBAWA APA-APA. Ada apakah gerangan? Dan, Lihat!!! dua begundal itu seketika melarikan diri ngebut terbirit-birit di atas motor mereka masing-masing. 

Selanjutnya, wajah Erik (teman sekamar saya) nongol dari dalam kosan dengan senyum puas.

----------------------------------------

Yup, Erik berhasil mematahkan tipuan sang begundal penghipnotis tadi. Saya pikir Erik masih ada kelas hingga sore ini. Ternyata ia pulang lebih cepat. Walhasil, ketika begundal itu masuk ke kamar kosan, Erik melihat kecurigaan pada penipu itu yang masuk kamar tanpa salam sedikitpun.

"Mana laptopnya Yanto? Sekalian handphone? Gua temennya Yanto dan disuruh dia untuk ngambilin Laptop dan Handphonenya!" kata si begundal saat masuk ke kamar.
(ini di luar rencananya, kok ada orang ya di kamar sang korban)

"Yanto? disini ga ada yang namanya Yanto!!!" gertak Erik yakin bahwa orang itu benar-benar penipu

"Apa? nggak ada yang namanya Yan... To??" jawab begundal tadi dengan mimik dan suara panik.

"Cepatan keluar dari kamar ini, atau....." Erik makin menjadi-jadi

Tahu aksi penipuannya terdeteksi dini, si begundal tadi keluar kamar dan lari tanpa mendapatkan apa-apa.
--------------------------------------------------

Erik : "Guh, kok sempet-sempetnya sih bohong. Pake nama samaran Yanto lagi waktu dihipnotis.."

Teguh : "Lho, Ente lupa ya. Kan nama ane emang Teguh Subiyanto. kalo di rumah sering dipanggil Yanto. Makanya saat dihipnotis, alam bawah sadar ane mengatakan nama 'Yanto' sama si begundal itu."

Erik : "Wah, ada untungnya juga sih. Jadi, 'kan ane tahu kalo si begundal itu bener-bener penipu. Masa' tiba-tiba masuk kamar nanyain Yanto? kan jelas-jelas penipuan. Hehe. Tapi, seru juga sih lihat wajah si begundal yang langsung panik dan lari terbirit-birit."

Teguh : "Thanks ya Gan. Ente udah nyelametin ane!"

Erik: "Bukan ane kali, tapi Alloh."

(Selesai)

note: seperti yang diceritakan seorang sahabat, mahasiswa STAN tingkat II, kejadian berlangsung jumat pekan lalu. Nama tokoh disamarkan. Menurut informasi terakhir, modus yang sama pernah terjadi di kawasan kos-kosan di Kalimongso dan Sarmili Jurangmangu.

4 komentar:

Maryulisman mengatakan...

Alhamdulillah.... Erik dan Teguh "yanto" sepasang sahabat yang super...

isw_banna mengatakan...

@kang maryu: alhamdulillah

dinoyudha mengatakan...

Smoga senantiasa dimudahkan oleh Allah swt untuk senantiasa berdzikir di setiap kesempatan..

banna mengatakan...

@akh dino: tepat sekali akhi, adik kelas kita itu sempat lupa tdk al ma'tsurat pagi harinya...

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host