Rabu, 31 Agustus 2011

Reportase Sholat Idul Fitri > From Nazaruddin Hingga Wafatnya Khotib



Pelaksanaan Sholat Ied hari ini (Rabu) terasa lebih meriah dibandingkan kemarin. Apa sebab? Karena mayoritas umat muslim di Indonesia berhari raya di pagi ini.

Suasana syahdu dan hari tentunya menyelimuti hati kaum muslimin di seluruh belahan dunia terutama di bumi nusantara. Namun, ada beberapa berita menarik dari beberapa tempat yang dapat kita ambil hikmahnya.

1. From Majalengka with Love
Reportase pertama datangnya dari Alun-alun Kabupaten Majalengka. Setiap insan pastinya mendambakan sebuah kematian dengan kondisi yang baik alias Khusnul Khotimah. Sebaik-baik amal adalah akhirnya.

Apa yang Anda pikirkan ketika Anda wafat dalam kondisi sedang menyampaikan Khutbah Ied? Bagi kebanyakan orang berpendapat betapa beruntungnya orang tersebut hingga layak disebut syahid (insya Alloh). Hal ini persis seperti yang dialami oleh Guru Besar UIN Bandung Hendi Suhendi saat memberikan khutbah kepada ribuan jamaah.

Seperti diberitakan detik.com, baru 15 menit berada di atas podium, tubuh Ustadz Hendi tiba-tiba terjatuh. Beliau dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Alloh melapangkan kuburmu wahai Guru Besar pembela dakwah islam ini.

2. From Tifatul to Nazaruddin
Dari Majalengka kita terbang ke Depok tepatnya di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dimana Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menyampaikan khotbah ied tentang hari kiamat. Tifatul sempat beberapa kali menyebut nama Nazaruddin yang shalat di sana.

Seperti dilaporkan Vivanews, dalam khotbahnya Oom Tifatul menyampaikan :
"Ada empat fenomena apabila manusia jauh dari Alquran. Pertama, karib dan gharib, yakni jauh dan asing. Allah sebenarnya dekat dengan kita. Wahai Nazaruddin, jangan dikira, kalau kita berbuat sesuatu Allah pasti tidak lihat. Tak ada yang tahu kecuali Allah,"
 "Sembunyi-sembunyi melakukan kejahatan, korupsi, maksiat, mengejar jatah rezeki yang haram, padahal rizki yang halal tidak akan dikurangi,"
 Sesaat riuh umat teredam, Tifatul kembali menyindir Nazaruddin dalam khotbahnya.

"Jika kita semakin jauh dari Alquran maka musibah berikutnya juga akan terjadi. Karena sesungguhnya Allah menerima taubat, ya Nazaruddin, ya wahai umat."
"Allah akan mendekat sehasta, kalau kita bertaubat kepada Allah, maka Allah akan berlari ke arah kita. Wahai hamba-hambaku yang telah melakukan dosa, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa," Tifatul menutup khotbahnya.


Bagaimana dengan sholat ied Anda tahun ini, sobat? Semoga bermakna dan mengesankan ya!

2 komentar:

Maryu mengatakan...

Khotib d tempat ana malah mensitir hadits tentang arwah keluarga kita yang tiap malam jumat kliwon datang ke rumah kita. Hm..padahal arwah gak mungkn kembali k duniaKhotib d tempat ana malah mensitir hadits tentang arwah keluarga kita yang tiap malam jumat kliwon datang ke rumah kita. Hm..padahal arwah gak mungkn kembali k dunia

isw_banna mengatakan...

@maryu: wah sayang sekali ya, perlu diluruskan tuh akhi

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host