Selasa, 13 September 2011

6 Pesan Moral dari Fenomena Aisha Wardhana di Social Media


Branding Image di social media, terutama twitter ternyata bisa memberikan tipu daya yang cukup dahsyat. Hal ini terjadi bagi seorang yang memiliki akun twitter Aisha Wardhana, yang belakangan diketahui bernama Caroline Ruhning Tyas Sasanti .

Banyak yang bertanya-tanya apa sih motivasi seorang Aisha memberikan kebohongan publik, bahwa ia ngaku-ngaku sebagai dokter dan terbunuh di Somalia? Mudah ditebak sobat, the answer is SENSASI.

Kronologisnya bermula ketika ACT (Aksi Cepat Tanggap)  pertama kali berkomunikasi dengan Aisha Wardhana melalui twitter, tepaatnya pasca meletusnya Gunung Merapi, 26 Oktober 2010. Saat itu, ia akun twitter @aishawardhana.  Akun twitter tersebut membuat branding-image untuk mengkampanyekan program-program ACT melalui social media ini.

Sayangnya, admin akun @ACTforhumanity kecele karena yang bersangkutan sering dipanggil “dok” dan “dokter” oleh teman-temannya.
Hati-hati ya, sekarang banyak yang ngaku-ngaku dokter (wah mirip reality show yang nggak ada bagusnya itu lho), atau pengacara atau bahkan Artis. Pelajaran Nomor #1.

Perlu dicatat person yang dikenal ACT melalui twitter sebagai “dr. Aisha Wardhana” ini tak pernah terlibat dalam aksi kerelawanan dan kemanusiaan ACT sampai pada 13 Juli 2011. Ketika itu, yang bersangkutan memention @ACTforhumanity dan @palangmerah tentang adanya sejumlah TKI yang menderita sakit, dalam perjalanan dengan kapal laut menuju Tanjung Priok setelah dipulangkan paksa dari Malaysia. Yang bersangkutan menanyakan apakah @ACTforhumanity dan @palangmerah bisa membantu para TKI tersebut.

Lalu ACT merespons dengan mengirimkan ambulans, perawat dan obat-obatan yang kemudian melayani para TKI di unit kesehatan di Pelabuhan Tanjung Priok bersama-sama tim medis lain dari panitia penjemputan TKI. Itulah satu-satunya keterlibatan Aisha (Caroline) dalam aksi kemanusiaan ACT. Ingat itulah satu-satunya keterlibatan Aisha. 
Pesan moral nomor #2, jangan terlalu Ge-Er (Gede Rasa), kalo kata motivator Jamil Azzaini, jangan merasa bangga suatu aksi berjalan lancar karena kerja kita. Padahal???

Melalui situs resminya ACT melakukan konfirmasi terkait keterlibatan Aisha dalam misi kemanusiaan ACT di Somalia. dr Aisha alias Caroline menawarkan diri untuk menjadi bagian dari ACTion Team for Somalia. Lalu ACT meminta yang bersangkutan memenuhi kelengkapan administratif yang diperlukan dan menjadi standar ACT. Yang bersangkutan menyanggupi. Ternyata, yang bersangkutan sehari sebelum keberangkatan tidak memenuhi persyaratan dan bahkan menyatakan belum bersedia diberangkatkan oleh tim ACT dengan alasan akan menikah. Lalu ACT mengupayakan penggantinya.

Jadi, ACT pada tahap pertama pemberangkatan tim tanggal 20 Agustus 2011 pukul 00.40 WIB yang terdiri atas Imam Akbari (Team Leader), Andhika Purbo Swasono (Logistik), dr. Adji Suranto SpA (medis) dan dr. Nahdlatul Ulami (medis), sama sekali tidak menyertakan yang bersangkutan. Ingat lho tidak ada nama AISHA WARDHANA dalam tim tersebut. 
Pesan moral nomor #3, janganlah mendompleng popularitas dari sebuah aksi sosial yang sedang populer, akibat fatal lho, hanya menurunkan integritas Anda.

Pesan Moral ke-4, kalo ingin serius menjadi relawan siapkan juga dokumen-dokumen standarnya, bukan modal badan saja ya. Kalau sudah sesuai alias lulus verifikasi, baru bisa diberangkatkan resmi oleh ACT dibekali dengan dokumen resmi termasuk paspor, visa, surat tugas, izin Kemenlu, izin keluarga dan lain-lain. ACT juga menyiapkan asuransi bagi seluruh anggota tim. Sedangkan dr. Aisha sama sekali tidak melewati fase ini.

Parahnya, tanpa sepengetahuan resmi ACT, yang bersangkutan memberi kabar via BBM bahwa dirinya dalam perjalanan menuju ke Somalia melalui Qatar untuk misi yang berbeda dengan ACT. Jadi, yang bersangkutan menyatakan tidak di bawah koordinasi ACT. K enyataannya? Aisha malah diketemukan di Karawang di rumah kontrakannya? 
Pesan Moral ke-5: Jangan Bohong (mirip lagunya Oom Firto ya?)

Hingga akhirnya terdengar kabar dari twitter tentang hilangnya @aishawardhana yang dimention ke ACT dan dikaitkan dengan misi kemanusiaan ACT di Somalia. Atas informasi media sosial tersebut, ACT merespons bahwa Aisha memang pernah mengikuti kegiatan aksi kemanusiaan ACT di dalam negeri, tetapi sama sekali tidak terkait dengan misi kemanusiaan ACT ke Somalia. 
Pesan Moral Nomor #6: kok bikin sensasinya terlalu ya, TERBUNUH, kalo beneran mati, gimana? Tamat Riwayatnya! Kan nanti bingung nyari pengganti admin @AishaWardhana yang fenomenal itu.


Bonus Klarifikasi ACT:

a. Aisha Wardhana alias Caroline Ruhning Tyas Sasanti bukanlah relawan yang resmi terdaftar di ACT. ACT memiliki standar administrasi rekruitmen relawan. Relawan bukanlah karyawan yang memiliki keterikatan formal.

b. Publik mempersepsikan Aisha dengan ACT salah satunya karena avatar (profile picture) @aishawardhana menggunakan gambar promosi Food for Somalia dari ACT.

c. Dengan kasus ini, sesungguhnya pihak ACT justru yang PALING DIRUGIKAN. Sebab, konsentrasi ACT menangani bencana kelaparan di Somalia dengan membawa nama bangsa Indonesia, menjadi sangat terganggu.

d. Kami berharap semua pihak jernih melihat persoalan ini dan kembali kepada substansinya untuk bersama-sama mendukung misi kemanusiaan dengan sebaik-baiknya agar bangsa Indonesia menjadi subjek solusi persoalan kemanusiaan di Somalia. Sehingga, nama bangsa Indonesia ikut harum di mata dunia.


Bonus Fakta tentang Siapakah Aisha Wardhana:

Aisha Wardhana seorang dokter, dia tidak pernah ke Somalia. Aisha lulusan D2 Sekretaris dan menjadi mualaf serta berganti nama sejak 2009. Aisha seorang janda.

Aisha ternyata berada kediamannya Aisha Wardhana alias Caroline R Tyas Sasanti di Griya Resinda, Kluster Times Blok G1 Nomor 6, Karawang, Jawa Barat.

Semoga tidak muncul lagi kebohongan-kebohongan publik layaknya @Aishawardhana. Mungkin, akun twitter tersebut pengen banget ngalahin popularitas @poconggg yang sudah menerbitkan buku best-seller hanya dalam waktu dua minggu. hehe.

2 komentar:

honeylizious mengatakan...

banyak banget pesan moral yang ada di dunia maya...

alhamdulillah tidak hanya di twitter kita bisa belajar hal yang seperti ini

slam kenal mas :)

internet security mengatakan...

emang gampang banget merubah informasi di social media..
ya tentunya dengan maksud penipuan

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host