Kamis, 01 September 2011

Kisah Pejabat Jujur yang Nyaris Mudik dengan Mobil Butut


Seorang pejabat tinggi yang dikenal jujur sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Dia bingung memikirkan pulang kampung alias mudik. Mobil yang dimilikinya sudah tua dan daya angkutnya sedikit. Padahal, keluarga dan saudara-saudaranya yang ada di Jakarta ingin mudik bareng dan minta dibayarin olehnya.


Saat dia kebingungan seorang pengusaha tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya sambil berkata, “Pak, diluar ada mobil Alphard model terbaru buat bapak.”

Dengan lantang pejabat itu menjawab, “Tidak! Itu gratifikasi atau penyuapan. Saya tidak mau gara gara kamu dapat proyek dari saya kemudian kamu memberi saya upeti berupa mobil itu.”

Dengan tenangnya pengusaha itu berkata, “Tenang, Pak. Gak ada yang tahu, Kok.”

Kali ini sambil menggebrak meja pejabat itu berkata keras, “Tidak! Sekali tidak ya tidak! Titik!”

Tidak menyerah pengusaha itu kemudian memberikan solusi, “Pak, bagaimana kalau bapak beli mobil itu dari saya?”

Sambil tersenyum pahit pejabat itu menjawab, “Maaf, saya tidak punya uang.”

Dengan cepat pengusaha itu menukas, “Santai, pak. Saya jual murah, 10 ribu rupiah saja.”

Wajah pejabat itu berbinar dan ia berkata, “Benar ya 10 ribu per mobil? Pakai kuitansi resmi, ya?” Pengusaha itu mengangguk tanda setuju.

Akhirnya sang pejabat mengeluarkan uang 100 ribu rupiah dari dompetnya dan diberikan kepada pengusaha itu.

Sambil menulis kuitansi si pengusaha berkata, “Maaf pak, gak ada kembaliannya.”

Dengan mata berbinar pejabat itu menjawab, “Gak apa apa, kirim sembilan lagi mobil model yang sama ke rumah. Jangan lupa kuitansinya, ya…”

Thanks to Oom Jamil Azzaini!

2 komentar:

nano_ic mengatakan...

Hahahaha...
Pejabatnya pintar atau licik ya?

banna mengatakan...

@nano: kayaknya cerdas deh he2

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host