Minggu, 25 September 2011

Obama vs Indonesia : Palestina Menjadi Anggota PBB

Obama
Kabar buruk datang dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Obama menegaskan dukungan AS terhadap Israel dan memperingatkan bahwa permohonan Palestina untuk menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tindakan sepihak dan karenanya tidak akan terwujud.

“Komitmen Amerika bagi keamanan Israel tidak akan goyah. Amerika dan Israel memiliki persahabatan yang dalam dan akan terus berlanjut,” kata Obama saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum ke-66 PBB di Markas Besar PBB, New York.

Penegasan Obama itu dinyatakan dua hari menjelang Presiden Palestina Mahmud Abbas mengumumkan keputusan opsi apa yang akan akan dipilih menyangkut niat Palestina mengajukan permohonan menjadi anggota PBB. Namanya juga PBB, jadi suatu resolusi, harus disepakati Dewan Keamanan PBB, yaitu dewan yang terdiri atas lima anggota tetap dengan hak veto (penolakan) –AS, Inggris, Prancis, China, Rusia– dan 10 anggota tidak tetap –Bosnia-Herzegovina, Brazil, Gabon, Jerman, India, Kolombia, Lebanon, Nigeria, Portugal dan Afrika Selatan. Resolusi hanya dapat disahkan jika setidaknya sembilan negara memberikan suara mendukung dan tidak ada veto dari satupun anggota tetap Dewan Keamanan.

Terbukti bahwa Obama semakin mempertegas niat AS untuk mengganjal Palestina di Dewan Keamanan dengan menggunakan hak veto.

Tokoh Indonesia
Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menegaskan bahwa permohonan Palestina untuk menjadi negara anggota PBB justru sesuai dengan proses perundingan dan dapat dibuat selaras dengan visi “dua negara (Israel dan Palestina) yang hidup berdampingan”.

 “Karena mungkin langkah itu (permohonan Palestina menjadi negara anggota PBB, red) bisa menciptakan momentum ke arah dihidupkannya kembali proses perdamaian,” ujarnya.

Dukungan berikutnya disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PKS yang juga Ketua Komisi Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat, Mahfudz Siddiq 

“Ancaman veto Amerika Serikat harus ditentang karena mengingkari janji-janji Obama saat pidato di Mesir pada 2009 mau pun di Sidang Umum PBB pada 2010,”
Mahfudz Shiddiq mengingatkan, Presiden Obama pada tahun 2010 di Majelis Umum PBB, secara mengejutkan berpidato: 
“Saat kita kembali di tahun depan, kita dapat menyepakati masuknya anggota baru dari PBB, yaitu Palestina Merdeka, Berdaulat yang brdampingan dengan Israel secara damai.”
Karena itu, rencana veto Amerika Serikat dalam sidang PBB mendatang dinilai Mahfudz membuat AS kehilangan kredibilitas sebagai kampiun demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia. Rencana veto itu juga menunjukkan AS tak berkutik pada tekanan Israel.

Menambahkan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Priyono Wibowo.
“Dengan menjadi anggota tetap PBB, maka Palestina memiliki hak-hak dan kedudukan yang sama dengan negara lainnya yang menjadi anggota PBB,” katanya
 (diolah dari dakwatuna.com)

1 komentar:

Umar mengatakan...

sudahlah... jangan pernah berfikir akan ada perdamaian antara palestina & israel.kalau kita lihat di Al-qur'an nurkarim sudah dari zamannya baginda nabi rosulullah s.a.w
israel berjanji mau gencatan senjata tapi nyatanya siapa yang melanggar janji tersebut ?? dan itu terbukti sampai sekarang.tidak akan pernah ada damai disana.memang harus salah satu ada yang tumbang baru selesai.sekarang tinggal kita yang befikir saja mau dipihak mana.
mana teroris yang katanya suka berjihad & sering meledakkan bom di negaranya sediri(indonesia) kalau ente memang mau berjihad menegakan & meninggikan nama Allah harusnya dipalestina & sekaranglah waktunya.

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host