Jumat, 23 September 2011

Tawassul vs Lampu Motor (inspired by. true story)


Langit jakarta malam ini begitu cerah, sisa-sisa purnama sang bulan masih terlihat merona di atas sana. Setengah sembilan malam, saya bergegas menuju parkiran kantor. Tiga gedung yang berjejer gagah di kantor ini terlihat sepi dan hening. Alhamdulillah, selesai juga pertemuan dengan rekan-rekan junior dalam nuansa saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Sayangnya, hari ini saya ke kantor tidak membawa motor.

------------------------------------ 
‘Mas, jujur, saya kok rada males ya kalo mau melangkah untuk Ngaji. Jadi, saya paksakan deh. Tapi, kalo sudah ngumpul gini. Kok rasanya beda ya. Alhamdulillah banget. Jadi lebih semangat.”  Rama, satu  rekan junior mulai membuka testimoninya.
“Kita kan sudah lima hari beraktivitas kerja membanting tulang (agak lebai sih), mbok ya Kasih porsi buat men-charge kondisi iman kita dengan Ngaji. Bukankah orang yang cerdas itu yang mampu mempersiapkan bekal sebelum mati?”  Radit mulai memberikan tausiyahnya.
------------------------------------

Perjalanan Ciledug-Rawamangun bukanlah perjalanan pendek dan singkat, butuh perjuangan dan pengorbanan lahir batin. Apalagi saat harus membawa motor (biasanya naik bus jemputan).

Motor pinjeman dari rekan kantor (Oji) sudah bertengger manis di parkiran. Saatnya pulang! Starter dinyalakan. Mesin berdegum. Namun tiba-tiba ada yang aneh. Lampu depan belakang tidak menyala. Saya utak atik tombol lampu, kok nggak ada respon. Innalillahi. Bagaimana bisa melintasi jalan-jalan utama Jakata yang ramai tanpa lampu di malam hari. Tapi, bukan hanya itu masalahnya, bisa kena tilang Pak Sulipi boss (uups Polisi maksudnya). Jadi teringat setahun lalu ditilang karena lampu motor di bunderan Senayan. Nggak Lagi-lagi deh.

Ke bengkel motor dekat kantor? Rasa-rasanya sudah tutup semua. Sudah belasan kali saya utak-atik tombol lampu dengan mengharap keajaiban terjadi. But, nothing happen.

Teringat sebuah kisah tiga pemuda yang terjebak di Gua dan mereka ber-tawassul (berdoa  melalui perantara) dengan ibadah-ibadahnya. Bismillah! Let’s Start the Magic. Saya pejamkan mata, dan keluar doa dari bibir saya,
Ya Alloh, saya sudah mengikhlaskan diri ini dengan pengorbanan lahir batin untuk mendampingi adik-adik mengenalMu lebih dekat, Mengaktualisasi nilai-nilaiMu dengan utuh dan beribadah dengan Khusyuk. Jikalau selama ini aku IKHLAS karenaMu, Tolong Hamba ya Allah, Bantu Hamba agar LAMPU MOTOR PINJEMAN ini menyala. 
Saya coba matikan mesin motor terlebih dahulu, lalu motor dinyalakan kembali. Ternyata lampu motor masih mati, lalu dua kali saya utak atik tombol lampu. Flip... Ahamdulillah Berhasil Menyala. Terima Kasih ya Allah. Akhirnya bisa pulang dengan selamat.

(isw_banna) >> twitter @isw_banna

1 komentar:

Fauzi mengatakan...

padahal dipinjemin udah ikhlas..sebenarnya ini cuma masalah skill...heheheee

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host