Jumat, 23 Desember 2011

Ternyata Beginilah Pria Menangis


Berikut akan disampaikan oleh-oleh saat mengikuti talkshow keluarga di kantor. Saat narasumber pak Satria Hadi Lubis (penulis buku best seller 'Breaking the Time' 'Burn Yourself') di sela-sela presentasinya membacakan sebuah puisi. Beliau yang juga widyaiswara (dosen) di kampus STAN sekaligus trainer ini sukses menghipnotis seratus lebih audiens.

Saya pribadi ikut hanyut dalam isi puisi yang begitu menohok. Pertama, semakin dikuatkan untuk mendedikasikan diri bagi sosok perempuan-perempuan penting dalam hidup ini (ibu, istri dan saudara perempuan). Kedua, saya jadi bernostalgia dengan masa-masa di bangku SD saat ikut kompetisi pembacaan puisi hingga tingkat Provinsi.

Well, tanpa berpanjang lebar, this is the poem that will inspire you all

Tahukah engkau
Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Tuhannya,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,
Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.
Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kekurangan.
Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.
Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.
Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki,
Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,

Namun...
Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya, 
di kesendiriannya  menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Tuhannya,
Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,


Semoga menginspirasi
iswandi banna
twitter iswbanna

5 komentar:

Ahmad Mushawwir mengatakan...

Sebuah puisi yang menyentuh . nice post and happy blogging

iswbanna mengatakan...

@ahmad: thanks bro

^Djar_Nafiza^ mengatakan...

subhanallah . . . .
my father my hero . . .

Anonim mengatakan...

Lebih lengkap nya bs dilihat disini mas...http://www.facebook.com/media/set/?set=a.227288583986061.51757.199131796801740&type=1....ak jg baru ketemu sumbernya...

endi sufyan mengatakan...

thx somuch mr. banna.

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host