Jumat, 06 Januari 2012

Belajar dari Da'i Muda asal Jogja

Belajarlah dari siapapun, termasuk dari seorang da'i muda Salim A.Fillah yang menyampaikan makna Syahadat dengan begitu piawai, bersahaja dan membuat definisi rumit menjadi mudah dimengerti. 

1. Ilmu
Ilmulah  yang membuat Adam ditinggikan di hadapan makhluk yang diciptakan terlebih dahulu (iblis dan malaikat) meski hanya terbuat dari tanah. Belajarlah dari Bani Israil yang memiliki keyakinan hanya dari keajaiban-keajaiban yang Musa lakukan. Iman yang begitu rentan tanpa diiringi dengan pemahaman. Walhasil, banyak Bani Israil yang membantah untuk turut berjuang bersama Musa dengan beribu alasan.

Raihlah ilmu yang mendalam dan menghujam dengan tetap mempertahankan diri agar jauh dari sifat sombong. Yakinlah di atas orang berilmu ada orang yang lebih berilmu (Yusuf:78)

2. Perpisahan
Ingatlah kisah Mush’aib bin Umair pemuda klimis dan wangi yang berubah drastis mengorbankan kenikmatan dunia untuk meraih kedekatannya menuju  Alloh.

Ingatlah kisah memilukan Sa’ad bin Abi Waqqash bersama ibunya. Ketika sang bunda mogok makan, melihat  Sa’ad masuk islam. Saad pun membujuk ibunda berkali-kali hingga keluarlah pernyataan yang begitu menggetarkan,” Seandainya ibunda memiliki seratus nyawa lalu ia keluar satu persatu, tidaklah aku akan meninggalkan agama ini walau ditebus dengan apa pun juga.”

3. Kebersamaan Alloh
Ingatlah kisah Hajar yang telah mengajarkan betapa ia merasakan kebersamaan Alloh. Hajar berlari-lari di antara dua bukit untuk mencari air ketika ditinggalkan oleh Ibrahim. Lelah sudah pasti dirasakannya, namun keyakinanlah yang membuatnya tegar berdiri di tengah padang pasir hanya ditemani si kecil Ismail. Hingga akhirnya Alloh membalas  ketegarannya dengan memberikan air yang muncul dari dekat kaki Ismail.

Termasuk memilih sahabat yang mampu meluruskan yang bengkok, mengingatkan yang lupa sehingga kebersamaan menjadi bermakna.

4. Perlombaan
Layaknya sebuah perlombaan, maka peserta diharuskan untuk melakukan registrasi. Termasuk  syarat dan ketentuan berlaku. Sama halnya dengan agama mulia ini setiap hamba mendaftar dengan Syahadat.  Coba kita bayangkan dalam perlombaan marathon tiba-tiba ada orang masuk rombongan peserta tanpa mendaftar lalu ia lari sekencang-kencangnya hingga finish di posisi pertama. Apa yang terjadi? Panitia tetap tidak dapat memberikan hadiah karena ia belum melakukan registrasi. Begitu pula dianalogikan dengan syahadat.

Layaknya kompetisi, sudah selayaknya kita berlomba-lomba mempersembahkan amalan-amalan terbaik. Sedekah? Jihad? Membaca Quran? Shoum? Karena surga akan memanggil-manggil hambaNya berdasarkan amal ibadahnya.

5. Dakwah
Kita  tidak mungkin masuk ke surga seorang diri. Sebaliknya, Setan pun sebagai musuh besar akan membawa sebanyak-banyaknya kawan ke dalam api neraka. Coba bayangkan ketika seorang manusia mendapatkan hidayah melalui perantaraan kita, sungguh ini lebih baik dari unta merah atau bahkan dunia dan seisinya.

Untuk itu, berkontribusilah  menjadi pembawa petunjuk, karena yakinlah  Rasululloh amat menginginkan ummatNya mendapatkan kebaikan.

(seperti yang disampaikan oleh Da’i Muda asal Jogja Ust.Salim A.Fillah dalam acara Mabit Masjid Baitul Ihsan BI di penghujung tahun 2011)

4 komentar:

CAPek-Ma mengatakan...

Luar biasa Allahu Akbar !!

maryu mengatakan...

Oh... antum hadir juga ya? Jazakalh ana jadi teringat kembali dg materi ust. salim A Fillah. Luar biasa... Kelahiran 84 seperti kita tapi ilmunya luar biasa....

iswbanna mengatakan...

@capek-ma: semoga bsa mengambil mutiara hikmahnya

@maryu: iya akh, ane jadi malu di usia ini belum berkontribusi banyak seperti beliau

iswbanna mengatakan...

@capek-ma: semoga bsa mengambil mutiara hikmahnya

@maryu: iya akh, ane jadi malu di usia ini belum berkontribusi banyak seperti beliau

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host