Selasa, 14 Februari 2012

Amanah Seorang Kakak


ilustrasi: google

Seringkali masalah muncul untuk menguji ketahanan diri. Malam lalu, Hasan menyampaikan kegundahan yang sedang dirasakan di keluarganya. Ya, lagi-lagi tentang adik perempuannya yang sedang beranjak remaja.

Yuni sang adik terlihat berubah semenjak masuk ke bangku SMA. Singkat kata, Yuni sudah mengenal kata ‘Pacaran’ dalam kamus hidupnya. Yah, cinta adalah bahasa jiwa yang menampung sejuta rasa. Apalagi ini menimpa abege yang notabene masih memiliki emosi yang labil. Rasa ingin dicintai, dimengerti, diperhatikan mencapai puncak kepuasan tersendiri dalam fase ini.

Di sisi lain, Hasan berpikir bahwa tanggung jawab ada di pundaknya untuk mengingatkan sang adik yang sedang dibuai asmara. Hasan sendiri termasuk remaja soleh yang bukan follower tradisi “Pacaran”. Beberapa waktu silam, ia sempat menyampaikan bahwa VMJ (Virus Merah Jambu) pun pernah mampir dalam hidupnya. Alhamdulillah, ia dapat mengendalikan nafsunya dan mengalihkannya dengan berbagai kegiatan positif lainnya, seperti futsal, ROHIS dan bernasyid.

Walhasil di rumah, kedua adik kakak tersebut seringkali  terlibat dalam perang mulut beradu argumentasi. Hasan merasa sebagai kakak tertua memiliki amanah untuk mengarahkan sang adik agar tidak terlalu jauh melangkah dalam pacaran dan pernak-perniknya. Sedangkan, Yuni keukeuh bahwa yang dilakukannya cukup wajar dengan bertemu sang kekasih, pegangan tangan, boncengan di motor telpon-telponan hingga larut malam dan berduaan tentunya.

Komunikasi
Komunikasi menjadi hal penting dalam meyikapi masalah ini. Buat suasana nyaman, sehingga sang adik mau bercerita kepada kita sang kakak. Sambil perlahan kita berikan pemahaman akan pergaulan dalam kacamata Islam.

Pantau teman-temannya
Teman menjadi satu senjata makan tuan. Ketika bergaul dengan teman yang berakhlak buruk pastinya mereka akan terbawa dengan bujukan dan bisikan yang bisa mengikis prinsip-prinsip yang sejak awal tertanam di keluarga. Sebagai kakak, kita pun berkewajiban mencarikan lingkungan yang kondusif dalam membentuk akhlaknya.

Mendoakan
Setelah banyaknya ikhtiar yang telah dilakukan, mendoakan menjadi senjata pamungkas untuk melengkapinya. Doakan adik kita untuk mengubah pola pikir dan akhlaknya. Mudah-mudahan Alloh memberikan hidayah kepadanya. Jangan menyerah untuk memohon kepada Alloh demi kebaikan adik kita. Alloh sedang menguji seberapa kuat kita menghadapinya.

Bagaimana jika kamu mengalami seperti yang sedang menimpa Hasan dan adiknya?

Inspired by True Story
Twitter: iswbanna


2 komentar:

Terapi Qolbu mengatakan...

Cinta adalah bahasa jiwa yang menyimpan sejuta rasa...hmmm....dahsyat

iswbanna mengatakan...

@terapi: begitulah cinta, kalo tdk dikendalikan bisa melenakan, kecuali cinta padaNya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host