Rabu, 15 Februari 2012

Kisah Romantis Suami Idiot


ilustrasi : google

Nampaknya, kita perlu belajar banyak dari kisah cinta sepasang suami istri berikut ini. Trisna sang suami yang idiot dan istrinya Trisni. Kisah ini ditulis oleh Pak Julianto seorang bapak yang rajin menulis buku tentang konseling. Layak menjadi rekomendasi romantisme sepasang suami istri selain tentunya kisah teladan nan romantis Muhammad & Khodijah atau  Muhammad & Aisyah.

And the story goes …

Di suatu desa yang kecil  hiduplah sepasang suami istri. Trisni dan suaminya Trisna. Trisna seorang pemuda idiot, namun dikenal baik di kampung itu.

Mereka baru menikah dua tahun dan belum dikaruniai anak. Mereka hidup dari hasil tani dan satu ekor  sapi. Meski sederhana dan suami idiot, jiwa Trisni tenang dan lembut.

Karakter jiwa yang baik dan sabar ini membuat rumahtangga Trisna harmonis. Beda dengan tetangga mereka keluarga Pak Nanda dan istrinya Nindi, meski banyak sapi dan luas sawahnya sering berantem. Masalahnya, bu Nindi bawel banget dan suka bantah suami.

Suatu hari desa mereka kena bencana kelaparan. Ladang kena hama, musim kering  dan tidak menghasilkan apapun.  Sapi mereka hanya ada satu. Suatu hari istrinya mengingatkan Trisna bahwa uang pembeli  beras sudah habis. Dia bertanya, mas apa yang harus kita lakukan karena beras sudah habis. Trisna menjawab: “nggak tahu”.

Sang  istri maklum dengan jawab suaminya, karena memang  idiot.

Mas gimana kalau kita jual sapi kita satu-satunya. Suami kembali menjawab: “ya, nggak tahu…”. Istrinya maklum.

Trisni berkata  ” kalau begitu mas besok ke pasar saja ya, jual sapi kita supaya ada uang beli beras.” Trisna pun menjawab: “iya, besok aku ke pasar.”

*******

Besoknya si Trisna pun berangkat ke pasar. Di tengah  jalsn para pemuda   desa yang sedang main bola mengganggu si idiot. ” Hei Trisna  mau kemana?”. Ia menjawab: ” Disuruh istri jual sapi ke pasar.”

“Hai Trisna skarang orang nggak punya uang, sapi nggak laku. Ini kambing kami, jual kambing saja, mari sini sapimu.” Lalu  diapun menerima tawaran tersebut.  Sapi ditukar dengan kambing.

Tak jauh dari tempat itu sekelompok pemuda desa lain mengganggu si Trisna  ”Mau kemana lu idiot?

“Aku mau jual kambing untuk beli beras di pasar.  tadi sih aku punya sapi… tapi teman temanku bilang tidak laku, jadi aku tukar sapiku dengan kambing  mereka.” Mereka mentertawakan si Trisna sambil  berkata: “Kambing juga nggak laku, jaman sekarang banyak maling di kampung kita. Lebih laku anjing ha ha ha… Ini anjing bawa ke pasar Trisna,  supaya  kamu bisa cepat beli beras, kamu kan sayang istri”. Si Trisna pun   setuju  menukar kambing  dengan anjing kampung yang kudisan.

Setiba di pasar Trisna berteriak menjajakan   anjingnya. “Anjing anjing..anjing anjing, bisa jaga rumah….siapa mau beli anjing….anjing.”.

Tiba-tiba seorang manajer marketing perusahaan elektronik dengsn mobil BMW  melewati pasar itu kagum dengan semangat pria penjual anjing tsb. Karena peristiwa itu tidak lumrah.  Dia berpikir mau rekrut si pemuda itu.

Diapun berhenti. ” Mas  jual anjing…. ? Yang lain tidak ada yg jual anjing, hanya Mas.  Apa ada yang beli…kok  semangat  sekali menjualnya…?”

Trisna menjawab: “Sebenarnya tadi saya bawa sapi, tapi………..” lalu ia  menceritakan pengalamannya bagaimana sapi jadi kambing lalu kemudian bertukar jadi anjing.

Keheranan manejer marketing itu makin menjadi jadi. “Mas, apa istrimu tidak marah jika tau peristiwa ini.?” Trisna  ketus menjawab “Tidak..tidak, sama sekali tidak. Istri saya tidak rewel, apalagi bawel…tidak!

“Ah masak sih  istri mas tidak marah?. Saya tidak percaya. ” Trisna  memotong percakapan: terserah bapak, yang penting istriku hormat sama aku meski aku ini bodohhh. Titik!”

Sang manajer itu lalu bertaruh dengan si Trisna. ” Mas aku nggak percaya. Ayo kita ke rumahmu. Kalau istrimu benar benar tidsk marah, mobil

BMW saya berikan kamu!”.  Trisna  menjawab: ” Boleh, silahkan, mari ke rumah saya. Yang tau istriku ya aku, sampeyan gimana sih…?

*******

Setiba di rumah  sang istri menyambut Trisna  dengan gembira. “Oh mas sudah pulang…. mana berasnya…?” sambil Trisni merangkul suaminya penuh mesra.

“Duh Trisni  saya belum sempat, karena anjing belum laku. Bla bla bla……. Lalu si idiot menceritakan  pengalamannya bagaimana sapi bertukar hingga  jadi anjing…”

Namun aneh istrinya tidak marah sama sekali. Trisni malah berkata:

” Ya  sudahlah  mas tidak  apa-apa….Mungkin belum rejeki. .rezeki itu….. selalu ada saja kok.  Kita sabar saja ya…..O ya,  mas lapar ya..nanti aku siapkan makanan dulu  ya. Soal anjing nggak masalah, besok bisa coba jual lagi. Tamu mas juga mau makan?”

“Mari pak silahkan duduk” sapa Trisni dengan  senyum ramah kepada tamunya yang sedang terpana dengan kejadian tadi

Lalu Trisna mendekati manajer tsb, “Pak, lihat sendirikan istri saya tidak marah, tidak rewel… Dia tetap senyum mengambut saya. He he he…meski miskin aku bahagia kok Pak, karena istriku baik…sayang sama saya….bagaimana, Bapak jadi mau kasi mobil ….he he he….?”

Dengan rasa  rasa malu, nyaris tidak percaya dengan kejadian itu,  sang manejer menyerahkan  kunci dan  surat mobil BMW itu pada  si Trisna. Sempat duduk lemes di kursi tamu yang sudah lapuk miliki keluarga pasangan romantis ini.

Usai membuatkan minuman, Trisna memberikan kunci mobil sambil menceritakan kronologi perjanjian dia dengan si Manajer tadi. Betapa girangnya hati  Trisni. Sambil memeluk Trisna dia berkata: ” Mas Trsna  duhhh   pergi  bawa sapi, pulang  bawa mobil  BMW. Mas memang pria paling pinterrr sekampung kita….he he….”

Betapa bahagianya keluarga Trisna dan Trisni. Benar juga kata si Trisni bahwa  rezeki itu nggak kemana-mana.

Thanks to Pak Julianto

tweet me @iswbanna

6 komentar:

saidialhady mengatakan...

mantep pak..
penuh ibroh cerita ini.. :D

yordaniac mengatakan...

Subhanallah, Allah yg mengatur

Anonim mengatakan...

MasyAllah. Sgt menginspirasi.

iswbanna mengatakan...

@said: bener bro, menggugah apalagi buat yg sdh punya pasangan


@dio: tepat sekali akhi

@anonim: semoga bermanfaat

NF mengatakan...

wiihh... ada ga ya di kehidupan nyata yang kaya gini hehe

Anonim mengatakan...

alhamdulillah.... aku dapet istri yang setia dan tidak pernah mengeluh, walau dulu dapetnya karena dijodohin...

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host