Rabu, 08 Februari 2012

Kisah Valentine Saya (Don't Try This)


Setiap jenak kejadian di alam ini memberikan banyak inspirasi untuk berpikir, meresapi dan bertindak. Berhubung saat ini bulan Februari, saya ingin berbagi masalah percintaan. Lho apa hubungannya ya?

Masih teringat 12 tahun lalu di Hari Valentine saat masih unyu-unyu di bangku SMA, seorang siswi menghampiri untuk memberikan cokelat di sudut perpustakaan. Nggak kebalik  ya? Untungnya Alloh masih memberikan pencerahan untuk tidak melanjutkan prosesi dengan alibi  ingin fokus mengejar prestasi dalam studi. Alhamdulillah, terbukti meraih NEM tertinggi saat kelulusan. Masya Alloh kok malah show-off ya.

Kembali ke topik. Sejujurnya saya ingin sekali menyampaikan unek-unek terkait Hari Valentine, yang biasanya digandrungi kawula muda setiap tanggal 17 Agustus. Eh Maap 14 Februari maksudnya. Fakta yang muncul adalah kawula muda (bisa adik kandung, adik kelas, teman  atau bahkan kita sendiri) tidak tahu tentang sejarah hari Valentine yang ternyata begitu kelam. Anehnya, kebanyakan kawula muda muslim ikut-ikutan merayakannya.

Yang dirayakan saat hari Valentine sebetulnya adalah kisah Guru ilmu Gnostisisme yang bernama Valentinius, seorang calon uskup Roma pada tahun 143. 

Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius terkait hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan". 

Sedangkan ajaran Gnosticism yang dibawa Valentinius merujuk pada bermacam-macam gerakan keagamaan yang beraliran sinkretisme pada zaman dahulu kala. Gerakan ini mencampurkan  berbagai ajaran agama, yang biasanya pada intinya mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya adalah jiwa yang terperangkap di dalam alam semesta yang diciptakan oleh tuhan yang tidak sempurna. Secara umum dapat dikatakan Gnostisisme adalah agama dualistik, yang dipengaruhi dan memengaruhi filosofi Yunani, Yudaisme, dan Kekristenan. (Wikipedia)


Ini baru satu versi, masih banyak versi lain yang tidak kalah membuat Anda bergidik terkait V3 (Virus Virus Valentine). Buat kamu-kamu pemuda muslim, berpikir ribuan kali ya untuk merayakannya.

To be continued

Iswandi Banna
Twitter iswbanna



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host