Selasa, 13 Maret 2012

Belajar dari Jenazah Olivia Dewi yang Rontok Terbakar

 gambar: google

Lagi-lagi kecantikan/ketampanan fisik bukanlah segalanya. Sayangnya atmosfer kekinian mengerucut pada mereka yang mempesona secara lahiriah-lah yang eksis. Padahal, bagi wanita, inner-beauty lebih menjanjikan dari sekedar physical beauty. Bagi kaum adam, menjadi pria metro-sexual yang tergila-gila dengan penampilan tidak ada bandingnya dengan pria uber-sexual yang mengedepankan prinsip dan komitmen.

Sebelum ngelantur lebih jauh, akhir pekan lalu kembali kita diingatkan Tuhan akan janji Maut yang siap menyergap siapapun, dimanapun. Tragis, seorang model remaja tewas seketika setelah kecelakaan maut Sabtu dinin hari (10/03). Sebuah mobil Nissan Juke melaju tak terkendali  dan menabrak tiang reklame di depan gedung Nugra Santana, Jalan Jenderal Sudirman. Naas jenazah pengemudi, Olivia Dewi (17) tampak mengerikan, hanya tinggal tengkorak. Bahkan saat diangkat dari mobil, jenazahnya rontok.

Menurut informasi, kuatnya tabrakan membuat mobil terbakar seketika. Kondisi korban sudah terbakar, tinggal tengkorak. Saat diangkat badan sudah pada copot-copot. Benar-benar sudah hancur. Dahsyat, ketika menyimak berita ini, pikiran, hati dan jiwa langsung berefleksi. Sungguh Alloh Maha Kuasa atas segala ciptaanNya. Anugerah fisik yang beberapa hari sebelum kecelakaan nampak ideal dan menarik (terbukti masuk jajaran Gadis Sampul) kita yang terlihat hanya seonggok jenazah yang rapuh. Seketika berubah menjadi pemandangan yang menakutkan.

Pertanyaannya: masihkah Anda sombong dengan keelokan wajah dan ketampanan fisik? Bukan berarti menafikan kondisi ini. Tetapi, ada ‘sesuatu’ yang lebih bermakna kecantikan qalbu yang merasuk ke dalam jiwa dan terlihat menjadi perilaku yang mempesona. Wajar, jika ada kisah inspiratif yang menceritakan seorang gadis yang mencoba menyampaikan isi hatinya kepada pemuda soleh. 

”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”

Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”

Wallahu’alam bishowab
Best regards
iswandi banna
twitter iswbanna

3 komentar:

emon gundul mengatakan...

gak ada yg bisa disombongkan manusia,,,
http://dinisked.blogspot.com/2011/06/sombong-nggak-banget-laaah.html

maryu mengatakan...

Subhanallah, menjadi tersadarkan diri akan kehebatan fisik yang memang tak ada harganya dibanding kehebatan jiwa

ade wifi mengatakan...

menyedihkan__ itulah penting nya menutup aurat ... innalillahiwainnailaihirajiiuunn...

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host