Selasa, 27 Maret 2012

Kisah Romantis Pasangan Senja

Ada banyak kisah menarik dari buku ‘Secangkir Teh Buatan Bidadari’ karya Mbak Fifi P. Jubilea penulis sekaligus trainer di bidang pendidikan. Buku ini berisi kumpulan kisah menarik yang mampu menguatkan kehidupan rumah tangga kita dengan pemaparan yang faktual dan unik. 

Alhamdulillah, saya berkesempatan membaca buku ini setelah mendapatkannya gratis saat mendaftarkan anak sekolah tingkat ‘nursery’ di salah satu sekolah swasta dengan konsep Islamic School. Berikut satu kisah inspiratif yang saya kutip dan edit tentang kisah bersahaja pasangan romantik di usia senja.
---------

Kami sudah tiga hari berada di kota Mekkah setelah singgah dua hari di Madinah dalam perjalanan Umroh. Bapak mertuaku ikut serta, walau sebetulnya beliau tidak pede pergi tanpa ibu mertuaku yang selalu setia mengurus keperluannya.

Tersisa lima hari, beliau sibuk membeli ini itu untuk ibu. Hampir semua yang dibelinya untuk ibu. Beliau juga sibuk meng-sms dan menelpon ibu. Mau tahu apa yang dibicarakan via telepon?
“Bapak baru selesai sholat dzuhur…”
“Ibu, jangan lupa kunci pintu ya…”
‘Ibu, Bapak baru saja belikan ibu obat sakit lutut, ini buatan Cina tapinya.”
Atau apa saja yang menurutku sih ecek-ecek. Namun, semua yang dilakukannya sungguh-sungguh dan serius, seakan-akan sedang menelpon seorang kepala Negara saja.

Sore itu, aku terenyuh ketika melihat isi tas bapak yang mulai jebol. Dengan sigap, segera aku belikan tas baru. Subhanalloh, semua yang dibeli bapak adalah buah cinta untuk ibu yang sudah berusia 67 tahun. Banyak sekali  obat sakit lutut dengan bermacam merek. Aku tahu inilah salah satu usaha penuh cinta untuk membuat ibu sembuh dari sakit lututnya. Selain itu, ada banyak pernak pernik untuk menyenangkan istrinya yang sudah tua dan tidak seksi lagi, namun tetap dicintai hingga akhir hayatnya.

Aku melihat dari pasangan suami istri itu adalah sebuah hakikat kawan hidup. Ya, kawan hidup untuk menghabiskan hidupnya di sisa umurnya. Kawan yang setia, yang selama ini teruji telah menghabiskan hari-hari bersamanya dalam suka dan duka hingga semua anak dewasa. Inilah suami istri sebagai kawan hidup. Ya, kawan yang setia dan selama ini tidak pernah berkhianat, menipu dan mengarungi samudera kehidupan dengan sungguh-sungguh, konsentrasi dan serius.

Bagaimana dengan kawan hidup Anda?

------------

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

note: foto dokumentasi pribadi

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host