Selasa, 03 April 2012

Dua Kisah Mencengangkan Bakti & Durhaka pada Orangtua

ilustrasi: contoh anak berbakti (dokumen pribadi)

Nampaknya, kita perlu mengambil hikmah dari dua kisah hidup berikut ini. Satu cerita mengisahkan kegembiraan ketika melihat bakti seorang anak kepada ayahanda tercinta. Sementara satu kisah di belahan dunia lain, dikabarkan seorang putra dengan sengaja membunuh sang bunda dengan senjata tradisional, Palu.


Sambil mendengarkan dua soundtrack favorit saya tentang orang tua Maher  Zain – Number One for Me (Mother) dan lagu Oom Luther Vandross – Dance with Father dengan seksama saya paparkan dua kisah tersebut:

Mantan Cleaning Service, Nasrin H. Muhtar, yang sekarang bertransformasi menjadi pengusaha jamu asal mataram ini menceritakan kisahnya, dalam tulisan oom Jamil Azzaini. Kisah pengabdiannya terhadap ayahanda tercinta.  Beliau berkata kepada ayahanda, 
“Bapak, jangankan uang, andaikan 2/3 nyawa dan energi  bisa saya berikan kepada bapak , saya rela asalkan Bapak bisa ke Tanah Suci. Berangkatlah, Pak ke Tanah Suci dengan tenang. Andai bapak harus meninggal di sana, insyaa Alloh saya ikhlas. Tetapi,  tentu saya lebih bahagia andai Bapak pulang sehat wal’afiat.” Nasrin kemudian memeluk dan mencium bapaknya.

Ajaibnya, kurang lebih satu jam setelah kejadian itu, ayahanda Nasrin sehat wal afiat dan berangkatlah beliau ke Tanah Suci. Sepulang dari Tanah Suci ayahanda sakit-sakitan. Hebatnya penyembuhan ayahanda tidak dibawa dokter. Justru Nasrin membuatkan kandang bebek dan memberinya 100 ekor bebek yang siap bertelur.

Ternyata, setelah aktif beternak bebek, Ayahanda sehat dan bugar. Kok bisa?
“Dengan beternak bebek Bapak bisa memberikan telur-telur bebeknya itu kepada cucu dan tetangga setiap hari. Hal itu ternyata membahagiakannya. Perasaan bahagia itulah yang membuat bapak saya menjadi lebih sehat. Ia merasa hidupnya lebih berarti dan punya makna.” Kenang Nasrin dengan mata berkaca-kaca.

Lain ceritanya dengan kisah remaja 16 tahun ini. Diwartakan dailymail.co.uk, Daniel, remaja asal Inggris ini terinspirasi melakukan pembunuhan setelah menonton adegan pembunuhan di opera sabun Coronation Street. Ia meniru pembunuhan yang dilakukan tokoh bernama John Stape. Setelah membunuh ibunya menggunakan palu, sang bocah kemudian menyiramkan bensin dan membakar tubuh ibunya. Naudzubillahi bin dzalik. Parah!

Pertanyaannya: sudahkah kita berbakti secara optimal kepada ayahanda dan bunda tercinta. Atau justru sebaliknya? Membunuh harapan orang tua untuk mendapatkan anak soleh/solehah yang mampu menghadiahi mereka dengan doa-doa yang memudahkan langkahnya di akhirat nanti. 

Do it now or you’ll regret then.

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

3 komentar:

Eswahyudi@fisika,foto lucu mengatakan...

Jazakalloh atas cerita inspirasinya Pak, hmmm jadi pengen cepat2 kaya di FOTO yang pertama nih n_n anda kelihatan lebih kurus nih Pak hehe

iswbanna mengatakan...

@eswahyudi: ayo segerakan akh. itu foto lebaran lalu

emon gundul mengatakan...

ijin share mas

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host