Kamis, 19 April 2012

Perjalanan Menaklukkan Curug Naga dan Curug Barong

Sejuknya alam Megamendung berpadu dengan cahaya matahari pagi yang merambat melalui celah-celah pohon menuju aliran sungai di bawa Curug Naga. Derasnya air menghasilkan harmoni percikan air jernih yang bergemuruh semakin menambah rasa syukur atas ciptaanNya di bumi ini.

Dua hari satu malam telah kami lalui, The Good Hunter (Gooter) di area Curug Naga-Curug Barong Megamendung Bogor. Alhamdulillah perjalanan Sabtu pagi lancar, dua jam pun sampai nyaris tanpa kemacetan. Maklum, banyak yang sedang fokus persiapan UN, sehingga banyak keluarga yang memilih tetap di rumah menemani anak belajar.

Beranjak menuju Megamendung, jalan berliku kami lalui, jalan rusak pun kami lalui, termasuk beberapa tanjakan tajam menuju area Curug Naga. Paul, Fakhri, Fathan, Syauqi, Anwar, Ayyash, Kholid, Fahmi, dan Farras siap mengarungi serunya river-tracking menuju Curug Naga dan Curug barong.

Tiba di lokasi, kami disambut Pak Syarif sang pengelola, lalu langsung disuguhi menu makan siang pertama. Dengan lahap kami santap nasi, ikan bakar,tempe, dan lalapan khas Sunda. Termasuk sayur asem yang datang sedikit terlambat. Maknyoss. Meski Syauqi sedikit complain, karena kurang suka makan ikan emas dengan banyak duri. But, that’s okay.

Setelah khusyuk makan siang, agenda berlanjut dengan sholat berjamaah jamak qashar dzuhur dan ashar. Agenda pemanasan pertama adalah menyusuri anak sungai di bawah Curug Barong. Kami siap dengan pelampung (Life-Vest) terpasang di badan dan siap tracking. Meski ada tiga orang yang kesulitan mendapatkan pelampung dengan ukuran yang pas.

Dinginnya air, tidak menyurutkan semangat kami untuk menyusuri aliran sungai cipratan dari Curug Barong. Batu-batu kali yang kokoh dan besar menambah eksotis pemandangan. Belum lagi debit air yang amat deras membuat kami harus lebih hati-hati. Walhasil, Anwar sempat terperosok dan terbawa arus sungai. Tapi, untungnya dengan sigap saya raih tangannya untuk mengangkat ke permukaan. Good Job. Terlihat juga kerjasama tim di antara mereka untuk saling mengulurkan tangan membantu melangkah ke level berikutnya. Meski terlihat sekali Paul begitu antusias hingga berada jauh di depan.

Seru, menyusuri sungai dengan arus deras kiriman Curug Barong membuat kami terlihat seperti penakluk Curug kalo tidak mau dibilang Bolang. Yang tidak kalah menantang adalah free sliding. Satu per satu kami meluncur dari derasnya arus dengan posisi telentang. Seru abiss, byurrr. Menuju kolam dibawahnya. Selesai free sliding, separuh dari kami mencoba flying fox yang membelah sungai. Tetep deg-degan. Sisa waktu menjelang maghrib kami habiskan bermain di aliran sungai yang begitu bersih bening seakan-akan mampu menjernihkan pikiran dari segala masalah dan kekalutan.

Malam hari, kami isi dengan up-close-personal dengan sesi sharing dan menambah kekompakan serta keakraban. Maklum di antara mereka masih terdengar debat kusir yang terkadang nggak jelas. Biasanya berawal dari Paul disusul Kholid yang terkenal aktivis. Permintaan maaf terlontar dari masing-masing mereka, termasuk ucapan terima kasih dan saran yang membangun bagi karakter teman-teman. Harapannya mereka bisa mengenal lebih dalam dan mampu memahami karakter masing-masing. Sehingga, dapat bersatu padu menjadi tim yang solid dan produktif dalam kebaikan.

-------

Cahaya sang fajar menerpa dua tenda tempat kami berteduh sekaligus istirahat. Udara dingin masih terasa menusuk tulang. Brrr. Dingin banget brow. Selesai shubuh berjamaah,  kami isi bensin terlebih dahulu dengan bubur kacang ijo. Sayangnya, banyak teman-teman ya nggak suka. But, the show must go on.

Berlanjut berkumpul ke lapangan, kami lakukan stretching guna melemaskan otot-otot dan pemanasan awal. Bang Darmaji, instruktur outbond pun memandu untuk melakukan beberapa games yang cukup menyenangkan. Dimulai dengan pembagian menjadi dua kelompok. Presentasi yel, yang kocak dengan gaya sang ketua grup “Bolang”, Syauqi memimpin lagu gubahan dari iwak peyek dengan gaya yang menggelikan. Nggak mau kalah Grup sebelah “Gembel” pun menampilkan yel dengan atraktif dipimpin Mr.Paul-the one and only.

Games pertama, adalah dengan membuat barisan berurutan berdasarkan (1) nomor sepatu (2) nomor rumah (3) tanggal lahir (4) jumlah pintu di rumah dan (5) besarnya lubang hidung (jorok.com). Lumayan fun-lah. Games berlanjut dengan membuat formasi duduk dua-dua, tiga-tiga, empat-empat, hingga lima-lima, dari posisi duduk secara bersamaan bangkit untuk berdiri. Sayangnya untuk formasi lima-lima kami cukup kesulitan untuk bangkit karena harus mengangkat beberapa teman dengan berat yang lumayyaaan. But, it’s done well. Games ditutup dengan permainan ular naga dimana peserta ditutup matanya dengan slayer dan sang ketua memandu menuju tempat yang ditentukan.

Berlanjut perjalanan menaklukkan Curug Naga. Badan sudah dipanaskan, otot sudah dilemaskan, pikiran sudah fresh, kami pun berlanjut meyusuri Curug Naga. Diawali dengan tracking menyeberangi anak sungai di bawah Curug Barong. Sekitar 1 km menapaki hutan menuju Curug Naga. beberapa teman sudah mulai megap-megap. Akhirnya, kita sampai pada track yang cukup curam, hingga harus posisi jongkok hampir merosot untuk turun menuju aliran sungai di bawah curug naga. Reremputan dan beberapa dahan menjadi pegangan supaya tidak jatuh tersungkur.

Lagi-lagi dinginnya air Curug, mampu meluluhkan rasa lelah dan peluh. Baiklah, siap menaklukkan Curug Naga. Sayangnya, debit air lebih deras dari sebulan lalu saat saya kesini. Ada tiga kolam dengan level ketinggian berbeda. Paling bawah, kolam satu, suasana sungai benar-benar natural, menyegarkan dan menyematkan aroma kayu yang eksotis. Batu-batu besar bertaburan dimana-mana layaknya meses di atas roti tawar. Sang pemandu dengan sabar mengarahkan kami menapaki aliran sungai di bawah Curug Naga, hingga sampai di kolam kedua.

Berita duka datang dari tim kami. Ternyata perjalanan ini memakan korban. Tapi, tenang Alhamdulillah tidak ada korban jiwa kok. Korban pertama adalah kacamata Kholid yang dengan asyiknya meluncur menuju derasnya aliran sungai. Tak terselamatkan. Terakhir, kacamata Farras pun menyusul raib, saat menyusuri aliran sungai menuju pulang. Insya Alloh ada hikmahnya, semoga bisa dibelikan kacamata baru oleh abi ummi nya ya.

Keindahan Curug Naga tidak akan habis digambarkan dengan kata-kata. Sang pemandu mengatakan kita tidak dapat meraih kolam ketiga alias Puncak Curug Naga karena arusnya lagi besar-besarnya. Padahal, kalo bisa sampai disana, free-falling 12 meter bisa kita lakukan. Quite Challenging!

----------------------
Belum cukup dengan Curug Naga, kami menuju Curug Barong. Setelah jalan menyusuri hutan sekitar 30 menit kami tiba di tepi jurang diatas aliran sungai Curug Barong. Inilah waktu untuk free-falling 3meter. Satu per satu kami mencoba sensasinya. Biasa, awalnya mucul adrenalin panik dan takut. Tapi, saat melompat semuanya lenyap menjadi nyali yang kuat.Burrr. Nyampe juga di air.

Niat menaklukkan Curug Barong seperti harus tertunda, karena sudah ada tim lain dari kampus STIS yang sudah masuk ke dalam. Sebenarnya bisa saja kita masuk menuju Curug Barong. Tapi, rasanya kurang private gitu. Halahh! Walhasil, kami habiskan berenang di bawah aliran sungai Curug Barong…

Momen yang menyenangkan bersama mengarungi Curug Naga dan Curug Barong. Semoga menjadi bagian kisah yang tak terlupakan bagi tim ‘Good Hunter’. Semakin solid secara tim semakin mantap ukhuwahnya, makin dalam dalam memahami karakter masing-masing, dan yang terpenting, makin bersyukur atas penciptaan alam berupa Curug (Air Terjun) yang luarr biasa dari Alloh Yang Maha Kuasa atas hamba-hambaNya.

Demikian reportase perjalanan Curug Naga 14-15 April 2012. Hope you enjoy it!

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

special dedicated to
Fakhri sang ketua yang telah sabar memimpin Grup Gooter (Good Hunter)
Fathan sang imaginatif thanks juga pinjeman mobilnya, salam juga buat abi n ummi yang dah ikutan nginep
Syauqi the smiling face, thanks juga mobilnya ya, salam buat Pa Arif
Anwar, the wise man sekaligus bendahara andal
Ayyash, sang pecinta alam
Paul, the sanguinist yang selalu mecairkan suasana
Farras, mister polos yang beranjak dewasa. lho?
Fahmi, sang master Multimedia yang cepet banget kedinginan. hehe
Kholid sang aktivis yang selalu punya cerita

5 komentar:

Agunx Agoenx mengatakan...

Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

Tentang Indahnya INDONESIA

www.jelajah-nesia.blogspot.com

Nur'aini Utami Rahmawati mengatakan...

mas, mau nanya dong...
waktu itu bermalam di sana'a di camping ground atau saung gitu yaa? terus budgetnya berapa? heheh
makasih sebelumnya :)

iswandi banna mengatakan...

@nuraini ada dua pilihan camping ground atau cottage
yg cottage mahal dikit

Nnoe mengatakan...

Minta coret" alamat jelas menuju lokasi curug naga melalui akses mobil dong gan

iswandi banna mengatakan...

@Nnoe gampang kok masuk megamendung lewatin pudikrem polri

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host