Rabu, 02 Mei 2012

Oleh-oleh dari Sang Pencerah

Selalu ada inspirasi saat bertandang silaturahim ke rumah salah satu tokoh masyarakat, Ustadz Romli Sian Mair. Beliau adalah lulusan Jami'ah Islamiyah (Islamic University) Madinah beberapa tahun silam.

Ustadz Romli mengajak kami menerawang ke masa lalunya, saat bercerita tentang fenomena keteguhan prinsip. Ustadz  kala itu besar dalam lingkungan pesantren di bilangan Jakarta Selatan, sempat terhenyak membaca berita di salah satu surat kabar nasional tentang mahasiswi yang keukeuh menolak membuka jilbab saat sesi foto ijazah. Salut akan kejadian tersebut, karena mindset beliau ketika itu adalah mana ada orang lain yang concern akan islam selain pesantren. Justru kesadaran berjilbab muncul dari para mahasiswi di kampus umum.

Pencerahan mulai datang menghampiri beliau. Ustadz semakin rajin berinteraksi dengan masyarakat menebarkan benih-benih kebaikan. Masyarakat dengan berbagai elemen membutuhkan arahan yang mencerahkan sekaligus menggerakkan. Beliau menegaskan, tidak harus menunggu memiliki kitab satu lemari untuk mengajak kebaikan. Sekecil apapun andil kita, tidak akan sia-sia di hadapanNya.

Mari sama-sama membina diri menuju syakhsiyyah islamiyah (pribadi yang memancarkan nilai-nilai islam). Jadilah pribadi kukuh teguh dengan gempuran paham-paham yang mampu menggoyahkan layaknya pluralisme, liberalisme dan sejenisnya. Beliau menambahkan tidak perlu menyesal terjebak dalam jalan kebaikan.

Ustadz Romli dengan piawai dan penuh tawadhu menjelaskan cara interaksi untuk menyampaikan kebaikan.
Ma’rifatun Naas: Mengenal karakter dan psikologi manusia
Ma’rifatul Bi’ah : Memahami lingkungan sekitar dan kecenderungannya
Ma’rifatut Tharikah: Mengetahui metode yang pas memikat hati

Beri yang masyarakat butuhkan untuk menjadi juru kebaikan. Lakukan dengan penuh cinta dan hati yang tulus diiringi dengan kontinuitas yang berkesinambungan. Jangan menyerah jika mereka belum beralih dari kemaksiatan menuju ketaatan. Ingat banyak kanal di Perancis yang diresmikan tanpa dihadiri oleh arsiteknya karena telah wafat. Begitu pula dengan semangat perbaikan, bisa jadi masyarakat berubah saat kita telah meninggalkan dunia fana ini.

“Dengan mengenalNya, dalam mimpi saja mereka takut untuk bermaksiat”. 

Terima Kasih Ustadz Romli untuk meluangkan waktu menjadi 'Sang Pencerah' bagi kami.

Semoga Bermanfaat

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

1 komentar:

edy.nasrudin mengatakan...

mantaps gan. jd rindu ama ustd romli

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host