Rabu, 18 Juli 2012

Puisi untuk Sang Pembantai Syria: Bashar Assad


Insiden pembantaian di Houla, Syria (Suriah,-red) yang menewaskan banyak korban jiwa adalah hasil bombardir  artileri militer Syria. Pasukan dibawah komando Presiden biadab Bashar Assad tengah gencar memberantas dengan keji warga yang dianggap menentang. Sekalipun mereka kaum perempuan dan anak-anak.

Berikut puisi yang ditujukan untuk Sang Pembantai Assad:

Assad,
Didn't you look, did not you see?
The fate of Mubarak, Ben Ali and Gaddafi
Utterly destroyed, oppressors shall be
History proved, for it's God's decree

Blindness can see in you, conceit
Morally you've lost, though you deny defeat
Ah, your sad fate isn't imaginary, but rather concrete
The sin of your father, why must you repeat

The world is furious, but what do you care
Shameless you feel, like Bush and Blair
To commit genocide,  you surely dare
Those in your way, none will you spare

Assad,
Let me remind you of a simple advice
Whatever you do, you shall pay the price
Punishment awaits, to be precise
For evil doers, God will suffice

In another dream I saw victory
As promised by God, as taught by history
The time is yet to remain a mystery
But when it comes you will perish, in disgrace and misery.


Saya bantu terjemahkan ya puisi inspiratif di atas

Assad,
Tidakkah Kau lihat, Tidakkah Kau saksikan?
Nasib Mubarak, Ben Ali, dan Gaddafi
Benar-benar hancur, Begitulah para penindas
Sejarah membuktikan, karena itu keputusan Tuhan

Kebutaan hati , kesombongan
Moral telah hilang, meskipun Kau menyangkal kekalahan
Ah, nasib menyedihkanmu bukan khayalan, tapi nyata
Dosa ayahmu, mengapa harus diulang?

Dunia murka, tapi apa Kau peduli?
Memalukan , seperti Bush dan Blair
Melakukan genosida, Kau memang punya nyali
Pada orang-orang yang menghalangimu, tak ada yang tersisa

Assad,
izinkan saya menyampaikan saran sederhana
Apa pun itu, Kau akan membayarnya
Hukuman menunggu, sebuah keniscayaan
Bagi pelaku yang kedzoliman, cukup bagi Allah

Dalam mimpi, kulihat kemenangan
Seperti dijanjikan oleh Allah, Seperti diajarkan sejarah
Waktu tetap menjadi misteri
Namun ketika datang masanya, Kau akan binasa, dalam aib dan penderitaan

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna 


references:
onislam.net
dailymail.co.uk


0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host