Jumat, 31 Agustus 2012

Coba Tengok Bahaya Syi'ah [Buka Mata Buka Telinga]

Tragedi Sampang  Membara membuat saya gregetaan dengan ketegasan pemerintah  dalam menindak kelompok Syi’ah di Indonesia. Padahal sudah jelas terdapat acuan hukum di negeri ini yang medeklarasikan kesesatan Syi’ah.

1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dalam Rapat Kerja Nasional 7 Maret 1984 M (4 Jumadil Akhir 1404 H) di Jakarta juga memberikan sinyal tentang bahaya dan penyimpangan dari ajaran Syi'ah.

2. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, telah mengeluarkan fatwa No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012, menjelaskan secara detail mengenai kesesatan dan penyimpangan ajaran Syi'ah.

3. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Madura, mengeluarkan keputusan serupa, Nomor A-035/MUI/SPG/2012. Dijelaskan di dalamnya bahwa ajaran Syi'ah adalah menyimpang.

4. Departemen (Kementerian) Agama Indonesia menjelaskan kesesatan Syi'ah dalam surat Nomor D/BA.01/4865/1983, 5 Desember 1983, yang berjudul "Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi'ah"

Sekilas Tragedi Sampang
Bentrokan di Sampang pertama kali terjadi  Desember tahun lalu yang dipicu karena penganut Syiah melanggar perjanjian dan kesepakatan yaitu “Dilarang Syiah mengadakan kegiatan di lokasi tersebut”. Anehnya lokasi yang masih disterilkan polisi/police line tersebut malah didatangkan material untuk membangun kembali, bahkan akan didirikan masjid syiah!

itulah yang memicu tragedi. Ditambah adanya korban ledakan bom gotri (bondet yang berisi gotri yang tertanam di areal pemukiman syiah) saat orang sunni melewati lokasi orang syiah tersebut pada hari ahad (26/8). Meledaknya bom itu membuat warga sekitar turut tergerak untuk marah. Lagi-lagi dibutuhkan ketegasan dari pemerintah dan aparat keamanan untuk menyelesaikan masalah Syi’ah ini.

Sejarah Awal Syi’ah
                    
Menurut terminologi, kata Syiah tertuju kepada satu sekte (firqah) yang mengaku sebagai pengikut dan pendukung setia Ali bin Abi Thalib dan keturunannya, sehingga menjadi nama yang khusus bagi mereka. Syiah adalah kaum muslimin yang menganggap pengganti Nabi Saw merupakan hak istimewa keluarga Nabi, dalam hal ini Ali ra dan keturunannya.

Syiah lahir karena simpati golongan kaum muslimin terhadap Ali dan keturunannya. Bahkan diantara segolongan kaum muslimin yang simpati terhadap Ali menganggap Ali sebagai sahabat Nabi Saw yang paling utama. Namun demikian, akidah Syiah berpijak di atas pencacian, pencelaan dan pengkafiran terhadap para sahabat Rasulullah.

Aktivis Syiah sering melakukan kampanye pendekatan atau penyatuan Sunni-Syiah, dengan tema Ukhuwah Islamiyah. Ini sebenanrnya siasat kaum Syiah agar bisa diterima oleh kaum Sunni (Ahlussunnah wal Jamaah). Padahal di Negara Iran sendiri, kaum Sunni tertindas dari berbagai segi, termasuk tidak diperbolehkan memiliki masjid sendiri.

Penyimpangan Aqidah Syiah

Dalam sebuah kajian mengenai Syiah di Depok, pengamat Syiah Prof. DR. H. Mohammad Baharun, SH, MA saat membedah buku "Mewaspadai Gerakan Syiah di Indonesia", mengungkapkan ajaran-ajaran Syiah yang menyesatkan. Nah, agar tidak tersesat, berikut ini adalah ajaran-ajaran Syiah yang menyimpang, sesat dan menyesatkan :

1. Aqidah Syirik, menisbatkan sifat Ilahiyah kepada imam mereka seperti pemilik dunia akhirat, rob bumi.
2. Aqidah Bada’, yaitu keyakinan bahwa Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak mengetahui.
3. Aqidah Raj’ah, yaitu kembali hidup sesudah mati sebelum hari kiamat.
4. Arroj’ah adalah salah satu diantara sekian banyak ajara Syi’ah Imamiyyah Itsna Asyariyyah (Ja’fariyah), yang jelas-jelas menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Ajaran Roj’ah ini menurut ulama-ulama Islam, telah membuat Syiah Imamiyah Itsna Asyariyyah (Ja’fariyah) masuk golongan Ghulaah. Ajaran tersebut sangat menyimpang dari ajaran Rasulullah Saw.

Arroj’ah adalah suatu keyakinan , orang-orang Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyyah (Ja’fariyah), bahwa suatu saat nanti, Imam mereka yang bernama Muhammad bin Husain al-Askari – yang dikenal sebagai Imam Syiah yang ke-12 dan sekarang menurut mereka masih sembunyi di dalam gua Sarro Man Roa, akan muncul kembali. Kemudian imam itu akan membangkitka Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah, Imam Hasan, Imam Husein dan imam-imam lain, serta orang-orang yang dekat kepada mereka.

Selanjutnya, semua orang-orang tersebut akan membaiatnya, yang diawali oleh Rasulullah dan disusul yang lain. Bersamaan dengan itu, menurut mereka, Abu Bakar, Umar dan Aisyah serta orang-orang yang dianggap zhalim oleh mereka, dibangkitkan dalam keadaan hidup untuk menerima siksaan-siksaan.

Sunni atau Ahlusunnah wal jamaah tidak membenarkan adanya ajaran Roj’ah dalam Islam. Bagi orang-orang yang berakal sehat, ajaran Syiah tersebut tidak dapat diterima.

5. Aqidah Taqiyyah, yakni suatu perkataan dan perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta dan kehormatan.
6. Aqidah Kema’suman Para Imam, yakni para imam mereka ma’sum (terjaga dari kesalahan dan dosa) serta mengetahui yang ghaib. Menurutnya, para imam lebih utama dari para nabi dan rasul, dan imam itu memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat dan para rasul.
7. Aqidah Syiah tentang Al Qur’an (Al-Kafi I/239): “Mushaf Fatimah itu ada dan tebalnya tiga kali lipat Al Qur’an yang ada, dan di dalamnya tidak ada satu huruf pun yang sama dengan Al Qur’an.
8. Aqidah Kota Najaf dan Tanah Karbala: Orang Syiah meyakini bahwa Najaf, Karbala dan Qum sebagai tanah haram, karena terdapat kuburan para imam mereka. Tanah Karbala, menurut orang Syiah, lebih utama daripada Ka’bah.
9. Peringatan Hari Aasyuroo, atau hari yang bersejarah Imam Husein, selalu diperingati kaum Syiah dengan jalan menangis, memukul-mukul badannya, bahkan ada yang melukai dirinya sendiri sampai berlumuran darah, ada yang memukuli badannya sendiri dengan rantai, bahkan ada yang melukai dirinya dengan belati atau pedang.
Bukankah Rasulullah bersabda: “Bukan dari golonganku, orang-orang yang suka memukuli wajahnya dan merobek kantongnya (pakaiannya) serta menyerukan kepada perbuatan jahiliyah.”

Perlu diketahui, bahwa orang-orang Syiah dalam memperingati hari Aasyuuro, mereka hanya mengambil satu peristiwa saja, yakni dimana pada hari itu, Sayyidina Husein menjadi syahid di Karbala (Irak). Atas kematian Husein kaum syiah menangis dan memukul-mukul badannya sebagai bentuk usaha menebus dosa orang-orang Syiah terdahulu.

Dalam kitab Attasyasyyu Baina Mafumil Aimmah wa mafhumil Farisi, disebutkan: Bahwa orang-orang Syiah juga berpuasa pada hari Aasyuuro, tetapi hanya sampai waktu Ashar saja. Berpuasa semacam ini jelas merupakan suatu perbuatan bid’ah karena tidak pernah dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Anehnya, orang Syiah selalu membawa cerita-cerita Karbala dengan mengkambinghitamkan orang lain, padahal mereka lah penyebab terbunuhnya Imam Husein di Karbala.

Riwayat & Hadits Palsu

Sejak dahulu, orang-orang Syiah sudah terkenal dalam membuat hadits-hadits palsu, bahkan mereka mempunyai keahlian dalam membuat riwayat-riwayat palu. Mereka tidak segan-segan mencatut nama-nama Ahlul Bait, demi kepentingan golongannya. Mereka juga terbiasa menghalalkan segala cara demi kepentingannya.

Begitu juga dalam memperingati hari Aasyuuro. Ulama Syiah dalam usahanya menguatkan cara memperingati hari tersebut, mereka telah membuat riwayat-riwayat palsu, dengan mengatasnamakan Ahlul Bait. Diantaranya sebagai berikut:

(1)Barangsiapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husein, maka Allah akan mengampuni segala dosanya, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan. (2) Barangsiapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husein, wajiblah (pastilah) dirinya memperoleh surga. Demikian jaminan dari ulama Syiah, cukup menangis atas kematian Sayyidina Husein ra sudah bisa masuk surga. Bukan itu ajaran Rasulullah Saw!!

Disamping itu, masih banyak lagi riwayat-riwayat palsu yang mereka buat, tidak kurang dari 458 riwayat, mengenai ziarah ke makam Imam-imam Syiah, bahkan dari jumlah tersebut, 338 khusus mengenai kebesaran dan keutamaan serta pahala besar bagi peziarah ke makan Imam Husein ra atau ziarah ke Karbala. Sebagai contoh:

1)Barangsiapa haji sebanyak 20 kali, maka ganjarannya sama dengan ziarah ke kuburan Husein sekali.

2) Barangsiapa ziarah ke makam Imam Husein di Karbala pada hari Arofah, maka ganjarannya sama dengan haji 1.000 kali bersama Imam Mahdi, disamping mendapatkan ganjarannya memerdekakan 1.000 budak  dan ganjarannya bershadaqah 1.000 ekor kuda.

3) Barangsiapa ziarah ke makam Imam Husein pada Nifsu Sya’ban, maka sama dengan ziarah Allah di Arasy-Nya.

4) Barangsiapa ziarah ke makam Husein di Karbala pada hari Aasyuuro, maka ia akan mendapatkan ganjaran dari Allah, seperti orang haji 2.000 kali dan seperti orang yang berperang bersama Rasulullah 2.000 kali.

5) Andaikan saya katakana mengenai ganjaran ziarah ke makam Imam Husein, niscaya kalian tinggalkan haji dan tidak ada seorang pun yang perhi haji.

Itulah diantara hadits-hadits palsu yang bersumber dari kitab Syiah: Wasaailussyiah oleh Al-Khuurul Amily (Ulama Syiah). Seperti itulah kedustaan orang Syiah.

Ajaran Nikah Mut'ah yang Menyesatkan
Mengenai Nikah Mut’ah, kaum Syiah menjadikan dasar ajaran Syiah, siapa mengingkarinya kafir. Mereka menganggap, menika mut’ah sekali akan menjadi ahli surga. Orang yang meninggal dan belum pernah menikah mut’ah , akan datang di hari kiamat dalam kondisi bunting. Derajat orang yang menikah mut’ah sekali seperti Husain, dua kali seperti Hasan, tiga kali seperti Ali, dan empat kali seperti Rasulullah Saw.

Penilaian Syiah terhadap selain kelompoknya (khususnya Sunni): Orang bukan Syiah adalah buta mata dan hati, terlaknat, sesat dan menyesatkan, murtad, kafir. Syiah memandang halal harta dan darah Sunni (Ahlu Sunnah), lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani. Wanita Syiah tidak boleh dinikahkan dengan laki-laki Sunni, karena ia kafir.

Solusi terhadap Syi’ah di Indonesia
Seperti yang disampaikan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dalam menindaklanjuti sikap tegasnya terkait manuver  kelompok Syiah di Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjend) MIUMI Bachtiar Nasir didampingi Fahmi Salim Zubair, M.A. (Wasekjend MIUMI) menyerahkan empat hasil penelitian MIUMI tersebut berisi:
1. Buku tentang penelitian lapangan berjudul “Syiah di Sampang” ditulis oleh Ahmad Rafi’i Damyanti. 
2. Buku “Himpunan Fatwa dan Pernyataan Tokoh dan Ulama Indonesia” tentang Syiah. 
3. Kumpulan dokumentasi (kliping) buku-buku Syiah Indonesia yang mencerca Sahabat dan istri Nabi Saw. 
4. Buku terbaru “Himpunan Fatwa Dr. Yusuf Al Qaradhawi tentang Syiah”, terbitan tahun 2009.

Ustadz Fahmi Salim Zubair, M.A  menyampaikan ada empat syarat agar Syi’ah bisa berdamai dengan kalangan Sunni [mengutip pernyataan Dr. Yusuf Qaradhawi kepada para Mullah dan Ayatullah (ulama) Syi’ah di Iran]:
1. Syi'ah harus akui secara tegas bahwa Al-Quran itu otentik (tidak mengalami tahrif).
2. Syi'ah harus menghentikan caci-maki terhadap sahabat-sahabat dan istri Rasul Saw.
3. Syiah tidak boleh menyebarkan fahamnya di tengah komunitas Sunni.
4. Harus ada pengakuan terhadap hak-hak kaum minoritas baik itu Sunni maupun Syiah

Bonus Satu:
Ada website yang fokus membeberkan sesatnya Syiah dengan video yang mencerahkan, langsung saja klik VideoSyiah.com yang telah  mengunggah ratusan video, di antaranya:

1. Imam mengetahui hal yang ghaib, memasukkan ke surga & Neraka, dan yang tidak berdoa kepada Imam Syi’ah adalah Syirik.
2. Imam Syi’ah diyakini sebagai pencipta yang mampu mengabulkan doa.
3. Syi'ah berdoa dan menyembah Imam Ali.
4. Ali, Hasan dan Husain dijadikan sebagai Rabb (Tuhan).
5. Syi'ah mengimani Aisyah RA istri Rasulullah sebagai wanita kafir dan sudah masuk neraka.
6. Syi'ah melaknat para shahabat Nabi Muhammad SAW.
7. Tiga kalimat Syahadat versi Syi'ah yang berbeda dengan Syahadat Islam.
8. Syi'ah meniru akidah dan ibadah non Muslim.
9. Ritual berdarah Syi'ah dalam beribadah, dengan menyayat kepala dan badan hingga berdarah-darah.
10. Akhlak Utama Syi’ah: Mencela dan Melaknat.
11. Akhlak Utama Syi’ah: Taqiyyah (Berdusta).
12. Lima Cara Memiliki Istri Menurut Syi’ah.
13. Fakta dan Data Syi’ah di Indonesia.

Bonus Dua:
Isi Rekomendasi Rakernas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat  7 Maret 1984 M, di antaranya:

1. Syiah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak membeda-bedakan—asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu Musthalah Hadist.
2. Syiah memandang “imam” itu maksum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syiah tidak mengakui ijma’ tanpa adanya “imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “imam”.
4. Syiah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan ke-imamahan-an adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.
5. Syiah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan. Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui keempat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syiah dan Ahlus Sunnah wal Jamaah seperti disebutkan di atas—terutama mengenai perbedaan tentang “imamah” (pemerintahan), MUI mengimbau umat Islam Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya paham yang didasarkan atas ajaran Syiah.

Semoga tercerahkan dengan pemahaman yang utuh ya, jangan sampai terombang-ambing dengan pernyataan-pernyataan yang tidak mengetahui permasalahan yang menyeluruh. 

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

referensi:
voa-islam
islamedia
fimadani
gensyiah
videosyiah


1 komentar:

Paket tour wisata muslim istambul turki mengatakan...

Terima kasih atas inponya, semoga bermanfaat untuk saya beserta keluarga hingga keturunan saya, mana yang baik dan benar.

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host