Kamis, 23 Agustus 2012

Trauma ke Alun-alun Kota Pemalang

Bumi Pemalang menampakkan kesyahduannya di malam hari. Setelah seharian silaturahim ke sanak kerabat, malamnya kami sempatkan berkunjung ke alun-alun kota yang terlihat ramai di masa Lebaran ini. Alun-alun masih menjadi tempat hiburan alternatif warga kota Pemalang untuk sekedar mengajak anak-anak naik kereta odong-odong lengkap dengan karaoke mininya, naik kereta mini, mandi bola, dan pernak pernik lainnya tanpa sekat hanya beratapkan langit malam.

Spot favorit kami adalah bakul Wedang Jahe & Sekoteng persis di depan Masjid Agung Pemalang. Terasa lebih nikmat sambil mencicipi Tahu Aci yang masih hangat membangkitkan selera. Sekedar informasi, di kota kecil ini memang nyaris tidak ada mall. Tercatat hanya ada satu mall di tengah kota, itu pun tidak terlalu mentereng. Nama mall-nya pun cukup unik, mirip-mirip perusahan bus antar kota antar provinsi Plaza Dedy Jaya (bukan promosi ya). Maka, alun-alun sekali lagi menjadi mall rakyat bagi warga kota Pemalang.

Ada kejadian yang membuat saya menyesal seumur hidup pergi ke alun-alun. Kok bisa? Malam itu setelah satu jam-an thawaf di alun-alun, waktunya kami harus meninggalkan tempat ini. Sayangnya, Kafi masih merengek untuk naik kereta mini. ‘Okey, Kid this is last play ya.’ Saya dan istri duduk di dipan kayu dekat permainan asyik menunggu sambil mata dengan khusyu tertuju ke HP dan jempol beraksi membalas beberapa BBM, Whatsap dan SMS Lebaran yang belum sempat dibalas.

Sesaat kemudian, melintas abang penjual minuman di depan kami. Saya masih asyik dengan HP namun dengan sopan berkata ‘Mboten, Oom’ sambil menggerakkan tangan tanda tidak membeli. Parahnya, saya tidak menatap wajah sang penjual.  Lucunya, sang penjual tadi tetap bertahan di depan saya sambil terus menatap seakan mengenali.

‘Iswandi ya?’ dengan logat khas ngapak Pemalang
Segera saya tengok ke sumber suara

Masya Alloh, ‘Budiyanto….’ (bukan nama sebenarnya)

Antara terkejut, bahagia, malu bercampur aduk
Terkejut karena ketemu dengan kawan lama SMA di alun-alun ini
Bahagia karena sudah 10 tahun tidak bersua
Malu karena sudah mengabaikannya dan nggak beli pula saking khusyuknya bbm-an

Akhirnya, kami ngobrol sekitar 15 menit-an karena sudah cukup larut dan Alhamdulillah pertemuan berlajut dua hari kemudian di ajang reunian SMK Texmaco Pemalang angkatan III.

Hikmahnya:
Jangan maen HP ya kalo ada penjual minuman melintas dihadapan Anda. Bisa jadi itu kawan lama Anda. Thanks for the inspiration, Sobat. Kebersahajaanmu begitu mengesankan.

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

ilustrasi: google

8 komentar:

yayan mengatakan...

Waduh kirain kenapa sampai trauma gitu Mas :D.

iswbannna mengatakan...

@yayan: sampeyan alumni Texmaco

Wahid Nugroho mengatakan...

jah, judul tulisannya lebay nih, kirain apaan hahaha

iswbanna mengatakan...

@nugie: you know me so well, whats ap ane ga nyampe ya

Anonim mengatakan...

lebih seru pas denger penuturan langsung dari penulisnya, apalagi diceritakan beberapa menit setelah kejadian, MALU-nya masih berasa, hehehe...piss

iswbanna mengatakan...

@anonim: wah iki sopo ya? boss chitu opo boss edhy?

Edis Denanto mengatakan...

Pastinya sangat amat terkejut,kangen dan campur aduk mas

iswandi banna mengatakan...

@edis pastinya

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host