Sabtu, 15 September 2012

Akhirnya Metro TV Minta Maaf Terkait Pemberitaan #ROHIS

Alhamdulillah kabar baik berhembus sore ini (15/9) . Akhirnya Pihak Metro TV, mengeluarkan permintaan maafnya atas pemberitaan isu sensitif terkait pola rekrutmen teroris baru yang bertendensius pada pendeskriditan Rohis.

Tak ayal, ribuan bahkan jutaan aktivis Rohis ,alumni Rohis juga aktivis dakwah menyatakan keberatannya kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dahsyatnya dalam 3 hari terakhir jejaring social (twitter, facebook), milis dan broadcast message BBM marak dengan penolakan pemberitaan Metro TV yang tendensius.

Baik kita coba simak pernyataan resmi Metro TV dikutip dari laman metrotvnews: 

Pada 5 September 2012, Metro TV mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.

Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Profesor Bambang Pranowo.

Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari
Metro TV. Untuk itu, Metro TV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.

--
Menarik memang yang disampaikan metro tv, mereka menyangkal menyebutkan secara ‘langsung’ bahwa bibit teroris muda berasal dari Rohis. Ya, dalam dialog disebutkan salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah.

Pertanyaannya adalah adakah organisasi ekskul lain yang dilakukan di masjid-masjid sekolah selain Rohis? Jelas ini tendensius sekali. Semoga Metro TV dan narasumber sedang tidak melakukan pembodohan  isu dari pernyataan kontroversial mereka.

Metro TV ternyata kewalahan setelah menjadi public enemy selama sepekan ini. Terima kasih kepada Anda yang telah ‘aware’ dengan mem-broadcast seluas-luasnya kepada masyarakat terlebih mengirimkan sms kepada pihak berwenang, yakni KPI.

Namun, begitulah soft-skill sebuah media apalagi stasiun TV ternama seperti Metro TV. Di paragraf terakhir pernyataan resminya mereka  kembali menegaskan bahwa tidak benar jika dikatakan telah menyebutkan Rohis sebagai sarang teroris. Ketiga narasumber yang hadir juga tidak pernah menyebutkan bahwa Rohis adalah sarang teroris dalam dialog tersebut.

Kembali ke tanggapan berikut:

Adakah organisasi ekskul lain yang dilakukan di masjid-masjid sekolah selain Rohis? Jelas ini tendensius sekali. Memang ketiga narasumber tidak menyebutkan kata ‘Rohis’ tetapi secara implisit jelah menjurus kepada Rohis yang dikenal sebagai eksul di masjid-masjid sekolah. Clear?

Yang pasti, at last Metro TV segera menyampaikan surat resmi dan tayangan lengkap ke KPI dan Dewan Pers. Syukur Alhamdu… Lillah!

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

11 komentar:

Risablogedia mengatakan...

good ...!
alhamdulillah...

Kim Da Rie mengatakan...

bagus deh kalau gitu...

AiF mengatakan...

kenapa sh islam slalu di pojokan... naRasumber di tv jg org islam tp kok bnci bgt am islam....

dedaun mengatakan...

"...Ketiga narasumber yang hadir juga tidak pernah menyebutkan bahwa Rohis adalah sarang teroris dalam dialog tersebut." Lah emangnya eskul yang di masjid PMR? Paskibra? Basket?. Cucu Cicit juga tahu kalo eskul d masjid ya Rohis? Begitulah kalo narasumberny Liberal dari UIN. ckckck...

Hafiza Husna mengatakan...

penyiaran bahwa Rohis itu Teroris bisa di tayangkan di televisi ,,kenapa minta maaf cuman berani lewat webb .
muncul di publik,, itu yang kami mau ,,!!

Anonim mengatakan...

Ga ada kata2 metro tv yg menyatakan maaf

Anonim mengatakan...

Kalau melihat pernyataan itu...
metro TV tidak meminta maaf secara tulus karena dia mengelak bahwa itu cuma salah tafsir

Anonim mengatakan...

sdh untuk kesekian kali @Metro_TV n
Media Indonesia menyudutkan Islam.
Sdh berkali2 juga disomasi n diprotes
tp tak kapok.
3. bnyk berita yg diprotes n disomasi tp
mrk bergeming. Sy akan paparkan
bebrapa fakta bkn krn sy benci agama
lain.
4. bg sy agama adlh hak individu.sy hny
ingin melihat media massa jgn jd alat
menikam agama lain. hrs dibebaskan..
5. ..media massa hrs dibebaskan dr
kepentingan agama. media massa
bertugas mereportase isu warga. bkn
mendistorsi.
6. pada era 2000-an, di mana sy bekerja
di Media Indonesia, ada empat
sekawan yg berperan dlm soal isu
agama.
7. Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman
Saragih n Laurens Tato, kebetulan mrk
non muslim n pengendali media grup.
8. 4 petinggi inlah yg punya peran pnting
mngakses berita.Surya Paloh tk tahu
mnahu.SP jg tk tahu kl bbrpa x
dsomasi.
9. sbg mantan penulis editorial, sy tahu
persis, bgaimana berita dimainan.sy
protes soal rekruitmen yg berbau SARA.
10. rekruitmen reporter sngat berbau SARA.
Di rapat besar, sy protes ke Elman..
11. rekruitmen reporter yg diterima bnyk
non muslim? Elman kaget.Dia blg
sepanjang sy kerja di media baru kali
ini dikritisi soal ini
12. jk ada 6 reporter yg diterima,
komposisinya, 2 Protestan, 2 Katolik, 2
Islam. Ini fakta bkn fiksi. saksi bnyk.

muhammad ilham mengatakan...

mulai hari ini, saya hapus metro dari chanel tv..

Anonymous mengatakan...

Metro TV Sudah TIDAK OBJEKTIF.. Mereka sudah SUBJEKTIF.. Hancurlah Metro-TV..! Masih banyak channel TV berita nasional yang lebih objektif.. Selamat Metro-TV, kalian baru saja melakukan BLUNDER..

jejak usaha mengatakan...

Blunder Media kembali terjadi....

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host