Kamis, 20 September 2012

Jalan Cerita Film Gay 'Cinta Terlarang Batman dan Robin' yang Kontroversial

Berita duka kembali beredar dari dunia perfilman. Apa pasal? Satu film kontroversial bertitel “Cinta Terlarang Batman dan Robin” diputar oleh sebuah organisasi yang memayungi Lesbian, Gay, Biseks dan Transeksual/Transjender (LGBT) yang bergerak di bidang media. Ternyata film tersebut telah diputar  pada tanggal 11 Agustus 2012.

Back to Film ‘Cinta Terlarang Batman dan Robin’ yang ternyata berasal dari buku kumpulan Puisi, Denny JA, "Atas Nama Cinta".  Setelah rilis April lalu, tokoh berpaham liberal ini mencoba kembali mengampanyekan liberalisme lewat puisi-puisinya dalam buku, film, seminar dan lain-lain. Buku Denny diterbitkan oleh Rene Book, yang juga menerbitkan buku “Irshad Mandji: Allah, Liberty and Love” yang kontroversial.  Dalam puisinya “Cinta Terlarang Batman dan Robin”, Denny pintar memainkan kata-kata untuk membela kaum Gay.


Denny JA Penulis puisi-esai JIL
Hingga seorang sutradara Rahadi M.A. [sebelumnya diberitakan Hanung Bramantyo] tertarik mengangkatnya ke layar lebar yang mengisahkan percintaan antara Amir dan Bambang dalam puisi tersebut dengan latar Pesantren. Tentu saja hal ini membuat sakit hati yang nyeri bagi umat islam, khususnya kaum Pesantren yang merasa dideskriditkan dengan film ini.


Berikut Jalan Cerita Cinta Terlarang Batman dan Robin
/1/
Sudah tiga kali
Amir terbangun lepas tengah malam:
Pukul 2.00 dini hari
Diselimutinya istri
Ia cium keningnya.

Ia pun keluar kamar,
Duduk di sofa
Sendiri saja –
Gelap menyelimuti.

Rasa iba melecutnya –
Tangis tanpa suara
Membentur langit-langit
Berantakan jiwanya.

Enam bulan sudah ia berumah tangga
Tanpa gairah, tanpa bahagia.
Kepada ibunya dulu ketika sakit parah
Ia telah menyerah untuk menikah.

Dicobanya segala cara,
Ditempuhnya segala jalan,
Tetapi segalanya sia-sia.
Hidupnya bertambah celaka.

Ya Allah, apa gerangan salahku?
Mengapa raga pria yang Kau-anugerahkan padaku?
Namun hatiku sepenuhnya perempuan?
Lelah sudah aku memakai topeng.
Topeng lagi, topeng lagi…

Kasihan ibuku,
Kasihan istriku,
Kasihan aku,
Kasihan Bambang, kekasihku.


/2/
Disebutnya nama itu berkali kali,
Bambang, Bambang…
Keduanya dulu bersama-sama
Di sekolah menengah dan di kampus.

Lampu ia nyalakan
Dan dibukanya laci:
Foto, puisi, tulisan, aksesori,
Semua memicu kenangan cinta terlarang.

Sepuluh tahun sudah
Mereka selam-menyelam
Membina kasih sayang.
Tapi itu haram, kata orang.

Akhirnya Amir pun menikah
Dengan gadis pilihan Ibu,
Bambang mengikhlaskannya,
Bambang mengorbankan cintanya.

Dan lihat, ada dua cincin
Di jari Amir:
Untuk istri di jari kiri
Untuk Bambang di jari kanan.

Malam Sabtu yang terasa sesak,
Malam Sabtu yang penuh haru,
Penuh isak dan gejolak
Ketika terakhir kali mereka bertemu.

Saat itu Bambang memintanya memilih
Amir, kau tak bisa lagi sembunyi;
Kepada dunia luar, nyatakanlah diri
Buka topengmu, katakan kau seorang gay.

Tapi Amir tak sekuat Bambang.
Ia selalu ragu dengan naluri homoseksnya,
Ia ingin patuh ajaran agama,
Ia terlalu cinta ibunya yang sejak lama ditinggal mati Ayah.

Sampai kapan kau bersembunyi?
Sekali gay, kau tetap gay
Menunda, menghindar, menampik diri
Hanya menambah panjang rasa nyeri, Bambang meyakinkannya

Nasihat Bambang benar belaka
Tapi aku tak boleh cepat putus asa
Tuhan memberiku tubuh pria
Harus kuikuti ajaran agama, gumam Amir meyakinkan diri.

Ujar Bambang,
Kalau begitu kita harus berpisah, Sayang
Bagaikan sembilu rasanya janji
Untuk tidak bertemu lagi.

Amir, kata Bambang, aku pamit.
Jadilah suami yang baik.
Aku akan raib. Malam pun tercecap pahit.
Aku akan segera pindah ke lain kota.

Aku kekasihmu, bukan penghalang hidupmu,
Kata Bambang melanjutkan,
Ini cincin dariku. Tak usahlah kita berjumpa lagi
Meski cintaku padamu tak kunjung henti.

Amir coba menawar
Walau ia nanti menikah, jangan itu jadi penghalang
Bambang mengulangi mantra yang sering ia sihirkan,
Amir, dalam hidup jangan bertindak setengah-setengah!
Apa pun yang kau pilih, lakukan dengan hati penuh –seluruh!

Bambang lalu menghilang tak tahu rimba.
Amir hidup bersama istri,
Tapi hati dan angan-angannya melayang
Mencari Bambang –selalu.

/3/
Sejak dulu Ayah dan Ibu
Tak pernah tahu
Kalau anak laki-lakinya
Suka nangis sendirian saja.

Di sekolah ia selalu bertiga
Bersama Sarinah dan Bambang
Membaca buku agama
Menyimak kisah nabi.

Dihafalnya segala ajaran
Tapi ia suka diam-diam bertanya,
Kenapa aku tak terpikat pada Sarinah, ya?
Padahal banyak anak laki-laki mendekatinya.

Bambang yang kekar,
Bambang yang baik hati,
Telah masuk ke dalam hidupnya,
Telah menguasai angan-angannya.

Wahai, Amir dan Bambang!
Batman dan Robin dari  desa!
Begitu teman-teman menjuluki keduanya
Amir dan Bambang hanya senyum saja.

Bambang disebut Batman,
Karena ia jagoan
Berani berbeda
Keras prinsip hidupnya.

Sedangkan Amir seorang peragu
Goyah pendirian selalu;
Karena akrab dengan Bambang Sang Batman
Ia kebagian sebutan Robin.

Eros telah menyatukan keduanya
Di sekolah menengah
Siapakah yang mesti disalahkan?
Semua terjadi begitu saja, tanpa rencana.

/4/
Pernah, ketika Amir iseng bertanya
Kepada guru mengaji
Tentang cinta yang tumbuh
Di antara dua orang laki-laki.

Sang Guru langsung berkobar,
Itu terkutuk, neraka, laknat,
Sampah yang dikucilkan masyarakat!
Disemprotkannya segala sumpah-serapah.

Kisah al-Quran pun disampaikan:
Tersebutlah ada segerombolan laki-laki
Mengepung rumah Nabi Luth
Yang punya tamu seorang laki-laki.

Para pengepung itu meminta Luth
Merelakan tamunya untuk digauli;
Dengan tegas Luth menolak
Tuntutan mereka yang tak berakhlak.

Diingatkannya azab Allah akan menimpa,1
Tapi orang-orang itu balik mengancam.
Luth yang tak berdaya
Mohon perlindungan Yang Mahakuasa.

Maka para Malaikat pun datang
Dan Luth pergi malam itu juga.2
Kampung itu pun segera diluluh-lantakkan
Murka Allah kepada mereka yang menyimpang.

Berdebar hati Amir mendengar kisah itu!
Hari berganti hari
Ia memohon kepada-Nya
Agar dijauhkan dari musibah cinta terlarang.

Sejak lama disadarinya,
Dalam agama apa pun hubungan itu dilarang.
Yang ada hanya kutukan, cemooh, serta ancaman
Bagi laki-laki yang suka laki-laki.

Hubungan yang melawan kodrat,
Cinta yang tak membuahkan keturunan,
Perbuatan bejat
Yang menjadi sasaran kutukan Tuhan!3

Ya Allah, jangan biarkan hidupku celaka!
Kuinginkan jalan yang diridhoi
Jalan Allah yang dirintis para Nabi
Pedoman hidupku di bumi.

/5/
Dikuatkannya niat
Menerjang benteng naluri;
Ia ingin mencintai wanita
Dan membentuk keluarga sakinah.

Suatu sore di sebuah taman
Didekatinya Sarinah, dirangkulnya, dipeluknya,
Diciumnya – siapa tahu asmara bisa menyala –
Semuanya sia-sia.

Perempuan muda yang cerdas dan ayu itu
Tak menumbuhkan gelora rupanya;
Tak dirasakannya getaran
Tak dialaminya sengatan – hambar belaka!

Sarinah sejak lama menaruh hati padanya
Ia coba layani saja;
Amir ingin belajar mencintai wanita
Walau hatinya hanya tergetar oleh pria.

/6/
Sampai waktunya Amir dan Bambang
Pindah ke Jakarta menjadi mahasiswa.
Langit terasa makin terbuka
Dan semuanya tampak beda.

Dalam komunitasnya, Amir
Berkumpul dengan sesama jenis –
Lepas apa adanya.
Begitu saja, bercanda bertukar cerita.
Tanpa topeng.

Desainer baju, ahli mode
Yang kondang di seantero negeri
Ada di sana.
Mata Amir pun terbuka.
Tanpa topeng.

Beragam pula mereka tampilannya:
Lemah gemulai atau gagah perkasa,
Semua hadir
Bagai sungai, mengalir.
Tanpa topeng.

Amir melihat sebuah dunia
Yang hanya bisa dijelaskan
Dengan cara yang berbeda,
Yang sama sekali tanpa prasangka.
Tanpa topeng.

Banyak yang sudah melanglang dunia
Giat menuntut perlakuan yang setara
Bagi laki-laki yang hanya bisa bahagia
Kalau hidup dengan yang berjenis sama.
Tanpa topeng.

Ujar Leo, menjadi homoseks bisa sejak bayi
Itu akibat kelainan genetis sejak lahir.
Kondisi ini tidak diminta oleh mereka.
Menjadi gay tak bisa disalahkan secara moral 4

Alex bilang, menjadi homoseks bukan kejahatan;
Dulu wanita dan kulit hitam juga warga kelas dua,
Tapi kini mereka setara
Karena mereka berjuang.5

Tengok di negeri Paman Sam, kata Roi berapi-api,
Dulu kaum gay dikucilkan
Kini, di militer kaum gay
Tidak dianggap persoalan.6

Di negeri itu, beberapa negara bagian
Telah mensahkan pernikahan homoseks.
Presiden Obama pun membela mereka
Resmi di sebuah jamuan makan malam.7

Martin meyakinkan, Mustahil berjuang
Jika tak bangga dengan jati diri kita selaku kaum gay;
Tanpa perjuangan itu, di Indonesia
Kaum gay selalu dituding sebagai penyimpangan!

Hendro pun menyambung, Langkah pertama,
Mulailah terbuka kepada dunia luar bahwa kita gay.8
Yakinkan bahwa kita manusia seperti yang lain juga,
Kita bisa merasa luka, sepi, dan jatuh cinta;

Ajaklah mereka berdiskusi, bujuklah mereka
Membaca buku, memperhatikan berita, menonton film,9
Jelaskan bahwa kita tak mau lebih

Kecuali diakui sebagai manusia saja – sama seperti manusia lainnya.

Semua yang telah diucapkan itu
Menyusup ke dalam kesadaran Amir;
Ia pun jadi sering merenung.
Apa yang perlu aku khawatirkan dengan menjadi gay?
Aku sudah terlahir seperti ini
Menjadi gay mungkin karena unsur genetisku
Bukankah ini pemberian Tuhan juga
Yang harus aku syukuri?

Tapi ia ingat Ibu yang sangat dicintainya.
Perempuan itu pasti tak bisa menerima
Ia Muslimah sejati, dibesarkan di keluarga yang taat
Di sebuah desa yang terletak di tepi negeri.

Pasti akan hancur hatinya
Kalau mengetahui bahwa anak laki-lakinya
Mempunyai sikap dan perbuatan
Yang akan membuat Allah murka!

Diingatnya juga guru ngajinya dulu
Yang berkisah tentang Sodom dan Gomorah,
Tentang laknat Tuhan kepada kaum homoseks.
Oh, no way, no way, ujar Amir.

Badai menerjang batinnya
Dan tetap ia rahasiakan nalurinya.
Biar komunitas kecil saja yang mengerti
Rahasia yang mungkin tersimpan sampai mati.

/7/
Amir tak pernah menyerah menjalankan ajaran agama.
Dicarinya Sarinah.
Ia hidup-hidupkan nyala api cintanya
Ia sangat ingin mencintai wanita.

Sarinah perempuan cerdas,
Gelagat itu semakin jelas ditangkapnya:
Amir ternyata hanya bisa ceria
Kalau Bambang ada di sampingnya.

Demikianlah maka hubungan
Antara Amir dan Sarinah semakin hambar;
Sarinah merasa tak nyaman
Akhirnya pergi juga meninggalkannya.

Amir berusaha menjadi laki-laki
Bagi Sarinah,
Tapi sia-sia:
Hatinya tak bisa direkayasa.

/8/
Kembali Amir di simpang jalan:
Bingung yang mana mesti ditempuh,
Yang kiri atau yang kanan.
Hatinya kembali rapuh.

Dibacanya buku pemberian Bambang
Tentang 100 tokoh homoseks dunia;
Orang-orang menjadikan mereka teladan
Sejarah telah mencatat keunggulan mereka.10

Saatnya aku terbuka bahwa aku seorang gay,
Setidaknya kepada ibuku dulu,
Ibu yang melahirkanku,
Ibu berhak tahu diriku apa adanya, ujar Amir.

Amir sudah memilih kata
Pengakuan akan disampaikan
Disusunnya cerita dan alasan
Penjelasan yang baik akan mengurangi pilu Ibu, pikir Amir.

Tapi niat Amir untuk mengaku
Diurungkannya kembali.
Saat itu sedang populer film Philadelphia;
Tergambar kaitan homoseks dengan AIDS, penyakit yang mematikan!

Amir mengumpat diri sendiri – sering
Bolak-balik berubah pendirian,
Mampus kau hati yang ragu
Hidupku tertawan kembali oleh topeng
Topeng lagi, topeng lagi…

/9/
Ibu Amir sudah curiga;
Kelainan yang diderita anaknya – semata wayang;
Tapi sebagai seorang ibu bijak
Ia ingin anaknya sendiri yang cerita.

Sikap Ibu akhirnya terkuak
Saat itu ia menderita penyakit berkepanjangan
Yang menyebabkan ia berpikir
Akan segera menyusul almarhum suaminya.

Waktu itu dokter memanggil Amir
Untuk mendampingi ibunya yang berjuang
Menghadapi akhir hidupnya.
Entah kapan, Tuhan yang menentukan semua, kata dokter.

Dokter yang bijaksana itu menyarankan
Agar Amir menggali keinginan Ibu
Yang masih terpendam.
Agar tak ada keinginan yang hanya tersimpan
Terbawa ke makam.

Saran dokter diterimanya. Tapi apa yang didengarnya?
Ibu justru ingin menggali pengakuan Amir,
Nak, ini waktu yang baik
Sampaikanlah rahasia dirimu yang terdalam, jika ada.

Dua keinginan bertempur kencang sekali di dada Amir
Ia merasa Tuhan sudah mengatur.
Sebelum kematian, Ibu harus tahu aku gay
Saatnya topeng kubuka untuk ibuku sendiri.

Tapi Amir tak ingin Ibu bertambah luka,
Itu menambah cepat malaikat menyabut nyawa.
Hatinya berdetak kencang
berlomba dengan detik jam;
Ia serba salah.

Amir tercekik, diam seribu bahasa.
Keluarlah aslinya, Amir yang peragu.
Akhirnya, ia hanya menitikkan air mata,
Aku hanya ingin kau bahagia, Ibu.

Akhirnya hanya itu yang Amir utarakan
Bukan pengakuan diri – lalu senyap
Tak kuasa ia buka topengnya di depan Ibu yang menjemput ajal.

Ia hardik dirinya sendiri
Mengapa tetap tak berani terbuka.

Tapi lagi-lagi ia hibur diri
Itu karena ia terlalu cinta ibunya.

Ibu tahu kelainan Amir
Anaknya semata wayang tumbuh sebagai homoseks;
Ibu hanya menyimpan prasangka itu rapat di hati
Amir tak tahu jika ibunya tahu.

Tapi sebagai Muslimah,
Ibu tetap berikhtiar agar Amir berubah menjadi lelaki normal,
Tak ada yang mustahil di bawah awan.
Apalagi doa seorang ibu menjelang ajal, pikir Ibu
Solusi harus tetap ia berikan untuk anak semata wayang.

Dengan lirih tapi bertenaga Ibu sampaikan wasiat,
Ibu ingin kau menikah
Melihatmu berumah tangga,
Hanya itu yang membuat Ibu bahagia, pinta ibunya.

Tiga bukit yang perkasa
Mendadak memberati punggungnya,
Angin taufan yang mangaduk samudra
Mengguncang-guncang sukmanya.

/10/
Bagaimana jika kau menikah dengan Rini? tanya Ibu.
Rini itu murid kesayangan Ibu,
Parasnya ayu
Kedua orang tuanya sudah tiada
Ia tinggal bersama pamannya yang miskin.

Bagaimana aku sekarang mesti bicara?
Apa yang bisa kuungkapkan
Di hadapan bunda tercinta
Yang ajalnya mungkin segera tiba?

Amir tak henti bicara kepada diri sendiri,
Bisakah hatiku nanti tergetar oleh Rini?
Ia pun terkenang Sarinah yang sudah pergi
Ia pun teringat Bambang, kekasih hati.

Ya, Allah, ujar Amir dalam diri,
Kasihanilah ibuku,
Kasihanilah diriku ini.
Mampukah aku melumatkan kerasnya batu?

Amir menguraikan simpul dalam benaknya
Dan berkata dengan santun,
Baik, Ibu, aku akan berumah tangga.
Dengan Rini, ya Nak, pinta ibunya lagi.

Demikianlah maka sejuta paku
Bagai gerimis entah dari mana
Menyusup ke dalam urat darah
Melumpuhkan semangatnya.

/11/
Ibu pergi menghadap Sang Khalik,
Innalillahi wa inna illaihi rojiun.
Namun, pesan Ibu harus ditunaikan.
Dan pernikahan pun dilangsungkan.

Seperti yang ia duga:
Apa pun yang diusahakannya
Tak juga tergetar hatinya oleh Rini
Meski Rini sudah habis-habisan mengabdi.

Mereka hidup sebagai keluarga umumnya,
Pergi bersama ke mana-mana.
Tetapi arus yang berada di dasar laut
Siapa gerangan bisa menghayati?

Hari-hari menjelma neraka,
Pagi, siang, dan malam bagaikan bara,
Kenapa hati tidak mau berdamai
Kenapa tak bahagia dengan istri yang setia?

Amir merindukan sebuah lompatan!
Dan setelah melewati perenungan panjang
Tegas-tegas diambilnya keputusan:
Saatnya aku harus jujur: membuka topeng!

Walau besok langit runtuh – tak kupeduli!
Harus kuungkapkan sekarang juga
Siapa gerangan diriku yang sejati
Topeng harus kubuka!

Berulang kali kata-kata itu diucapkannya
Sehinga menjelma mantra;
Dirinya pun tersihir –
Yakin sudah ia akan langkahnya.

Pertama-tama diungkapkannya semua
Di depan pusara bundanya
Ketika ia menziarahinya sore itu.
Meraung-raung kesetanan ia.

Ibu, dengarkan baik-baik, ya Ibu,
Anakmu laki-laki ini seorang homoseks.
Aku seorang homoseks, Ibu!
Sudah kulawan naluriku selama ini
Tapi tak mampu aku!
Aku tetap seorang homoseks!
Maafkanlah aku, Ibu.

(Rumputan sekitar makam tersentak
Angin di pohon kemboja diam mendadak;
Namun langit tetap biru
Dan awan dengan tenang lalu.
Ibu di alam sana
Tersenyum mendengar pengakuan anaknya
Kejujuran yang ditunggunya sejak lama

Akhirnya dinyatakan juga
Anaknya berani membuka topeng
Walau terlambat karena Ibu sudah menjadi jasad.)

/12/
Jam menunjukkan pukul 4.00 subuh.
Amir masih duduk di beranda:
Dibayangkannya kembali lelaki yang dicintainya,
Bambang, di mana kini kau berada?


Amir sangat pasti
Ia dan Bambang kembali bersama
Seperti dulu ketika di sekolah menengah, ketika di kampus.
Dibayangkannya dua sungai melebur menjadi satu samudra.

Betapa senangnya Bambang
Aku sudah sedia membuka topeng
Tak lagi setengah-setengah!
Oh, betapa dunia akan berbeda.


Kembali Amir melangkah ke kamar,
Diusapnya rambut istri
Diciumnya kening istri – hatinya sudah bulat:
Apa yang terjadi, terjadilah!

Berterus-terang kepada yang mati: ibunya.
Berterus-terang kepada yang hidup: istrinya,
Keluarganya, siapa saja.
Lima belas tahun sudah ia mencoba bersembunyi.

Amir sama sekali tak tahu
Apakah istrinya bisa menerima itu –
Istrinya masih mendengkur
Sejam lagi matahari terbit di Timur.

Ditatapnya istrinya dengan lembut
Tak ada niat menyakitimu sayang,
Tapi hatiku tidaklah normal – apa daya?
Amir menitikkan air mata – mencium lalu merapikan selimut istri.

Tak sabar ia menunggu pagi
Segera mencari tahu di mana Bambang berada;
Sudah begitu lama, ya, begitu lama
Ia tak bertemu dengannya.

Teringat apa kata kakek
Saat ia masih di Taman Kanak-kanak,
Tuhan Maha Mendengar,
Apa pun niatmu, mulailah dengan doa.

Dilafalkannya doa khusyuk dari hati,
Ya Allah, Kau jadikan ragaku lelaki
Tapi hatiku sepenuhnya perempuan,
Kini ikhlas kuterima semuanya
Bantu aku ya Allah memulai hidup baru.

Amir membuka tirai jendela
Fajar baru menyingsing
Disambutnya pagi yang baru
Tak sabar ingin dimulainya dunia yang baru.

/13/
Sudah seminggu Amir tak jumpa istri
Ia sudah cerita tentang diri utuh seluruh;
Tak ia duga, Rini yang pengabdi kini penentang.
Rini pergi meninggalkan rumah. Entah ke mana.

Sudah sebulan Amir mencari Bambang,
Aneka tempat sudah ia kunjungi.
Simpang-siur terdengar Bambang tak lagi di Indonesia.
Terdengar kabar angin Bambang kini aktivis gay internasional.

Akhirnya kabar pasti soal Bambang ia terima.
Bambang kini menetap di San Francisco
Menjadi warga negara Amerika Serikat,
Menikah resmi dengan sesama jenis asal Los Angeles – di gereja sana.11

Sejak pisah dengan Amir, Bambang melanglang buana.
Bambang punya semangat superhero seperti Batman
Berani mengejar matahari
Berani diterpa badai.

Amir patah tak terhingga;
Langkah Bambang mestinya mudah diduga
Ia salahkan dirinya yang ragu – selalu.
Ia kecam hatinya yang bimbang – melulu.

Teringat malam terakhir bersama Bambang.
Seandainya sejak dulu aku membuka topeng
Bambang pasti tetap di Jakarta
Hidup bersama sampai menua, rintih Amir.

Hatinya terbelah mengenang Bambang
Sebagian luka dan marah
Sebagian bangga:
Bambang berani melangkah sejauh elang terbang
Mengangkasa
Jiwanya memang seperti Batman superhero!

Mengapa aku celaka dalam soal cinta, keluhnya.
Dua cincin masih melingkar di jarinya:
Satu untuk Rini, satu dari Bambang –
Kini keduanya pergi.

Malam setengah purnama di tepi pantai.
Sudah lama Amir terdiam di sana,
Laut makin pasang
Bercampur dengan air matanya.

Cahaya muncul dari jauh
Dari tengah laut seolah ada yang memanggil
Mengajaknya tenggelam bersama
Untuk menghilang dari dunia.

Amir masuk ke laut berjalan ke tengah,
Ia yang ragu tempatnya hanya di dasar samudera, keluhnya.
Ia hujat dirinya sendiri
Ia sesali hidupnya sendiri
Ia terus berjalan ke tengah
Air laut sudah sampai sedada.

Tiba-tiba terdengar azan Subuh mengumandang.
Beribu gambar seperti film tayang di pikirannya:
Pesantren, guru ngaji, ibunya, Rini, Bambang
Ada tawa, ada tangis, ada kehangatan, ada rasa sepi mencekam.
Waktu satu detik terasa seabad
Ia hilang sejenak.
Lalu Amir tersadar.
Ia lihat dirinya hampir tenggelam.
Terdiam, ia berbalik badan, buru-buru kembali ke pantai.

Ampun ya Allah, apa yang aku lakukan?
Tersedu sedan ia rebahkan diri ke pasir
Dipukul-pukulnya pantai sambil menyebut satu nama: Ibu, Ibu…
Bantu anakmu tegak kembali.

(Ibu di alam sana kembali tersenyum
Anaknya memang tengah luka
Tapi itu hanya awal menjadi perkasa
Karena Amir sudah berani terbuka pada dunia).
***
 
Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

Puisi from puisi-esai.com [kumpulan puisi JIL] watchout

note: pemberitaan yang menyebutkan Hanung Bramantyo sebagai sutradara adalah tidak benar

40 komentar:

Anonim mengatakan...

apakah kita harus mengecam atau menyelamatkan... bukankah mereka saudara muslim juga!? Cmiiw

Istiawan mengatakan...

"Ya Allah, Kau jadikan ragaku lelaki, Tapi hatiku sepenuhnya perempuan".. itu salah besar

Kang Artha mengatakan...

wah saya sih no kement mas, tapi saya udah ndak suka film beginian, kalaupun dalihnya atas dasar kebebasan dan pendidikan, saya memilih tidak menonton

lang ates mengatakan...

mana ada sodara ngejelekin sodara sendiri... hadis nabi aja berkata barang siapa menjelekkan sodaranya sendiri sama dengan memakan mayat sodaranya.... lesbi/homo di smua agama samawi di larang....

jejak usaha mengatakan...

Kiamat sudah dekat.....yang Baik di burukan..yang buruk di baikan... visit http://jejakusaha.blogspot.com

Anonim mengatakan...

JIL -Jaringan Iblis Laknatullah

arisyulantomo mengatakan...

puisi luar biasa yang kontroversial (y)

eryprihartono mengatakan...

sudah cukup dakwah luth kepada umatnya, apakah luth boleh berkasihan, bersimpati, pada mereka, mereka kaum yang sama dengan luth, jawabannya sudah jelas dalam Al_qur'an, TIDAK

Abby Zacky mengatakan...

mdh2an film ini akan bisa disikapi baik oleh org indonesia nanti

Anonim mengatakan...

Tidak ada pembenaran untuk kaum yg menyukai sesama jenis!

Anonim mengatakan...

mau muntah bacanya..

Said Rahman mengatakan...

Kesian banget Mas Hanung jadi kambing hitam

Anonim mengatakan...

Pendeskripsian dan penulisan alur ceritanya menarik dan enak dibaca cuma kontennya terlalu kontroversial dan belum siap diterima masyarakat

Anonim mengatakan...

hebat, luar biasa...
Kulitnya bagus dan sangat menarik tapi isinya busuk penuh ulat!
Wallahu'alam..

Anonim mengatakan...

Pembenaran menyimpang atas nama agama, modus baru penghancuran islam secara lemah gemulai...iblis selalu selangkah lebih maju dalam hal picik yang tak terpikirkan

tino mengatakan...

gmn klo dilahirin jd mreka yah.. psti hdupnya slalu kacau hatinya slalu bimbang dan gelisah styp saat, sty hari slalu dipermainkan takdir khdupan.. dihujat org, kita sndiri tau lah rasanya wktu umat muslim di hujat...

amec us mengatakan...

Terkutuk lah kalian yang gay atau lesbian....
Apa sebutan yang pantas untuk kalian hai gay n lesby?
Binatang aja yang gak punya otak gak nafsu sama sesama jenis kelamin....
Neraka jahannam kalian semua....

Anonim mengatakan...

Bangkai busuk mau diberi wangi2an.. Tetap aja bangkai busuk.. syaithon lah yg membungkusnya. Seakan2 wangi.. Tapi tetap bangkai..buat yg merasa punya kecenderungan Gay dan anda seorang muslim, perbanyak istighfar.. Karena anda sdg dibuai oleh syaithon laknatulloh. Say no to GAY..say no to JIL..

Anonim mengatakan...

Mesti belajar dari al quran lagi nih...

asabening mengatakan...

Prihatin setelah baca kisahnya.. Harus bersyukur karena kita sudah dilahirkan dalam keadaan normal jiwa dan raga :)

Belajar Nongkrong Belajar Program mengatakan...

kebebasan adalah ajaran orang yahudi yang dosa di anggap benar. yang benar di anggap salah (dosa). ingat kaum muslim orang yahudi ingin menghancurkan Akhlak dan juga Aqidah kita sebagai islam sebenarnya. manusia telah dia atur oleh Al-Quran Dan hadis janganlah kita melangggarnya.

Anonim mengatakan...

Mengatasnamakan kebebasan itu suatu pembodohan. krn tidak ada kebebasan mutlak. Kebebasan kita terbatasi oleh kebebasan orang lain terhadap kita. Klo kaum gay/lesbian bilang terperangkap dlm raga yg salah itu kesalahan fatal sama saja menuduh Allah salah menciptakan. Itu mustahil Allah Maha Benar yg slah itu makhluk-Nya. HAnya krn nafsu jadi buta pikiran dan akalnya kehilangan nuraninya sebagai seorang manusia.

yazid khair harson mengatakan...

Tuhan menciptakan manusia dengan akal dan fikiran serta manusia berkembang dalam lingkungan dan pendidikan. Pengetahuan, keterampilan dan perasaan tumbuh dalam lingkup pembelajaran. Tapi, pernahkah ada binatang homoseksual? Pernahkah ada identifikasi adanya gen homoseks? Tidak. Maka bagi orang tua, berhati-hatilah selalu dalam membesarkan dan mendidik anak. Tumbuhkan lelaki sebagai lelaki, dan perempuan sebagai perempuan. Homoseksual adalah bukti salah didikan (tidak selalu orang tua, tapi termasuk lingkungan dan media). Sudah sepatutnya pemberitaan atas homoseksual ini dibatasi, agar tidak menjadi hal yang menimbulkan tanda tanya bagi remaja yang tumbuh, atau sekadar ajang coba-coba. Ingat, cerita nabi Luth AS terjadi di satu mayyoritas penduduk kota. Itu bukti bahwa homoseksual adalah ide, bukan alam. Nauzubillahi min dzaalik..

Anonim mengatakan...

SUBHANALLAH, semoga jangan dibesar2kan.

awan mengatakan...

kita punya hati nurani dan pikiran, jangan sampai hati nurani dan pikiran tersebut tertutupi oleh nafsu. fitrah manusia membutuhkan kasih sayang dan cinta. tetapi kita harus bisa mengontrol dimana jatuhnya empaty itu, kasih sayang sesama manusia wajib dibina dan disemikan tetapi bukan kasih sayang yang bergelumung nafsu. kasih sayang kepada seekor binatangpun bisa kita munculkan,dengan memupuk rasa itu sepenuhnya. begitu juga kepada sesama manusia,jika rasa itu muncul kepada sesama jenis tidak salahnya kita atur atau letakkan rasa itu seperti layaknya sayang kepada saudara, tidak diumbar dengan nafsu. hati dan pikiran kita bisa menjadi mesin kontrol yang utama agar tidak terbawa nafsu. insyaallah jika kita bersyukur dengan apa yg telah diberikanNya pada kita adalah apa adanya kita. tidak akan kita menjalani dunia dengan paham yang salah, ALLAH memberikan petunjuk hidup melalui kitab dan seorang panutan Rasullullah sebagai pemandu hidup kita di dunia, agar kita tidak tersesat dan tidak masuk neraka. semoga kita bisa menjadi umat Rasullulah seutuhnya.

ukhti mengatakan...

ciri2 kiamat semakin mendekat...waspada..

Anonim mengatakan...

"Maka bagi orang tua, berhati-hatilah selalu dalam membesarkan dan mendidik anak. Tumbuhkan lelaki sebagai lelaki, dan perempuan sebagai perempuan. Homoseksual adalah bukti salah didikan (tidak selalu orang tua, tapi termasuk lingkungan dan media)."

Kenapa homoseksual itu bukti salah didikan? Kalo ini terus-terusan disangkut-pautkan dengan agama, permasalahan ini ga akan pernah selesai. Menurut saya homoseksual itu salah satu variasi dalam hidup, bukan salah didikan. Ini termasuk budaya, dimana individu punya value dalam hidup, jalan mereka untuk hidup dan apa yang mereka pilih dalam hidup.

Kenapa untuk jadi gay atau lesbi harus didiskriminasi? Topik ini ga pernah selesai dari dulu karena masyarakat selalu berpikir menjadi homoseksual itu salah. Kalian juga banyak terpengaruh sama media... Untuk jadi gay ga bisa disalahin secara moral, sama aja kaya "kenapa kalian memilih untuk menjadi islam", jawabannya pasti "karena menurut saya ajaran islam adalah ajaran paling benar". Apa bedanya kalau orang gay bilang "karena menurut saya untuk berhubungan dengan sesama jenis, saya merasa lebih nyaman".

Dan kenapa jadi gay harus selalu dihubungkan dengan napsu? Baca buku dong padaan. Get knowledge and learn what it really is. Kalo kalian hanya bergantung sama media dan apa yang kalian liat di publik terus bilang "they're disgusting", kalian jadi terlihat bodoh karena itu doang yang kalian tau.

And please don't bring up anything about heaven and hell. What on earth do you know about those two anyway? You've never been there. You're just TOLD what it looks like. Oh how nice it is to be in heaven and oh I don't wanna go to hell and you homosexuals will go to hell because my God loathes you kind of creature.

Fuck religion. That's my conclusion. and READ BOOKS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! You only look shallow when you say being homosexual is wrong. If you muslims wanna have a peaceful life, let the community live in peace too why don't you?!

yazid khair harson mengatakan...

Sayang, komen "Fuck religion. That's my conclusion. and READ BOOKS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!", anonim, jadi saya tidak tau menujukan ini ke siapa. Provokasi adalah bentuk shallow-mindedness..

Kalau pendapat saya tidak sesuai dengan fikiran anda, sanggahlah dengan alasan dan logika.Tunjukkan dimana kesalahan logika homoseksual buah dari salah asuhan?
Anda mengungkapkan homoseksual adalah pilihan, memang betul. Tapi saya memandang bagaimana pilihan itu bisa sampai ada pada seseorang, secara natural diturunkan, atau pengaruh dari lingkungan.
Satu logika lagi, kalau homoseksual alami, bagaimana mungkin berkembang pesat. Secara alami, rasio fenomena genetik tumbuh dalam rasio probability kejadiannya. Kejadian ini tidak akan naik signifikan dengan adanya aturan, budaya atau konsepsi baru. Berbeda dengan kejadian alami, budaya atau konsepsi menular. Itulah sebabnya ada fenomena alay, trend rambut, dan gaya berpakaian dan homoseks.

Kenyataannya kami memiliki pendapat bahwa gaya ini tidak sesuai dengan keyakinan kami. Apa hak anda untuk melarang saya berpendapat? Anda kaum homseks menyebarkan penyakit di fikiran masyarakat, apakah tidak wajar kami menangkalnya dengan menyebarkan ide pula. Lagi pula, toh kami tidak memburu dan membunuh anda, hanya berargumen.

PS. terima kasih sarannya, memang saya memang butuh banyak membaca. Sebagai saran balik, kalau anda membaca buku, mengerti dan fahami konteks nya, jangan hanya menelan kontennya. Dengan begitu baru anda jadi manusia, bukan pita kaset.

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

Agak aneh saat baca faktor genetik bisa pengaruhi rasa suka. Saya jadi ingat teori hukum yang pernah saya baca, yaitu kejahatan bisa timbul karna faktor genetik (Seolah-olah ada seorang pembunuh/maling/koruptor yang memang terlahir sebagai itu). Dan kalau menurut saya, LGBT itu nggak ada hubungannya sama faktor genetik. Genetik, setahu yang saya tahu lewat ilmu Biologi, yah berkisar ke masalah warna rambut, warna kulit, atau hingga warna bola mata.

Sedangkan kalau masalah rasa suka (khususnya suka sesama jenis), itu masuknya free will. Kehendak bebas. Free will, yang Tuhan berikan inilah, kadang suka disalahartikan. Orang juga sering mencari pembenaran atas suatu hal, ketimbang mendengarkan nasehat orang lain. Dalam hal ini, saya juga setuju kalau LGBT ini terjadi karena salah didikan.

Agak aneh dan menggelikan serta menjijikan kalau mereka bilang mereka terperangkap di dalam tubuh yang salah. Itu artinya mereka secara tak langsung menyalahkan Tuhan. Yah kalau ada cowok kemayu atau cewek tomboy, seharusnya mereka introspeksi. Tanya diri sendiri dan perhatikan sekitar kenapa mereka bisa seperti itu. Bisa jadi kan mereka begitu karena orangtua, lingkungan, atau media.

Terakhir, saya hanya mau bilang agar lebih berhati-hati trhadap bisikan setan. Kadang kita sering tak menyadari itu bisikan setan, apalagi kalau itu terdengarnya begitu manis dan tak terlihat sebagai sesuatu yang negatif.

Anonim mengatakan...

emang akan selalu ada pro dan kontra, bagi kaum homo sebaiknya kalian tanya diri sendiri secara nurani dan lawan keinginan untuk menyukai sesama. ibarat kecenderungan keinginan korupsi kalau selalu dilakukan tentu itu merupakan kenyamanan yang membuat ketagihan. JIka sekali tidak korupsi maka hidup serasa hampa. Tapi kalo dia tidak memiliki kesempatan sekalipun untuk korupsi insya allah keingina korupsi itu tidak akan terjadi dan dia akan menjadi orang baik2.

bambret aryanto mengatakan...

Memang akan selalu ada pro dan kontra dan segala hal. Bagi kaum homo, sebaiknya kalian tanya diri sendiri secara nurani yang paling bersih dan menggunakan akal pikiran yang sehat. Apakah secara anatomi tubuh hubungan sesama itu sesuai? Jika menjawab ya, maka lawan keinginan untuk menyukai sesama, karena itu adalah contoh buaian hawa nafsu yang dibisikan setan yang telah tertanam sejak lama. Ibarat kecenderungan keinginan korupsi, kalau selalu dilakukan tentu itu merupakan kenyamanan yang membuat ketagihan dan membentuk suatu tabiat. Jika sekali tidak korupsi maka hidup serasa hampa. Tapi kalo dia tidak memiliki kesempatan sekalipun untuk korupsi insya allah keinginan korupsi itu tidak akan terjadi dan dia akan menjadi orang baik2.

Bagi kaum hetero yang homofobia, seharusnya kalian jangan menghujat dan menghakimi mereka dengan membabi buta. Ingat! Mereka juga manusia yang memiliki perasaan. Mereka terjebak dalam kondisi itu bukan tanpa sebab. Mereka sebenarnya juga ingin sembuh dan kembali normal. Tapi terasa berat beban yang mereka pikul. Kondisi itu bagaikan telah mendarah daging pada tubuh dan pikiran mereka. Janganlah mereka selalu disudutkan. Tapi rangkullah mereka. Kalau bisa, bimbing mereka untuk bisa kembali ke jalan yang benar. Ingat, Anda2 juga tidak bersih dari kesalahan/dosa. Janganlah kita merasa manusia yang paling suci dihadapan Allah karena kita tak tahu siapa yang paling ikhlas amalannya. Jika toh, mereka tidak bisa dibimbing, ucapkan bagiku amalanku dan bagimu amalanmu. Kami mendoakan kamu yang terbaik.

Begitu…..

Anonim mengatakan...

Mayoritas kaum homosexual dibesarkan dari lingkungan yg orangtunya heterosexual. Agama dg homosexual sampai akhir jamanpun tidak akan pernah berada di satu sisi kutub yg sama.Hal yg paling mudah dilakukan adalah menunjuk orang2 yg berbeda dg cap kesalahan dan dosa. Kita bertanya mengapa orang2 negro yg hitam kelam yg berhidung pesek besar berambut keriting menjadi budak, mengapa orang Indonesia berkulit coklat dan lebih pendek dibanding orang bule. Semua bercampur, seperti apakah yg ideal di mata Tuhan itu? akan faham dan tahu arti menghargai bila KALIAN pernah menjadi seorang homosexual meski hanya satu jam saja. Cuma sayang sekali, menghujat dan membenci itu lebih mudah dilakukan drpd merangkul dan menyayangi sesama. Biar Alloh SWT sendiri yg menghukum dan memberi pahala tuk kita.

Anonim mengatakan...

Untungnya sebagian besar dari ANDA-ANDA ini dilahirkan kedunia bukan menjadi orang yahudi atau homosexual. Setiap orang silakan bebas berargumen atau menebarkan kebencian terhadap kaum homosexual. Menjadi seorang homosexual itu sendiri sudah merupakan beban berat sepanjang hayat yg bagi orang hetero sendiri tidak pernah terpikirkan , krn secara alami mayoritas manusia laki2 menyukai wanita dan sebaliknya. Sehingga tidaklah terbetik dalam sanubari mengapa si Ahmad menyukai si Siti. Ketika kecilpun yg namanya manusia itu sudah terbiasa mencemooh dan menghujat sesuatu yg beda. Ketika teman kita berkulit hitam, secara naluri si hitam akan di olok2, begitupun si gemuk akan menjadi cercaan setiap hari. Tapi siapa dulu nih yg mencemooh dan membencinya? kita semua tahu tipe seperti apa teman yg suka mencemooh. Karena mrk merasa sempurna. Andaikan bila kaum homosexul di seluruh dunia dibantai dan dimusnahkan semuapun bahkan hingga anak2 kecil calon homosexual juga dikubur hidup2 krn menurut ANDA-ANDA yg suci ini bahwa homosexual itu penyakit. Saya yakin akan selalu muncul bayi-bayi tanpa dosa yg dilahirkan dan akhirnya setelah besar nanti menjadi homo. Karena semua homo dilahirkan dari ortu heterosexual bukan dari perpaduan sperma iblis dan telur kuntilanak. Alloh maha Besar dg segala ciptaannya. Andai bisa memilih, tentu semua org maunya menjadi pribadi sempurna. ANDA-ANDA yg suci ini pernahkah terpikir kalo ANDA dilahirkan untuk saling menyayangi sesama? Argumen dan pembelaan berdasarkan ini dan itu adalah suatu yg wajar. Apalg Al-Qur'an yg suci sudah jelas2 membahas ini dan homosexual itu adalah perbuatan keji. Tapi kembali kepada Alloh SWT, biarkan Alloh yg mengadili dan menentukan. Karena Dia-lah seadil-adilnya Hakim bagi kita semua

surat biru mengatakan...

buat ak pribadi siapapun mereka kita smua ya sama.......punya rasa cinta kasih dan sayang...
mungkin anda anda tidak pernah tau betapa sakitnya kehilangan dengan seorang yang kita sayangi meski it tidak sesuai akal...

Anonim mengatakan...

Jangan juga menyalahkan mereka yang menghujat langsung (bahkan secara radikal menyerang/mendoakan yg buruk) atas kaum homosexual, mereka begitu karena mereka tidak tau bagaimana rasanya menjadi seorang homosexual.

Mereka hanya berpedoman pada ajaran agama mereka masing2.
Sungguhlah nikmat yg teramat besar bagi mereka yang dikaruniai raga dan jiwa yg baik serta sehat selama perkembangan hidup mereka (mulai dari kecil hingga sekarang),...jagalah itu selalu.

Namun, kini saatnya kalian yang telah dilimpahkan berkah jiwa raga yang baik oleh Tuhan untuk memanfaatkan semua itu. Dengan cara berbagi kebaikan...

STOP berkomentar, lakukan tindakan...
Dalam agama, kejahatan hendaknya tidak dilawan dengan kejahatan...bahkan Tuhan selalu punya kata MAAF untuk orang yang mau bertaubat...

Kalian yang memiliki jiwa raga yg bersih dan sehat, marilah rangkul para homosexual Indonesia yang masih MAU untuk diajak "berdamai" dengan hatinya..
Lakukanlah sesuatu untuk menolong mereka...
Lakukanlah sesuatu...TANPA membuat mereka TAKUT, atau DIADILI dengan kata SALAH....

Hujatan bukanlah solusi, saudaraku... tindakan nyata dan doa yang tulus lah...

Tidak ada manusia yang sempurna, karena itulah kita bernama MANUSIA dan kita masih berada di BUMI...dan ITULAH HIDUP.. Tuhan sudah tau "cerita" ini sebelum ini terjadi... BERDAMAILAH kita selalu...

Dreams mengatakan...

mau nangis bacanya
kadang menjadi berbeda itu musibah kadang pula anugrah

kata mutiara mengatakan...

naudzubillah jangan sampai hambamu ini dan saudana,kerabat,rekan hambamu ini terjerat dalam kesesatan seperti ini dan/atau yang lebih parah lagi amin

Anonim mengatakan...

Penyebab rasa suka seperti itu adalah hormon kelamin yang tidak hanya menetukan bentuk fisik, tetapi juga secara batin.

testosteron adalah hormon jantan pada laki laki yang membuat mereka menyukai wanita.
Dan estrogen adalah hormon betina yang membuat wanita menyukai laki laki.

Nah, di dunia ini tidak ada laki laki dengan 100% hormon jantan (testosteron) dan wanita pun seperti itu.
Setiap laki laki dan wanita memiliki kadar testosteron dan estrogen masing masing.
Hanya saja, biasanya laki laki dominan testosteron dan wanita dengan dominan estrogen.

Tapi skrg masalahnya, kan tidak semua orang itu sama seperti kebanyakan orang. Ada pula yang beda.
Permasalahan homo dan lesbi bisa disebabkan karena mereka punya hormon yang tidak seimbang.
Lelaki yang kebanyakan estrogen = Kemayu atau bahasa gaul nya ngondek. Nah kebanyakan homo kan ngondek.
Perempuan yang kebanyakan testosteron = tomboy. Lesbi kan kebanyakan tomboy.

Jika masalah ini telah diketahui karena hormon yang bekerja tidak biasa, maka itu berarti kelainan semacam ini bisa ditanggulangi dengan terapi hormon.

Anonim mengatakan...

masih lebih pintar kambing mereka tidak akan pernah mengawini jenis kelamin yang sama, tidak pernah kambing jantan mengawini kambing jantan lainnya.....Lol

Anonim mengatakan...

Sekarang pertanyaannya kalo menjadi gay salah,siapa yang harus disalahkan dan siapa yang harus bertanggung jawab ?
Jujur gue punya ketertarikan sesama jenis,tapi untuk saat ini gue memilih untuk tetap berusaha tidak melakukan hal yang dilarang agama termasuk homoseks. Sebelum menilai coba posisikan anda sebagai kami
Gue ga bisa judgement apa soal fenomena ini apakah itu benar apa itu salah,toh siapa juga gue. Yang jelas setau gue fenomena ini sudah di prediksi di kitab suci menjelang akhir zaman :)

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host