Selasa, 25 September 2012

Curhat Penyebab Tawuran dan Solusinya

Abege adalah masa pencarian jati diri. Remaja menjadi kurun paling menantang sekaligus menentukan. Secara biologis, hampir semua hormon menunjukkan performa tertingginya. Ingin diakui, ingin eksis, ingin dianggap dan bebas lepas laksana merpati.

Tragedi terbaru remaja adalah tawuran siswa dua sekolah berstatus Negeri yang bertetanggaan SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta. Tawuran meledak di kawasan Bulungan  kemarin (24/9). Mirisnya kisruh ini menelan satu korban salah sasaran yaitu  Alawy, siswa SMA 6 kelas X yang tewas akibat kena bacok di bagian dada. Menurut saksi mata saat tawuran, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya. Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya.

Banyak pihak yang menyalahkan institusi pendidikan dalam hal ini sekolah.  Komentar miring  bertebaran,

‘Sekolah tuh bukan sekedar mencetak siswa-siswi dengan nilai akademik bagus. ‘
‘Sayang sekali kalau sekolah hanya menjadi tempat menjemukan dengan segudang tugas menumpuk tanpa ampun’
‘Yang menjadi parameter adalah kecerdasan akademis-analisis, padahal banyak aspek seorang murid dikatakan cerdas.”

Namun, sekolah juga siap meng-counter komentar-komentar tesebut.

‘Sekolah sudah mengatur kurikulum agar siswa menjadi cerdas dan membanggakan.’
‘Pihak sekolah juga memfasilitasi Guru BK (Bimbingan Konseling) yang menjadi tools tambahan untuk mengontrol perilaku siswa-siswi.’
‘Bahkan mata pelajaran agama pun teatap kami masukkan ke dalam kurikulum.’

Lalu, siapa yang perlu disalahkan?
Sekolah? Wali Murid? Atau murni kesalahan siswa?
Semua pihak berkontribusi atas tragedi bernama tawuran itu.

Dimulai dari kehangatan keluarga. Seorang siswa secara intens mendapat cinta kasih dari kedua orang tua. Alangkah indah saat anak berangkat sungkem dengan nyokap bokap berucap salam bersapa hangat dan mengingatkan. Minimal berkata, “Hati-hati di Jalan.”

Sampai di sekolah bertemu dengan teman-teman yang semangat membahas pelajaran atau isu terkini. Ditambah guru-guru yang bersahabat, jauh dari jiwa memvonis. Metode belajar pun dibuat variatif sehingga siswa betah di sekolah.

Tapi coba bayangkan ketika siswa sudah mulai merasakan kehampaan saat berangkat sekolah. Boro-boro senyuman yang ada biasanya teriak-teriak orangtua yang sibuk mempersiapkan diri beraktivitas masing-masing. Komunikasi nihil, bahkan untuk sekedar menanyakan kondisi hati sang buah hati.

Sampai di sekolah berkumpullah mereka dengan barisan siswa yang jauh dari kasih sayang ortu. Ngobrol ngalor ngidul ga jelas hingga punya hobi nongkrong di sekitar sekolah. Belum lagi banyak guru yang mencap mereka,’perusuh, kurang berharga dan stempel aneh lainnya.’ Walhasil emosi jiwa semakin tidak stabil.

Komunitas kebaikan menjadi solusi terbaik bagi permasalahan remaja saat ini. Sebut saja ekstra kurikuler yang mengarahkan passion mereka untuk berbuat lebih seperti OSIS, PMR, Pramuka, Pecinta Alam, Fotografi, Teater apalagi Kerohanian Islam (ROHIS).

Terbukti hanya siswa siswi yang iseng biasanya yang tertangkap tawuran. Mereka jarang ikut aktivitas ekskul sekolah. Faktanya mereka  butuh pelampiasan energi muda yang super duper melimpah. Kebalikannya, saat mereka memiliki kegiatan positif otomatis energi berlebih akan tersalurkan di jalan yang benar.

Apalagi ROHIS, selain berorganisasi siswa siswi mendapatkan kemampuan lebih untuk menjadi pelajar yang bangga akan keislamannya, bukan follower (alias ikut-ikutan) dalam bermaksiat, dan termotivasi mejadi lebih baik dan berprestasi. Coba deh!

Butuh peran ekstra dari semua pihak, arahkan energi kaum muda yang ebrlebih ke dalam kanal yang tepat. Jika salah penyaluran, yang ada mereka terjebak dalam gaya hidup narkoba, tawuran, apalagi free-sex. Nau’dzubillah!

Ada pendapat lain?

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host