Selasa, 11 September 2012

Kisah Mengharukan Peserta Ujian CPNS T_T

Hari ini adalah terakhir pengambilan Tanda Peserta Ujian (TPU) untuk ujian seleksi rekrutmen CPNS salah satu kementerian dengan remunerasi (tunjangan) yang cukup tinggi. Untuk pendaftar di Jakarta saja mencapai angka enam ribu orang, belum lagi di beberapa kota seperti Makassar, Balikpapan dan Medan.

Ya, tiga hari menjadi MC broadcast di auditorium B memberikan pengalaman yang menarik, mulai dari para peserta yang  mengantre sejak pagi, peserta yang lupa membawa ijazah asli (padahal rumahnya di Bogor bahkan ada yang dari Purworejo), peserta yang berani eksis maju menyanyikan sebuah lagu setelah saya berikan ‘wild card’ berhadiah bonus langsung menerobos ke barisan pertama tanpa mengantre hingga curhat peserta yang ijazah dan transkrip nilainya ditahan Bank Swasta tempatnya bekerja.

Tahun ini kementerian ini hanya membuka formasi untuk 700 pegawai baru (300 Sarjana, sisanya D3 dan SMK Pelayaran).  Jumat pukul 11-an peristiwa inspiratif ini bermula. Nampaklah di barisan terakhir ada enam anak muda, jika dilihat dari wajah nampaknya seperti baru lulus SMA. Setelah kami Tanya, benar mereka lulusan SMK Pelayaran di Bandung. Seperti biasa, saya tanyakan kepada peserta,
‘Pastikan yang hadir di auditorium ini membawa persyaratan, Ijazah dan Transkrip nilai Asli. Sekali lagi Asli dan bukan legalisir.’
Sesaat kemudian dari enam pemuda tersebut, ada satu orang yang nampak  galau. Ia akhirnya mengaku tidak membawa Ijazah dan Transkrip asli. Katanya ketinggalan di Bandung.

Dengan sabar, kami jelaskan,
‘Saran kami sekarang Mas minta tolong keluarga di rumah untuk mengantarkan Ijazah dan Transkrip asli. Kami masih buka untuk daftar ulang paling lambat hari ini pukul 16.30 WIB. Masih ada waktu 6 jam untuk melengkapinya. Karena sayang, kalo hari ini tidak daftar ulang dan mengambil TPU, besok (8 September) Mas tidak dapat mengikuti Tes Tertulis.’

Kelima temannya segera menuju auditorium untuk daftar ulang dan mengambil TPU. Yes, mereka berhasil dan akan mengikuti tes esoknya. TInggal satu temannya, dan dia nekat menuju meja daftar ulang. Seperti  sudah disampaikan, ia pun ditolak.
‘Mohon maaf Mas, anda belum bisa daftar ulang karena tidak membawa Ijazah dan Transkrip asli. Kami tunggu kelengkapannya setengah lima sore ya.’ Kata Mbak petugas daftar ulang

Tiba-tiba wajah peserta tersebut memerah dan mata berkaca-kaca.
‘Ijazah dan transkrip nilai saya ditahan sekolah Mbak. Saya belum bayar SPP dan sekolah menahannya hingga saya bisa melunasinya, Mbak.’
Grrr sesaat beberapa panitia yang mendengar penuturannya mendadak diam. Prihatin, terharu dan sedih melihat realita ini. Masa sih masih ada yang belum bisa bayar SPP?

Sampai akhirnya Bapak Koordinator lapangan datang dan menghampiri peserta tersebut,
“Mas ini ada uang. Sekarang silahkan lunasi SPP Anda. Lalu, ambil Ijazah dan Transkrip aslinya. Dan jangan lupa kembali kesini sebelum setengah lima sore.”

Subhanalloh, kejadian langka, nggak kenal siapa ia, sang Bapak Koordinator memberikan empatinya untuk memberikan uang kepada peserta tersebut. Mudah-mudahan cukup ya untuk melunasi uang SPP yang tertunggak. Salam semangat sahabat, semoga Alloh memudahkan langkahmu meraih mimpi. Tuk Bapak coordinator, Thanks for sharing, Hanya Alloh Yang Mampu Membalasnya.

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

1 komentar:

Mukrimah syahril mengatakan...

subhanallah baik banget bapaknya..
bukannya dr bandung jauh yah pak..

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host