Kamis, 08 November 2012

Menikmati Proses


Hidup adalah proses yang patut dinikmati. Dinikmati dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab tentunya. Jika ‘hidup’ diibaratkan gembok, ‘kebahagiaan’ adalah kuncinya. Maka, jika ada manusia yang tidak bahagia bisa jadi ia benar-benar tidak hidup.

Salahnya, banyak insan menunggu datangnya keajaiban-keajaiban yang akan membuatnya bahagia. Padahal, kitalah penentu kebahagiaan itu sendiri.

Mirip seperti yang disampaikan oleh salah satu boss di kantor sebelum beliau pindah tugas. Inti yang disampaikan, nikmatilah setiap fase kehidupan kita, bukan fase yang dimiliki orang lain. Jangan pernah berandai-andai, saya akan bahagia nanti saat usia 40 ketika dipromosikan ke level direktur/pejabat. Mengapa harus menunggu usia 40 untuk hidup bahagia? Impian yang teramat fatal.

Coba bayangkan, ketika kita ingin instan mendapatkan sesuatu, tiba-tiba sudah berusia 30 tahun. Berkedip sejenak tiba-tiba usia beranjak di angka 40. Lanjut lagi berambisi tanpa menikmati proses, tak sadar telah berada pada titik 50 tahun. Usia yang rawan karena mendekati fase uzur. Lalu, tiba-tiba kita terdiam, inikah yang saya impikan? Di sisa masa usia?

Hikmah besar malam itu adalah nikmatilah setiap tahapan dalam kehidupan kita masing-masing. Tidak perlu menunggu harus menjadi direktur untuk merasakan bahagia. Tidak pernah menunggu punya rumah besar atau mobil mewah untuk hidup dalam kebahagiaan. Raih kebahagiaan mulai sekarang. Tidak perlu menunggu…

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

1 komentar:

emon gundul mengatakan...

kalau bisa bahagia (dengan keadaan) sekarang, ngapain nunggu nanti (baru bisa merasakan bahagia)?hehehe

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host