Selasa, 30 April 2013

Bocah Batu yang Film-kan #9s10a

Satu lagi fragmen kehidupan anak manusia diangkat ke layar lebar. Semua tentang menembus harapan semua tentang menerobos keterbatasan. Bocah dari Batu Malang bernama Iwan Setyawan berhasil menaklukkan kelemahannya. Dilahirkan sebagai Cah Lanang satu-satunya bersama 4 saudara perempuannya, membuat Bayek (panggilan kecil Iwan) begitu diharapkan oleh sang Bapak.

Ya, kenyataannya Bayek kecil jauh dari ekspektasi sang Bapak. Bayek kecil pemalu, klemar klemer, dan bukan tipe pemberani seperti Bapak yang besar di jalanan sebagai Sopir angkot. Bayek kecil menjadi bahan tertawaan saat hari pertama masuk SD, nangis ditinggal Ibu. Bayek kecil pernah berada di atas panggung untuk lomba menyanyi Porseni se Kabupaten Batu, namun tiba-tiba terbirit birit sambil memanggil 'ibukkkk'. Ya, Bayek kecil jauh dari sempurna.

Secercah harapan muncul, ternyata Bayek kecil suka pelajaran hitung-hitungan. Tukang sayur sampe terkesima melihat Bayek yang begitu cepat menghitung total belanjaan ibuk. Guru SD Bayek pun terhipnotis dengan kepiawaiannya menyelesaikan soal Matematika di papan tulis. Sayang, sang Bapak tidak bangga dengan prestasi akademiknya, meski  Bayek berhasil menggontol predikat rangking 1. Bapak tidak bergeming bangga, baginya, cah lanang itu harus berani, bertangan keras dan bisa membantu menjadi kernet, bukan pintar di sekolah.

Pergolakan emosi begitu ciamik dibangun oleh sutradara Ifa Isfansyah, terutama urusan di keluarga Bayek. Sosok Pak Hasim (Bapak Bayek) yang keras, saklek, dan dingin dieksekusi dengan sangat baik oleh Alex Komang. Apalagi akting Dewi Irawan yang memerankan sosok Ibuk yang hangat, sabar dan nrimo.

Banyak adegan mengharu biru yang akan membuat air mata merembes mili. Adegan ibuk di tengah malam yang sesengukan menangis di dapur berjelaga sambil berkata di hadapan Bayek, 'Ibu macam apa aku ini tidak bisa menyekolahkan kelima anak. Ibu ingin semua anak ibu sekolah. Ibu ingin semua anak ibu bahagia.'

Film '9 summers 10 Autumns' terinpirasi dari buku dengan judul yang sama ditulis oleh Iwan Setyawan sendiri, pemuda dari kota Apel, Batu Malang yang berhasil bekerja di The Big Apple, New York. Bahkan ia pernah menjadi Direktur Internal Client Management Nielsen Consumer Research, New York.

Penasaran dengan kisah Bayek kecil juga Iwan Setyawan saat berjibaku menembus bangku kuliah? Penasaran dengan kisah Iwan yang mampu terbang ke New York selama sembilan musim panas dan sepuluh musim gugur? It's worthy to watch this movie.

At last, dijamin kamu akan makin sayang sama orang tua. dijamin kamu makin bersemangat meretas mimpi dan harapan.

Inspiring Quotes from this motion picture:

"Masa lalu itu, bagaimanapun getirnya, selalu akan ada, untuk dimengerti."

"It doesn't matter where I came from, as long as I know where I'm going to."

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

2 komentar:

Agus Saputra mengatakan...

Dari awal sudah tertarik dengan novelnya, dan ternyata film nya juga tidak mengecewakan, so inspiratif

iswandi banna mengatakan...

@agus : Iya novelnya inspiring juga euy

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host