Senin, 19 Agustus 2013

Beda Pidato SBY dan Erdogan untuk SaveEgypt

Dua pemimpin besar dunia berpidato tentang Mesir. Bisa dilihat mana yang normatif dan yang tulus untuk mememecahkan masalah. Mana yang sekedar simpatik dan mana yang berempatik. Semoga bisa mencerahkan.

Pidato Recep Erdogan (Perdana Menteri Turki)

Kami melihat dari sisi yang berbeda dari banyak negara lain terkait pembantaian yang terjadi di Mesir. Jika negara-negara Barat tidak mengambil langkah-langkah yang jujur tentang Mesir, masa depan demokrasi akan dipertanyakan. Ada media yang menuding Ikhwanul Muslimin menggunakan senjata. Tuduhan ini sangat disayangkan. Ada kudeta militer terhadap pemerintah yang terpilih demokratis di Mesir, dengan bantuan Barat. 

Mereka yang diam melihat ketidakadilan ibarat setan bisu tanpa lidah. Kami tidak boleh lupa bahwa kita sesama manusia. Kami telah melihat di negeri manapun demokratisasi butuh waktu. Mesir tak bisa capai dalam satu tahun pun sebab embargo ekonomi.Saat itu hanya Turki & Qatar yang membantu Mesir. Seluruh dunia mengatakan Mesir: Berdiri sendiri jika Anda bisa. Termasuk IMF.

Skenario yang sama juga diterapkan di Palestina. Hamas terpilih menang mutlak, tetapi mereka dikenakan embargo ekonomi. Para pejabat terpilih di Palestina pun masih banyak mendekam di penjara Israel. Barat mau kita memanggil Hamas sebagai teroris. Bagi kami, Hamas bukan organisasi teroris. Mereka memperjuangkan hak-hak mereka. Mereka tidak mengizinkan Pemilu baru di Palestina. Mengapa? Karena mereka tahu hasilnya pasti Hamas akan dipilih lagi dan menang. Ada ‘plot global’ yang diberlakukan di seluruh negeri-negeri Muslim. Hal ini juga diberlakukan terhadap Turki. Tidak ada yang menginginkan Turki yang digdaya.

Barat, kalian membisu soal Suriah, Palestina. Kini pun masih diam. Bagaimana kini Anda masih berani kampanye tentang demokrasi? Cepat atau lambat, Musa akan keluar melawan Firaun dan mengakhiri rezim yang despotik. Turki akan terus menjadi pembela kaum tertindas. Saya mengingatkan lagi kepada rakyat Mesir, bahwa mereka tidak sendirian.


Pidato SBY (Presiden RI)

Indonesia berharap agar krisis politik di Mesir dapat segera teratasi. Serta proses rekonsiliasi nasionalnya dapat segera dimulai. Kita berharap korban jiwa yang terus berjatuhan dapat segera dihentikan. Saya tahu situasi yang dihadapi oleh bangsa Mesir saat ini tidaklah mudah. Tetapi selalu ada jalan keluar jika semua pihak mau berkompromi dan menerapkan prinsip 'win-win solution' saling menguntungkan.


Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna

references:
republika.co.id
dakwatuna.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host