Kamis, 24 Oktober 2013

Mantan Penjual Ketoprak yang Kembali Bersekolah

(ilustrasi: google)

Bicaranya apa adanya. Lisannya begitu fasih menceritakan perjuangan hidupnya. Remaja usia 17 tahun itu sedang berbagi sepenggal kisah sebelum merasakan bangku sekolah di tingkat SMA.

Tri, panggilannya. Remaja asal Brebes ini nyaris kehilangan harapan melanjutkan studi selepas SMP. Masih teringat jelas di sendu wajahnya saat kehilangan ayahanda tercinta kala duduk di kelas dua SMP.  Sedih karena kehilangan sosok ayah, ngeri membayangkan nasib di hadapan tanpa penyokong ekonomi keluarga. Sejak itu, Tri menata kembali semangat untuk berprestasi dalam akademiknya. Melesat jauh, Tri berhasil menggondol predikat 3 besar NEM tertinggi di sekolahnya. Di luar dugaan teman-teman dan guru-gurunya.

Tri sadar, sepertinya ia harus menunda mimpinya untuk melanjutkan ke jenjang SMA/K. Keluarganya tidak mampu menyekolahkannya. Tri melanjutkan perjuangan hidupnya untuk mengais nafkah di kota Bandung.  Bahkan, ia belum sempat merasakan momen perpisahan di sekolah demi memburu rezeki bagi keluarga.

Di kota kembang, Tri jalani banyak pekerjaan. Mulai menjadi tenaga bantu di bengkel, membantu di rumah makan, menjadi asisten rumah pun ia jabani. Hampir setahun ‘karir’ serabutan ia jalani. Meski di lubuk hati yang paling dalam, Tri ingin sekali sekolah. Ia bercita-cita menjadi ahli mesin yang andal. 

Hingga satu waktu, ada kerabat yang mengajaknya hijrah ke Kota Tangerang Selatan.  Di kota ini, Tri akan menjalani ‘karir’ barunya sebagai menjual ketoprak . Ya penjual ketoprak termuda mungkin! Di usianya yang baru beranjak 16 tahun. Tri mulai belajar mengolah bumbu, berkeliling antar kampung untuk menjajakan dagangannya. Lelah, letih, capek kerap melanda batin dan fisiknya. Namun, saat rasa lemah itu muncul, segera  ia kumpulkan kenangan wajah almarhum Bapak  untuk membangkitkan semangatnya. 

Satu siang di bawah terik matahari menyengat, seperti biasa tubuh kurus Tri sedang mendorong gerobak ketoprak kesayangannya. Melintasi satu sekolah menengah atas swasta, pandangannya begitu antusias melihat para pelajar di dalam sekolah tersebut. Sepertinya sedang jam istirahat. Begitu terpesonanya, hingga Tri tidak sadar roda gerobaknya nyaris terperosok ke dalam selokan jalan.

Malamnya, bayangan ‘sekolah’ semakin kuat terngiang dalam pikirannya. Hingga ia nekad menuju satu sekolah di bilangan Jombang Raya Bintaro untuk mendaftar seadanya. Hanya berbekal ijazah SMP tanpa uang sepeser pun. Sang kepala sekolah sayangnya menolaknya. Namun, melihat semangatnya justru sang Kepsek membantunya untuk menghubungi sekolah kejuruan negeri di Pondok Aren.  Bahkan sang kepsek memberikan nomor telepon jika dibutuhkan.

Ya, cocok sekali di SMK negeri itu ada satu jurusan kesukaannya, Mesin. Sesuai harapannya Tri bertekad menjadi ahli mesin. Berbekal bismillah, kembali ia kuatkan tekad menuju ruang Kepala Sekolah SMK itu. Cukup unik memang cara Tri. Alhamdulillah sang Kepsek begitu tergugah melihat perjuangannya. Ia disarankan untuk mencoba mendaftar di tahun ajaran baru. 

Di masa pendaftaran, Tri tekadkan untuk masuk SMK itu. Mengikhlaskan untuk meninggalkan profesi tukang ketopraknya, dengan berbekal apa adanya. Sempat terpikir bagaimana ongkos ke sekolah, biaya hidup, makan, dan kebutuhan lainnya.  Hingga pengumuman itu mumcul, Tri resmi diterima di SMK Negeri tersebut. Begitu bahagia, akhirnya ia akan kembali memakai seragam. 

Pertolongan Alloh datang bertubi-tubi. Pasti bagi hambaNya yang bersungguh-sungguh. Tri menghubungi nomor kepsek sekolah pertama yang menolaknya mengabarkan berita baik diterimanya di SMK tersebut. Tanpa diduga, sang Bapak menawarinya bekerja menjadi asisten pembantu umum di sekolah yang ia pimpin. Bahkan sang Bapak memberi link orang tua asuh selama Tri bersekolah.

Di akhir ceritanya, Tri meyakinkan bahwa Alloh senantiasa bersama orang-orang yang benar-benar berikhtiar. Di tengah keterbatasannya, Tri pun tertolong oleh orang-orang yang telah dikirimkan Alloh untuknya.

Best Regards
Iswandi Banna
twitter iswbanna



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host