Senin, 06 Oktober 2014

Indahnya Ukhuwah plus Ranjaunya!

Ukhuwah menjadi sesuatu yang dirindukan oleh setiap insan. Berjumpa karena CintaNya, berpisah karena CintaNya, berjuang bersama menuju CintaNya. Pantas saja, jika Syekh Hasan Al Banna menempatkan dalam salah satu komitmen di urutan ke 10.

Mau tahu lebih lanjut? Nyok simak tausiyah berikut ini diadabtasi dari Dr. Agus Setiawan, MA.

Innamal mu'mina ikhwah. Didahulukan kata mukmin dari ikhwah, karena modal dasarnya iman. Ini menjadi syarat utama ukhuwah. Hingga, ukhuwah kita tergantung dari bagaimana keimanan kita. Ketika iman turun, ukhuwah pun menjadi bermasalah. Senyum bisa dilihat dari iman tinggi dan rendah akan berbeda.

Ukhuwah menjadi dasar utama kekuatan masyarakat muslim. Hikmah ukhuwah amat banyak, salah satunya untuk meraih Cinta dari Allah Ta'ala.
Bagaimana cara menggapai ukhuwah itu?

1. Meningkatkan keimanan.
Untuk meningkatkan ukhuwah dengan banyak ibadah dan dzikir. Hubungannya? Karena ukhuwah berlandas iman tadi. Karenanya sering hati dan iman mendahului fisik. Baru sedetik ketemu, imannya sudah nyambung lebih dahulu.

2. Dengan memberi rasa bahagia pada saudara kita.
Salah satu bentuk sedekah, rasa bahagia yang kita berikan kepada saudara kita. Meski dengan sesuatu yang sederhana. Memberikan ucapan selamat via SMS, WA, atau facebook misalnya. Memberi kebahagiaan bagi saudara kita.

Cerita lulusan Azhar nikah, yang ceramah (kyai) datang, sang alumni Azhar turun dari pelaminan menyambut. Sederhana, tapi berkesan  di hati Sang Kyai.

Bagaimana dengan ranjau-ranjau dalam berukhuwah?

1. Masuk niat duniawi.
Seorang berharap pada manusia akan banyak kecewanya. Bersaudara harus murni karena Allah Ta'ala.
Ketidaktulusan ini sering menjadi

2. Berlebihan dalam bercanda
Bukan berarti tidak boleh, tapi jika terlalu banyak bercanda dapat menjadi ranjau. Karena bisa saja saudara kita sedang dalam kondisi tidak fit, sehingga justru mengganggu.
Nabi ShallaLlahu 'alaihi wa sallam tidak berlebih-lebihan dalam bercanda dan tidak berdusta.

3. Merasa Lebih dari Saudaranya
Begitu hal ini muncul, maka kebersamaan akan sulit timbul. Berawal dari sikap Ujub (berbangga diri), jika tidak teratasi bisa naik level menjadi ghurur (terpedaya oleh diri sendiri). Jika makin parah, akan berujung menjadi sombong. Orang sombong susah menerima nasihat. Jika dinasehati, selalu melihat siapa yang memberikan.

Demikianlah ukhuwah. Jaman keemasan Nabi ShallaLlahu 'alaihi wa sallam dinaungi oleh dua dasar utama dalam agama, yaitu iman dan ukhuwah.

Mari berukhuwah! Temukan sahabat-sahabat yang akan menghantarkanmu ke Syurga!
Best Regards
Iswandi Banna
Twitter iswbanna

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host