Minggu, 26 Oktober 2014

ini baru rizki

Bisa jadi kita masih mengidentikkan rizki dengan uang atau harta benda. Yakin? Mari kita simak kisah berikut ini

Renungan sebuah kisah tentang Imam Hasan Al Bashri. Pada suatu hari, seorang lelaki datang kepada beliau. “Sesungguhnya aku”, ujarnya pada Tabi’in agung dari Bashrah itu, “Melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rizqiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.”

Sang Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau qiyamullail wahai Saudara?”

“Tidak”, jawabnya heran.

“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.”

“Adapun kita orang mukmin”, demikian sambung beliau, “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.”

Disadur dari
Salimafillah.com

Best regards
Iswandi Banna
Twitter @iswbanna

3 komentar:

Rosikh Ilmi Fillah mengatakan...

subhanalloh

sang entrepreneur mengatakan...

subhanallah..."kemesraan dengan Allah", rasanya kangen banget masa-masa itu...saat do'a kita seolah bergaung dengan jawaban dari-NYA yang begitu nyata...matur nuwun Om..

iswandi banna mengatakan...

@sang entrepreneur semoga Alloh bisa limpahkan rasa itu

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host