Rabu, 08 Oktober 2014

Nyok Sholat Gerhana Berjamaah

Bukti nyata kekuasaan Alloh adalah adanya alam semesta beserta isinya yang diatur sedemikian rupa. Bersamaan dengan peristiwa alam, Rasululloh mencontohkan banyak kebaikan. Termasuk sholat saat terjadinya gerhana (matahari/bulan).

Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah sholat disunnahkan khutbah. 

Dari ‘Aisyah ra, istri Nabi saw. berkata, “Terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau keluar menuju masjid, berdiri dan bertakbir. Sahabat di belakangnya membuat shaff. Rasulullah saw. membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang panjang, kemudian takbir, selanjutnya ruku dengan ruku yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu”. Setelah itu membaca dengan bacaan yang panjang, lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian takbir, selanjutnya ruku lagi dengan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian berkata,”Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu.” Selanjutnya sujud. Dan seterusnya melakukan seperti pada rakaat pertama, sehingga sempurnalah melakukan shalat dengan empat ruku dan empat sujud. Dan matahari bercahaya kembali sebelum mereka meninggalkan tempat. Seterusnya Rasul saw bangkit berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji pada Allah sebagaimana ni’mat yang telah diberikan pada ahlinya. 

Rasul saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya bersegeralah untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)  

Gimana sih cara sholat gerhana?

1. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan ‘As-Shalaatu Jamiah’.
2. Shalat Gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
3. Setiap rakaat terdiri dari dua  kali ruku dan dua kali sujud.
4. Setelah ruku’ pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali.
5. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang dari surat kedua. Begitu juga pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang dari surat kedua.
6. Setelah shalat disunnahkan khutbah.  

Nyok, hidupkan sunnah-sunnah Nabi sekaligus mengingat akan kebesaran Alloh Yang Maha Kuasa. Bisa saja, Alloh hempaskan bulan dan matahari kepada golongan manusia yang bebal dan tamak. Tapi, itu tak dilakukannya saat ini. Pertanda, Alloh senantiasa rindu akan hamba-hamba yang kembali dalam rengkuhanNya.

Referensi: syariahonline.com

Best Regards
Iswandi Banna
Twitter @iswbanna

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host