Kamis, 27 Oktober 2016

Ketemu Bang Afuadi Man Jadda Wa Jada

foto: selesai acara Bang A.Fuadi we-fie bersama 
Atase Dikbud KBRI Tokyo dan Ketua PPI Jepang

Kamis selalu menjadi hari paling padat untuk semester ini. Kelas pertama kami asyik berdiskusi terkait bagaimana menjadi leader dan manager yang efektif di kelas Organizational Behaviour. Setelah break, kami lanjut tancap gas untuk kelas konsultasi Master's Thesis. Beruntung dapet Profesor yang ngemong, tapi agak ngeri juga karena ga terlalu ada tuntutan dari Sensei. Agak berbeda dengan grup konsultasi sebelah yang mendapatkan Sensei yang pushy dan demanding.

Berlanjut ke kelas berikutnya, terkait reformasi kepabeanan dan cukai. Saya senang dengan kelas ini, karena banyak ide-ide cemerlang dari sensei untuk membangun Bea Cukai menuju transformasi yang lebih baik. Arigato Matsumoto Sensei. Kuliah pun ditutup dengan kelas IPR terkait patent. Sensei yang hampir 50 tahun namun masih terlihat awet muda ini begitu lihai menjelaskan cara mendaftarkan Patent dan mekanismenya. Teng! Selesai semua mata kuliah hari ini tepat di angka 18.20.

Langsung bergegas menuju Roponggi, daerah elit di jantung Tokyo. Ya, hari ini ada sharing dari bang Afuadi penulis trilogi dan best seller Negeri 5 Menara. Event ini berawal dari akun instagram beliau @afuadi1 yang posting foto di Tokyo. Lansung muncul ide untuk kontak ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, Mas Pandu. Tenyata Pandu juga sudah dapat kabar kedatangan Bang Fuadi dan berencana undang beliau di acara PPI Jepang. Sip, gayung bersambut, kita koordinasi bikin poster untuk disebarkan di sosmed dan grup chatting. Alhamdulillah Pandu bisa booking satu kelas untuk acara bang Fuadi. Karena sayang kalo kesempatan ini dilewatkan untuk sahabat-sahabat di Tokyo.

Dalam sharing yang berlangsung hampir 2 jam itu, Bang Fuadi memberikan banyak strum motivasi untuk menulis sesuatu yang menginspirasi (diluar thesis/desertasi pastinya). Ingatlah bahwa kekuatan menulis itu lebih kuat dari peluru.

Menulislah mulai dengan tema yang disukai. Ini pasti lebih mudah. Mulai biasakan menulis sehari satu halaman. Kalo setahun sudah bisa dapat 365 halaman, hehe. Kalo mau lebih serius, macam novel, lakukan riset yang menyenangkan. Insyaa Alloh akan lebih mudah dan nikmat.

Terima kasih Uda Fuadi atas sharingnya bersama rekan-rekan PPI Jepang. Bahagia bisa bersua lagi, di tengah padatnya aktivitas beliau di Jepang yang disponsori oleh Japan Foundation. Di akhir pertemuan, saya berhasil mewancacarai beliau untuk PPI Jepang. Man Jadda Wa Jada. Going the extra Mile!

Iswandi Banna
instagram @iswandi.banna

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host