Senin, 15 November 2010

Ini Khutbah Wada' Nabi Muhammad SAW



Khutbah Wada' adalah khutbah tanggal 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah (hari Arafah) dimana Nabi Muhammad SAW berkhutbah di Bathnal Wadi (Bagian rendah dari gunung Arafah). Adapun isi khutbah Nabi Besar Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

"Segala puji bagi ALLAH yang kita puji, tempat kita meminta pertolongan, tempat kita meminta ampun dan taubat. Kepada ALLAH kita memohonkan perlindungan, daripada kejahatan-kejahatan diri sendiri dan daripada kesalahan-kesalahan pekerjaan kita. Siapa yang diberi petunjuk (hidayah) oleh ALLAH maka tidak ada yang menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan ALLAH, tidak ada yang mampu menunjukinya.

Saya mengaku bahwa tidak ada tuhan selain ALLAH Yang Esa, Yang tidak ada serikat bagiNya. Saya mengaku Nabi Muhammad hamba ALLAH dan Rasul Nya.

Saya wasiati kamu wahai hamba-hamba ALLAH supaya takut kepada ALLAH serta menganjurkan kamu supaya mentaati Nya.

Saya mulai pembicaraan saya ini dengan yang baik. Hai sekalian manusia, adapun darah, dan harta kamu haram (terpelihara) sehingga kamu menemui Tuhan kamu seperti kehormatan hari ini dan seperti kehormatan bulan ini. 

Kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Tuhan akan menanyai amalan-amalan kamu. Saya sudah menyampaikan kewajiban saya. Oleh sebab itu, siapa yang mempunyai amanah hendaklah ia menyampaikannya kepada yang berhubungan. 

Segala riba telah ditiadakan. Hanya kamu boleh menerima modal (kapital) kamu saja. Kamu jangan menganiaya dan jangan dianiaya. ALLAH telah memutuskan bahwa tidak ada lagi riba. Riba atas Abbas bin Abdul Muttalib dibatalkan seluruhnya. Segala darah di zaman jahiliyah juga telah ditiadakan seluruhnya. Darah yang pertama kali saya tiadakan yaitu darah Rabi’ah bin Al Harist. Itulah darah yang saya mulai daripada darah jahiliyah.

Kemudian daripada itu, hai manusia, syaitan telah putus harapan untuk disembah orang di tanah kamu ini buat selama-lamanya. Akan tetapi kalau ia ditaati dalam soal-soal yang lain daripada itu, maka ia telah ridla dengan amalan-amalan yang kecil, oleh sebab itu hendaklah kamu berhati-hati terhadap agamamu.

Hai Manusia, melambat-lambatkan waktu itu (nasi-a) adalah menambah kekafiran, dengan mempergunakannya maka orang yang kafir menjadi sesat menghalalkan suatu tahun dan mengharamkan yang lainnya, untuk menginjak-nginjak apa yang telah diharamkan ALLAH, mereka menghalalkan apa yang diharamkan ALLAH dan mengharamkan apa yang dihalalkan ALLAH.

Masa telah berputar seperti keadaannya pada hari ALLAH menjadikan langit dan bumi. Bilangan bulan pada sisi ALLAH 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram, tiga beriring-iring dan keempat Rajab Mudlar yang berada diantara dua Jumada dan Sya’ban.

Adapaun kemudian daripada itu, maka kamu ada mempunyai hak terhadap kaum wanita dan mereka pun ada mempunyai hak terhadap kamu. Adapun hak kamu, yaitu mereka tidak boleh membenarkan orang yang tidak kamu sukai untuk menginjak tikar kamu dan tidak boleh melakukan kejahatan-kejahatan yang keji. Akan tetapi manakala mereka memperbuat yang demikian, maka ALLAH telah mengizinkan kamu untuk meninggalkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka dengan tidak melukakan. 

Jika mereka telah berhenti, maka wajib atas kamu memberi rizki dan pakaian mereka dengan baik. Saya berpesan kepada kamu supaya memimpin kaum wanita dengan baik, sebab mereka adalah penolong kamu, dan mereka tidak dapat menguasakan bagi dirinya barang sedikit juga. 

Sebab kamu telah mengambil mereka dengan amanat ALLAH, dan kamu telah mendapat kehalalan anggota keturunan mereka dengan kalimat-kalimat ALLAH. Fikirkanlah hai manusia akan perkataan saya ini karena saya telah menyampaikan kewajiban saya.

Saya telah meninggalkan pada kamu suatu yang amat nyata yang apabila kamu pegang baik-baik maka kamu tidak akan sesat kemudiannya, yaitu Kitab ALLAH dan Sunnah Nabi. 

Hai manusia, dengarlah perkataan saya ini dan fikirkanlah baik-baik. Ketahuilah bahwa tiap-tiap orang Islam saudara bagi orang Islam yang lain, sekalian kaum Muslimin itu bersaudara, tidak halal bagi seorang Islam itu daripada saudaranya melainkan apa-apa yang diberikan dengan hati yang baik. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.

Kemudian Rasulullah SAW bertanya "Apakah sudah saya sampaikan..? 
Jawab orang banyak "Ya ALLAH, benar.
Maka sahut Rasulullah SAW, "Ya ALLAH, persaksikanlah,"

Demikianlah garis besar khutbah wadaa’ Nabi Besar di Bathnal Wadi ( bagian yang rendah dari gunung Arafah) pada tanggal 9 Zulhijah (hari arafh) tahun 10 Hijriyah., yang memberikan garis-garis besar petunjuk bagi kaum muslimin kemudian hari.

Tampak dua garis besar yang penting sekali, bahwa syaitan tidak dapat berpengaruh lagi dalam soal-soal yang besar, akan tetapi ia amat senang kalau ditaati orang dalam soal-soal yang kecil atau remeh. 

Kedua, ada keadaan-keadaan yang nyata ditinggalkan Nabi. Jika itu dipegang dengan benar, maka umat Islam tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab ALLAH (Al Quran) dan Hadis Nabi Muhammad SAW.

(Sumber: Perihidup Muhammad Rasulullah SAW jilid III, karangan Zainal Arifin Abbas, tahun 1954, hal. 544-545 )


(tribunnews)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host