Selasa, 09 November 2010

Kisah Sopir Angkot yang Sholeh

Satu pagi sehari menjelang PILPRES 2009 saya membuka pembicaraan dengan supir angkot 03 jurusan Depok-Parung dengan harapan dapat diskon ongkos agak murahan.hehe.


Saya melihat tongkrongan supir tersebut mirip- mirip anggota DPR yang kalah dalam Pemilu Legislatif, yang banting stir jadi supir angkot buat bayar hutang ke tukang sablon selama kompanye. Rambutnya Ikal mirip orang Ambon, kulitnya seperti Pembalap ( pemuda Berbadan Gelap) tangan nya ditumbuhi bulu-bulu kayak bulu jagung, badanya tegap sama sekali tidak KELIMIS ( Kelihatan Miskin).

"Pak,Pemilihan Presiden kapan,ya ?",pertanyaan yang sangat basi saya tujukan ke sopir tersebut

" lho...emang sampeyan gak tau Tah ?" sopir itu balik nanya. 


" Saya jarang liat berita Tivi dan baca koran", jawab saya sambil istigfar udah boong dikit.  Jujur aja udah hampir 2 tahun TV saya gak di-setel, karena antenanya rusak, sekali di-setel saya hanya bisa menikmati planet football dan siaran langsung Persib Bandung. Itu pun harus mengernyitkan dahi dan kelopak mata, karena Semut yang sedang Reuni selalu muncul di layar kaca dan seperti asap knalpot bajaj.

Selanjutnya tanpa tedeng aling-aling, si sopir itu berkata persis Mario teguh di golden Ways; " Mas...hidup ini jangan sombong" ! kata si sopir. saya langsung melongo dan menurunkan bahu seraya melihat wajah si sopir itu, 


" Iya pak", saya anggukan kepala- sambil membatin, orang Ini pasti diutus ALLAH untuk membombardir diri saya ini yang selalu merasa LEBIH SHOLEH dari orang lain dan seakan-akan Kunci surga sudah saya pegang. Karena kata orang saya ini seorang USTADZ, padahal, Juz Amma saja belum hapal, sekalinya jadi Imam Sholat, surat yang dibaca itu-itu mulu -alam nasroh dan Al fiil- paling top surat Addhuha dan Al Qodar.

Pak Sopir itu melanjutkan omongannya, "Pak ...pernah kebayang enggak, kalau Air kencing yang kita siramkan ke bumi ini, tidak diterima oleh tanah? kita pasti mati tenggelam oleh air kencing kita sendiri., gimana pak ?"


Saya jawab,"Oooh iya pak..!, saya gugup seperti anak kecil yang dimarahin ama hansip ketiika nimpuk mangga milik mertuanya.

Pak Sopir yang berfilsafat itu terus aja berbicara penuh dengan hikmah, " Apakah bapak pernah minta izin ke bumi ketika meludah dan kencing? bayangkan kalau kotoran kita tidak diterima oleh bumi, kita pasti mati terkubur oleh kotoran kita sendiri!"

Asli !!!! ngebayangin aja udah gak bisa apa lagi ngomong. " serem! gak bisa kentut aja sakit nya bukan maen, apalagi kerendem ama air kencing dan ketimbun kotoran sendiri.

Sambil tersenyum dan penuh kemenangan, si sopir itu bertanya, "Gimana pak ?"


Saya jawab dengan Bersholawat atas Rasulullah yang mengajarkan kepada kita untuk tetap rendah hati dan tetap berahlaq kepada semua ciptaan Allah, 'Allohumma Sholli Alaa Muhammad wa aali Muhammad!'

Si sopir itu langsung memperlambat kecepatan mobilnya dan menunjukan tangannya yang dipenuhi bulu itu sambil berkata , "Pak Lihat! Bulu kuduk dan tangan saya berdiri ketika bapak bersholawat." 




(from ustadz Muhajir Afandi )

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masukkan alamat email Anda untuk menerima gratis update terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Free Web Hosting | Top Web Host